Eks Bos BUMN Diminta Bertanggung Jawab, Prabowo: Siap-siap Dipanggil Kejaksaan?
JAKARTA - "Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab jangan enak-enak aja kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan," tegas Presiden Prabowo Subianto, di Rakornas Kepala Daerah 2026 di SICC Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Hal ini ditegaskan Presiden Prabowo saat menjelaskan pengelolaan BUMN terbagi ke masing-masing perusahaan, yaitu sebanyak 1.040 buah. Dengan jumlah tersebut, Prabowo pesimis terhadap pengelolaan dengan jumlah besar tersebut. Oleh karena itu, maka dibentuk Danantara untuk mengelola BUMN.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- 16 Maret 2026, Ini Daftar Peringatan Penting Hari Ini: dari Hari Rimbawan hingga Hari Panda Sedunia
"Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan nggak? Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan," tegas Prabowo.
Dia menekankan bagi pemimpin-pemimpin BUMN yang ketahuan melakukan akal-akalan akan disikat. Dia menyindir kalau tidak mau tanggung jawab maka akan dipanggil Kejaksaan Agung.
Dia juga mengingatkan, bahwa hal ini bukan cuma omong-omong kosong belaka. Prabowo menilai dirinya tidak takut pada siapapun, kecuali rakyat Indonesia dan juga Tuhan Maha Besar.
"Kan mereka ngejek Prabowo tuh hanya bisa ngomong di podium aja. Oh ya? Tunggu aja panggilan. Lu jangan nantang gue lu! Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan tuhan maha besar," tegas Prabowo.
Prabowo juga menjelaskan terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak efisien dan merugikan negara sejak dahulu. Saat ini BPI Danantara dibentuk sebagai pengelola utama kekayaan negara.
Dijelaskan Presiden, negara telah mengumpulkan semua pengelolaan manajemen dalam satu pengelola senilai US$ 1 triliun.
"Saya sudah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam 1 manajemen dalam satu pengelolaan yang nilainya US$ 1 triliun. Lengkapnya US$ 1.040 miliar asset under management," ujar Prabowo. dc/dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar