Ojol Pekanbaru Full Senyum! Kapolda Riau Buka Bengkel Gratis, Lokasinya Bikin Melongo

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan bersama mahasiswa dan pengemudi ojol pada acara buka puasa bersama di Markas Brimob Polda Riau, Senin, 9 Maret 2026. (ist)

PEKANBARU, RIAUKU.COM - Suasana Aula Satbrimob Polda Riau pada Senin sore, 9 Maret 2026, terasa jauh dari kesan kaku yang biasanya melekat pada institusi kepolisian. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan mahasiswa duduk bersila, membaur dengan pejabat kepolisian tanpa ada sekat yang membatasi.

Aroma takjil yang tersaji menjadi saksi bisu cairnya hubungan antara aparat dan masyarakat yang selama ini sering kali terjebak dalam batas formalitas. Irjen Pol Herry Heryawan, sosok nomor satu di kepolisian Riau, tampak luwes berinteraksi dengan para tamu undangan di tengah hangatnya waktu berbuka puasa.

Bagi sang Kapolda, polisi bukan entitas yang harus ditakuti, melainkan elemen yang melekat erat dengan denyut nadi masyarakat. Ia menegaskan, senjata utama Brimob bukan terletak pada peluru atau peralatan tempur yang canggih, melainkan pada kepercayaan masyarakat.

Kehadiran komunitas ojol dan mahasiswa di Mako Brimob merupakan simbol nyata bahwa ruang-ruang kepolisian kini terbuka lebar bagi siapapun yang ingin berdiskusi dan membangun negeri. Sinergi ini dianggap krusial untuk menciptakan suasana Bumi Lancang Kuning yang aman, damai, dan penuh toleransi.

Inovasi yang muncul di sela-sela acara buka puasa bersama itu berhasil mencuri perhatian banyak orang. Secara spontan, Kapolda mencetuskan ide brilian untuk menyediakan fasilitas bengkel gratis bagi para driver ojol di area Mako Brimob.

Ide ini tidak hanya disambut tepuk tangan, tetapi juga menjadi oase bagi para pengemudi yang setiap hari berhadapan dengan risiko kerusakan kendaraan di jalanan. Program ini rencananya bakal bekerja sama dengan Baznas untuk memastikan keberlanjutan bantuan tersebut bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Ketegasan seorang pimpinan terlihat jelas saat ia memberikan jaminan pribadi atas realisasi program bengkel tersebut. Irjen Herry tidak ingin janji ini hanya menjadi angin lalu yang menguap begitu saja setelah acara selesai. Ia justru menantang para mitra ojol untuk menagih langsung kepadanya apabila realisasi fasilitas perbaikan kendaraan itu tidak segera terwujud. Sikap lugas ini sontak membuat aula bergema dengan teriakan hidup Kapolda, menandakan kepercayaan besar para pengemudi terhadap komitmen tersebut.

Pelayanan ini bukan sekadar urusan menambal ban bocor atau memperbaiki mesin yang rewel. Jauh di dalam program tersebut, ada pesan moral tentang kepedulian negara terhadap warga yang berjuang di garda depan ekonomi masyarakat. Kapolda ingin memastikan bahwa polisi hadir memberikan solusi konkret, bukan sekadar memberikan imbauan di jalanan. Mako Brimob kini bertransformasi menjadi rumah singgah yang memberikan rasa aman sekaligus dukungan teknis bagi mereka yang membutuhkan.

Buka puasa bersama Kapolda Riau dengan driver ojol dan mahasiswa copy2.jpg

Kesamaan Nasib di Aspal dan Kampus

Membangun negeri tidak selalu tentang kebijakan besar di balik meja kerja yang mewah. Irjen Herry melihat kemiripan antara polisi, mahasiswa, dan ojol sebagai tiga kelompok yang menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang publik. Mahasiswa membawa gagasan perubahan dan kritik intelektual, ojol menggerakkan roda ekonomi yang vital bagi keluarga, sedangkan polisi bertugas memastikan ketertiban. Ketiga elemen ini ibarat tiga kaki penyangga yang menjaga kestabilan kehidupan sosial di Kota Pekanbaru setiap harinya.

Kehadiran mahasiswa di Mako Brimob menjadi pembuktian bahwa kampus tidak hanya menjadi menara gading yang melahirkan narasi kritik tanpa arah. Kapolda sangat menghargai peran mahasiswa sebagai penggerak energi perubahan yang berani berdialog secara positif dan intelektual. Ia secara terbuka menyatakan bahwa Polda Riau tidak pernah alergi terhadap kritik, selama hal itu disampaikan untuk membangun perbaikan ke arah yang lebih baik. Ruang dialog yang dibuka lebar ini menjadi preseden positif dalam mengelola hubungan antara aparat dan elemen kritis masyarakat.

