Presiden Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana Siang Ini, Ada Apa?
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam siang ini. Pertemuan yang sama pada Agustus 2025, juga dihadiri 16 ormas keagamaan.
Menurut sumber, pertemuan ini buntut pascapertemuan Presiden dengan tokoh oposisi, pekan ini, yang membahas permasalahan bangsa dan agenda pemerintah ke depan.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
Sementara, agenda tersebut dibenarkan Menteri Sosial sekaligus Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dia mengaku akan datang bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
"Iya benar ada agenda tersebut, jam 14.00 WIB," kata Gus Ipul, Selasa (3/2/2026).
Gus Ipul belum mengetahui apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti.
"Dari Muhammadiyah akan hadir Prof Syafiq Mughni dan saya," sebut dia.
Prabowo sebelumnya juga pernah bertemu dengan ormas keagamaan pada Agustus 2025. Saat itu, ada 16 ormas keagamaan yang hadir.
"Kami berdialog dari hati ke hati memahami secara umum tapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi, khususnya hari-hari ini dan kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang," kata Gus Yahya dilihat di YouTube Setpres, Sabtu (30/8/2025)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar