Iran Bantah Dapat Ultimatum Amerika untuk Perundingan Nuklir
TEHERAN - Otoritas Iran membantah pihaknya telah mendapat ultimatum dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kesepakatan nuklir. Trump sebelumnya mengklaim dirinya telah memberikan tenggat waktu kepada Teheran untuk memulai perundingan dan mengertak melakukan aksi militer.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah adanya ultimatum dari AS. Hal ini terungkap saat Konferensi pers, seperti dilansir AFP, Senin (2/2/2026).
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
"Iran merupakan negara selalu bertindak dengan kejujuran dan keseriusan dalam proses diplomatik, tetapi tidak pernah menerima ultimatum," tegas dia.
"Untuk alasan itu, pernyataan semacam itu tidak dapat dikonfirmasi," kata Baghaei dalam konferensi pers pada Senin (2/2) waktu setempat.
Di Ruang Oval Gedung Putih baru-baru ini, Trump mengharapkan Iran berupaya untuk melakukan negosiasi, daripada menghadapi serangan militer AS. Trump memprediksi Teheran "memang ingin mencapai kesepakatan" dengan Washington.
Ketika ditanya lebih lanjut oleh wartawan, soal apakah dirinya memberikan tenggat waktu kepada Iran untuk memulai pembicaraan tentang program nuklir dan rudalnya, Trump menjawab: "Iya, saya sudah memberikannya."
Namun, dia menolak untuk mengungkapkan berapa lama tenggat waktu tersebut. "Hanya mereka yang tahu pasti," imbuhnya.
Trump, dalam pernyataan terbaru pada Minggu (1/2), kembali mengharapkan agar AS dapat mencapai kesepakatan dengan Iran, setelah pemimpin tertinggi Teheran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa setiap serangan AS terhadap Iran akan memicu perang regional.
"Tentu saja dia akan mengatakan hal itu," ucap Trump ketika dimintai komentar soal peringatan Khamenei.
Trump kemudian menambahkan: "Semoga kita akan mencapai kesepakatan. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak."
Iran Jajaki Diplomasi
Baghaei, dalam konferensi pers awal pekan ini, juga mengatakan bahwa Iran sedang menjajaki sejumlah jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan yang meningkat dengan AS. Dia mengatakan bahwa berbagai proses diplomatik untuk meredakan ketegangan dengan AS sedang diteliti oleh Iran.
Dia menambahkan bahwa Teheran berharap hasil dari proses tersebut akan bisa diketahui dalam beberapa hari ke depan.
"Berbagai poin telah saling disampaikan, dan kami saat ini sedang memutuskan dan meneliti detail dari setiap proses diplomatik, yang kami harapkan akan membuahkan hasil dalam beberapa hari mendatang," ujarnya.
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar