Trump Tuduh Iran Sendiri Mengebom Sekolah SD Mereka, 150 Siswi Tewas
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat membantah AS membombardir sekolah di Minab, Iran, selatan, yang menewaskan lebih dari 150 orang. Bahkan, dirinya menuding Teheran berada di balik serangan itu. Sementara, Iran menuduh Washington berada di balik serangan itu.
Sebelumnya terdapat bukti video yang menunjukkan AS meluncurkan serangan udara di dekat sekolah dasar di Minab.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- 29 Hektar Lahan di Pekanbaru dan Sekitarnya Terbakar Akibat Cuaca Panas
"Kami pikir itu dilakukan oleh Iran. Karena, seperti yang Anda tahu, mereka sangat tidak akurat dalam menggunakan amunisi. Mereka sama sekali tidak memiliki akurasi," ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, dikutip Japan Times.
Serangan dilaporkan menghantam sekolah dasar khusus perempuan di Minab pada Sabtu (7/3). Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, mengatakan sekitar 150 siswi tewas.
Israel maupun AS belum mengeklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Pejabat AS mengatakan insiden itu masih dalam penyelidikan. Sementara, Iran menuduh Washington berada di balik serangan itu.
Para wartawan juga belum dapat mengakses lokasi kejadian untuk memverifikasi insiden maupun memastikan jumlah korban.
Sejumlah pejabat anonim mengatakan masih ada kemungkinan muncul bukti baru yang dapat membebaskan AS dari tanggung jawab dan menunjuk pihak lain sebagai pelaku.
Pentagon merujuk pertanyaan mengenai insiden ini kepada Komando Pusat Militer AS. Juru bicaranya, Kapten Timothy Hawkins, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan komentar.
Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan AS tidak menargetkan warga sipil.
Kantor berita semi-resmi Iran Mehr News kemudian merilis video yang menunjukkan serangan rudal menghantam daerah tersebut, di mana salah satu rudal tertangkap berjenis Tomahawk BGM atau UGM-109 buatan AS.
Video ini menangkis klaim Presiden AS Donald Trump yang menyalahkan Iran atas serangan tersebut.
Rudal itu terlihat menggempur target di dalam pangkalan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam rekaman yang diambil dari lokasi konstruksi terdekat.
Serangan terhadap sekolah di Minab dilaporkan terjadi pada hari pertama operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.
Berdasarkan arsip situs resmi sekolah itu, bangunan sekolah berada di dekat kompleks yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Direktur lembaga riset persenjataan Armament Research Services, NR Jenzen-Jones, mengatakan citra satelit menunjukkan sekolah dan kompleks IRGC kemungkinan terkena serangan menggunakan amunisi peledak yang dijatuhkan dari udara.
Sementara itu, IRGC pada Jumat menyatakan telah menargetkan pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab yang mereka tuduh digunakan sebagai titik peluncuran serangan itu.
Kantor hak asasi manusia PBB, pada Selasa menyerukan penyelidikan atas serangan itu tanpa menyebut pihak yang bertanggung jawab.
Juru bicaranya, Ravina Shamdasani, mengatakan pihak yang melakukan serangan memiliki kewajiban untuk menyelidiki insiden itu.
Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar pemakaman para siswi pada Selasa. Peti mati kecil mereka dibalut bendera Iran dan dibawa melewati kerumunan besar menuju lokasi pemakaman. *04
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar