12 Kios dan Dua Mobil di Jalan Merak Ludes Dilalap Api!

Dua unit mobil dan 12 unit kios ludes terbakar Jalan Merak, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. (ist)

PEKANBARU, RIAUKU.COM - Sebuah tragedi kebakaran besar terjadi di kawasan padat usaha Jalan Merak, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Peristiwa tragis ini berlangsung pada Rabu dini hari, 11 Maret 2026, saat mayoritas penduduk sekitar masih terlelap dalam tidur nyenyak. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba menghanguskan 12 unit kios semi permanen beserta dua unit mobil yang terparkir di dekat lokasi kejadian.

Laporan terkait kebakaran ini pertama kali masuk ke meja piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru sekitar pukul 02.50 WIB. Petugas segera merespons panggilan darurat tersebut dengan mengerahkan armada dari Peleton Yudha di bawah komando Danton T. Afrizal Kadri. Tim pemadam dari Pos Cempaka bersama unit pendukung lainnya langsung meluncur menuju lokasi demi melakukan tindakan pencegahan agar api tidak merembet lebih luas.

Setibanya di Jalan Merak pukul 02.58 WIB, petugas mendapati api sudah dalam kondisi membesar dan melahap deretan bangunan kios. Material bangunan yang didominasi bahan semi permanen menjadi pemicu utama api menjalar dengan sangat cepat ke seluruh sisi kios. Situasi di lapangan sempat memicu kepanikan warga sekitar yang berupaya melakukan pemadaman mandiri sebelum tim profesional tiba untuk mengambil alih kendali.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, membenarkan perihal cepatnya proses penyebaran api di kawasan tersebut. "Saat tim tiba di lokasi, api sudah cukup besar dan melahap sejumlah kios yang sebagian besar terbuat dari bahan semi permanen," ujar Zarman saat memberikan keterangan pascakejadian. Pernyataan tersebut menggambarkan betapa sulitnya medan yang dihadapi petugas dalam memadamkan api yang sudah terlanjur menjalar antarbangunan.

Seluruh personel pemadam kebakaran berjibaku melakukan proses penyemprotan air serta melokalisir sumber api agar tidak menjangkau rumah warga lain di sekitar lokasi. Fokus utama tim adalah memutus rantai penyebaran api demi memastikan lingkungan sekitar tetap aman. Setelah melalui perjuangan keras di tengah malam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan proses pendinginan dimulai untuk memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berisiko muncul kembali.

Data sementara menunjukkan bahwa sebanyak 12 kios milik seorang warga bernama Yasid Bakrie habis terbakar hingga rata dengan tanah. Selain bangunan tempat usaha, dua unit mobil yakni satu unit Grand Max dan satu unit Avanza milik warga bernama Sap ikut menjadi sasaran amukan api. Kerugian materiil dipastikan mencapai angka yang cukup signifikan, mengingat kios-kios tersebut merupakan sumber penghasilan utama bagi pemiliknya selama ini.

Beruntung, musibah dini hari ini tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka di antara para pemilik kios atau warga sekitar. Keberhasilan petugas dalam melokalisir api sebelum merambat ke permukiman padat menjadi penyelamat utama dalam insiden besar ini. Seluruh unit pemadam kebakaran akhirnya dapat meninggalkan lokasi kejadian pada pukul 04.17 WIB setelah memastikan kondisi benar-benar telah aman dari ancaman kebakaran susulan.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti munculnya percikan api pertama. Tim investigasi terus mengumpulkan keterangan dari saksi mata serta melakukan pendataan menyeluruh mengenai total estimasi kerugian yang dialami para korban. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi arus pendek listrik dan selalu memastikan keamanan instalasi listrik di tempat usaha maupun tempat tinggal mereka masing-masing. *son/01*


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.