Kisah inspiratif turut diceritakan oleh sang Kapolda untuk membakar semangat para mahasiswa yang hadir. Ia menuturkan perjalanan seorang mahasiswa Fakultas Hukum UGM yang mampu membiayai kuliah dengan menjadi driver ojol di sela waktu belajar. Berkat kerja keras, mahasiswa tersebut mampu lulus dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,99. Cerita ini menjadi bukti bahwa status sosial bukanlah batasan bagi seseorang untuk mencapai prestasi gemilang jika dibarengi dengan keteguhan hati.

"Di balik jaket ojol yang terlihat, bukan hanya ada aplikasi digital, tetapi juga ada mimpi dan harapan keluarga yang mereka perjuangkan," ungkap Irjen Herry dengan nada haru.

Pernyataan tersebut menggugah kesadaran banyak orang tentang pentingnya menghargai setiap tetes keringat yang diperas di jalanan. Polisi, mahasiswa, dan ojol diharapkan bisa terus berjalan beriringan tanpa harus saling memunggungi. Semangat kolaborasi ini menjadi modal utama bagi masyarakat Riau dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ketika ketiganya bersatu dalam visi kebangsaan, maka ketertiban sosial bukanlah hal mustahil untuk dipertahankan.

Buka puasa bersama Kapolda Riau dengan driver ojol dan mahasiswa copy3.jpg

Sosok Ayah Angkat bagi Pejuang Jalanan

Arianto, Ketua Ojol Kamtibmas Pekanbaru, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan oleh kepolisian selama ini. Selama ini, para driver ojol sering merasa dipandang sebelah mata, namun Kapolda Riau telah merangkul mereka untuk menjadi mitra dalam menjaga kamtibmas. Posisi ojol yang strategis karena tersebar di seluruh pelosok kota membuat mereka menjadi mata dan telinga yang sangat berguna bagi kepolisian. Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan polisi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para driver saat menjalankan operasionalnya.

Harapan besar pun dilontarkan oleh komunitas ojol agar Kapolda Riau bersedia menjadi sosok 'ayah angkat' bagi mereka di kota ini. Sosok ayah angkat yang dimaksud adalah seseorang yang bisa menjadi tempat mengadu saat mereka mengalami perlakuan tidak adil di lapangan. Mereka membutuhkan perlindungan dan bimbingan agar tetap bisa menjalankan pekerjaan dengan tenang tanpa harus takut oleh intimidasi pihak manapun. Permintaan ini disambut dengan sangat hangat oleh Kapolda sebagai bentuk tanggung jawab moril seorang pemimpin.

Sebagai simbol kedekatan tanpa jarak, sesi foto bersama di dekat kendaraan taktis Baracuda menjadi momen yang sangat berkesan bagi para peserta. Tidak ada lagi ketakutan melihat kendaraan berat kepolisian yang biasanya terkesan angker dan menakutkan. Justru sebaliknya, para ojol dan mahasiswa berebut untuk mengabadikan momen bersama Kapolda di depan mobil taktis tersebut. Simbol ini menunjukkan bahwa Brimob dan Polri secara keseluruhan adalah milik rakyat yang siap melindungi dengan sepenuh hati.

Selain bantuan bengkel, acara ditutup dengan pembagian sembako dan bibit pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Mahasiswa dan komunitas ojol tampak pulang dengan wajah yang sumringah karena mendapatkan perhatian yang luar biasa dari orang nomor satu di kepolisian Riau. Kegiatan ini menjadi potret humanis yang perlu terus dijaga untuk memupuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Semoga janji bengkel gratis tersebut segera menjadi kenyataan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh driver ojol di Bumi Lancang Kuning.

Polisi yang merangkul rakyat adalah polisi yang dicintai, bukan karena seragamnya, melainkan karena perbuatannya. Irjen Pol Herry Heryawan telah memberikan contoh bagaimana memimpin dengan hati dan tindakan yang menyentuh level akar rumput. Komitmen ini akan terus ditagih oleh masyarakat sebagai bukti bahwa negara benar-benar hadir di tengah-tengah warganya. Riau kini memiliki harapan baru bahwa sinergi antara polisi dan komunitas bisa membawa kedamaian yang lebih hakiki bagi kehidupan kota Pekanbaru.*son/01*


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.