Hangatnya Ramadan di Gedung PWI Riau: Wartawan Bersatu, Santuni Anak Yatim, Dengarkan Tausiyah UAS

Nuansa Ramadan yang penuh berkah begitu hangat di Gedung (PWI) Riau(ist)

PEKANBARU,RIAUKU.COM – Nuansa Ramadan yang penuh berkah terasa begitu hangat di Gedung (PWI) Riau, Jalan Arifin Ahmad, , Selasa (10/3/2026).

Keluarga besar PWI Riau bersama (IKWI) menggelar buka puasa bersama yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat integritas insan pers.

Sejak menjelang waktu berbuka, para wartawan, keluarga, dan tamu undangan mulai memadati Gedung PWI Riau.

Senyum dan sapa hangat mewarnai pertemuan para insan pers yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas jurnalistik di berbagai wilayah.

Mengusung tema “Ramadan Berkah, PWI Riau Bermarwah dan Berintegritas,” kegiatan ini menjadi pengingat bahwa profesi wartawan bukan hanya soal menyampaikan berita, tetapi juga menjaga nilai kejujuran, tanggung jawab, dan marwah jurnalistik.

Ketika azan Magrib berkumandang, suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh hadirin menikmati hidangan berbuka puasa bersama.

Di sela-sela kebersamaan itu, keluarga besar PWI Riau juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim.

Momentum tersebut menjadi salah satu wujud nyata bahwa insan pers tidak hanya hadir melalui tulisan dan pemberitaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Isya dan tarawih berjamaah yang semakin menambah kekhusyukan suasana malam Ramadan.

Setelah itu, jamaah mendapatkan siraman rohani melalui tausiyah yang disampaikan oleh ulama kondang, .

Ketua PWI Riau, , mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi insan pers.

Menurutnya, PWI Riau terus berkomitmen menjaga profesionalisme wartawan dengan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

“Kantor PWI Riau ini menjadi simbol komitmen organisasi dalam menjaga marwah pers serta mendukung kerja jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Raja Isyam juga menyoroti tantangan dunia pers di era digital yang semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat di media sosial sering kali tidak diiringi dengan akurasi dan verifikasi yang memadai.

Karena itu, ia menegaskan bahwa media arus utama harus tetap menjadi rujukan masyarakat dengan menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, ia juga menyinggung fenomena munculnya pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan namun tidak menjalankan profesi sesuai standar dan kode etik jurnalistik.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi media yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik secara profesional,” tambahnya.

Melalui momentum Ramadan ini, Raja Isyam mengajak seluruh anggota PWI di kabupaten dan kota se-Provinsi Riau untuk terus memperkuat silaturahmi, menjaga solidaritas, serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Kegiatan buka puasa bersama ini turut dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan yang diwakili Asisten I, jajaran , , serta unsur TNI melalui Danlanud. Kehadiran para tamu undangan dan sponsor membuat Gedung PWI Riau semakin ramai oleh semangat kebersamaan.

Di tengah kesibukan dunia jurnalistik yang dinamis, malam Ramadan itu menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kepedulian, dan integritas adalah nilai yang harus selalu dijaga oleh setiap insan pers di Bumi Lancang Kuning.(*04*)

 

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.