Ini Makanan Penyebab Gen Z Kena Kanker Usus Besar. Apa Saja?
JAKARTA - Sebuah studi kanker kolorektal atau usus besar mengungkapkan makanan ini penyebab meningkatnya kanker kolorektal dini. Temuan ini memberikan petunjuk penyebab kenaikan penyakit ini di kalangan anak muda Gen Z.
Seiring meningkatkan angka kanker usus besar dan rektum di kalangan orang dewasa muda di seluruh dunia, khususnya Amerika Serikat, konsumsi ultra processed food juga melonjak. Hasilnya sekitar 70 persen dari pasokan makanan di AS dan hampir 60 persen dari asupan kalori orang dewasa.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
Sebuah studi pertama dari jenisnya yang dipublikasikan di JAMA Oncology, menambahkan bukti baru bahwa ultra processed food bisa secara signifikan meningkatkan kemungkinan berkembangnya adenoma kolorektal dini. Itu merupakan pertumbuhan awal di usus besar dan rektum yang dapat berubah menjadi kanker, sebelum usia 50 tahun.
Makanan Penyebab Kanker
Menurut studi tersebut, sumber utama ultra processed food yang dikonsumsi termasuk roti dan makanan sarapan, saus dan bumbu, serta minuman manis atau minuman buatan. Peserta yang mengonsumsi ultra processed food paling banyak, sekitar 10 porsi per hari, memiliki risiko 45 persen lebih tinggi untuk mengembangkan pertumbuhan awal ini dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi sekitar tiga porsi per hari.
"Temuan ini mengatakan bahwa tidak bersifat definitif, tetapi memberikan petunjuk penting bahwa apa yang kita makan mungkin berperan," kata penulis senior studi, Dr Andrew Chan dari Mass General Brigham Cancer Institute.
Para ahli juga mencatat bahwa ultra processed food telah dikaitkan dengan kondisi kesehatan lain seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
"Untuk sejauh mungkin, Anda harus mencoba menghindari ultra processed food dan menyusun diet Anda dari real food seutuhnya," beber Dr David Katz, pendiri True Health Initiative.
"Yang sebagian besar terdiri dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan/legum, kacang-kacangan, dan air putih," tambahnya, dikutip dari Economic Times.
Ultra processed food biasanya mengandung zat aditif seperti pengawet, emulsifier, pemberi rasa, dan bahan pemutih atau pengembang, rendah serat tetapi tinggi kalori, gula, biji-bijian yang diproses, lemak, garam, serta aditif yang dirancang untuk meningkatkan rasa dan umur simpan.
Menurut laporan tersebut, pertumbuhan jaringan awal yang tidak terdeteksi sering kali tidak menunjukkan gejala. Tetapi, saat pertumbuhan menjadi lebih besar, bisa menyebabkan tinja berwarna gelap atau berdarah, nyeri perut, anemia, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, dan konstipasi.
Para ahli merekomendasikan skrining dimulai pada usia 45 atau lebih awal jika terdapat riwayat keluarga dengan kanker kolorektal. (dc/dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar