Durasi Berkendara Aman saat Mudik Lebaran Maksimal 4 Jam

Durasi Berkendara Aman saat Mudik Lebaran Maksimal 4 Jam. (ist)


JAKARTA - Berapa durasi berkendara agar aman saat mudik lebaran? Nah, untuk menempuh perjalanan mudik Lebaran, tentunya membutuhkan persiapan yang sangat matang. Simak tulisan ini?

Pasalnya, dengan kondisi lalu lintas yang pastinya sangat padat, dan juga jarak tempuh yang cukup jauh, harus bisa disiasati oleh pengemudi dengan baik.

Pasalnya, melakukan perjalanan mudik atau balik dari kampung halaman, dengan kondisi lalu lintas yang tidak bisa ditebak akan menjadi kegiatan yang sangat melelahkan.

Konsentrasi Lihat Jalan

Selama berjam-jam, pengemudi harus berkonsentrasi melihat jalan dan kendaraan lainnya agar tidak terjadi kecelakaan.

Menurut Rifat Sungkar, pereli nasional dan brand ambasador Mitsubishi, ketika berkendara tanpa berhenti alias tidak dalam kondisi macet, maksimal hanya tiga jam, setelah itu disarankan untuk beristirahat.

"Kalau berkendara terus dan tidak berhenti, sebaiknya maksimal tiga jam. Tapi kalau berhenti alias dalam kondisi macet bisa sampai empat jam," jelas Rifat kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Selain itu, suami dari Sissy Priscillia ini menyarankan, ketika melakukan perjalanan mudik atau balik Lebaran jangan berpikir untuk cepat sampai.

"Itu salah (berpikir cepat sampai), kita harus berpikir selamat, bukan cepat sampai. Sepanjang perjalanan mudik Lebaran 2025 harus enjoy," ucap Rifat dilansir liputan6 di akhir pekan.

Lihat Kadar Oksigen dan Air

Sementara itu, berkendara saat mudik atau balik Lebaran untuk menjaga konsentrasi ada dua kunci, yaitu kadar oksigen dan air.

Jika keduanya berada di titik 80 persen, maka konsentrasi saat mengemudi sangat baik.

"Triknya, saat mengemudi siang hari diusahakan tidur saat istirahat. Tidak usah lama-lama, cukup setengah jam sampai satu jam untuk restart body," pungkasnya. *04


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.