Derby della Madonnina Memanas, Milan Menang Dramatis

Rafael Leao (kanan) dari AC Milan berebut bola dengan pemain Inter Milan, Yann Bisseck, dalam laga Serie A, Senin dini hari (9/3/2026). (AP Photo)

MILAN, RIAUKU.COM - Derby Milan berlangsung panas. Stadion San Siro bergemuruh keras. Satu gol menentukan segalanya. Laga penuh tensi tinggi. Dua tim bermain hati-hati. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Gol akhirnya hadir cepat. Bek kiri mencetak sejarah. Pervis Estupinan jadi pahlawan Milan.

Pertandingan pekan ke-28 Serie A. Duel berlangsung Senin dini hari. Ribuan suporter memadati stadion. Kemenangan tipis diraih Milan. Skor akhir bertahan 1-0. Hasil ini mengguncang klasemen liga. Tim tuan rumah merayakan kemenangan. Para pemain berpelukan di lapangan. Sorakan suporter menggema lama.

Pertandingan dimulai dengan tempo lambat. Kedua tim menjaga organisasi. Tekanan muncul bergantian. Inter mencoba menguasai permainan. Operan pendek mendominasi lapangan. Milan menunggu peluang balik.

Lini tengah jadi medan duel keras. Tekel terjadi berkali-kali. Atmosfer stadion terasa tegang. Peluang emas pertama datang. Henrikh Mkhitaryan melepas tembakan dekat. Bola hampir menjebol gawang.

Kiper Milan bereaksi cepat. Mike Maignan menepis bola keras. Penyelamatan itu memicu sorakan stadion. Maignan berkata singkat usai laga. “Penyelamatan itu sangat penting,” ujarnya. Rekan setim memberi tepuk tangan.

Kurang satu menit kemudian serangan terjadi. Milan bergerak cepat dari sisi kiri. Bola mengarah ke kotak penalti.

Gol Kilat Mengubah Laga

Serangan Milan berjalan cepat. Bola diteruskan ke depan. Pertahanan Inter sempat lengah. Pervis Estupinan menerima umpan matang. Ia berdiri bebas di sisi kiri. Ruang tembak terbuka lebar.

Tendangan keras langsung dilepas. Bola meluncur tajam ke gawang. Kiper Inter tak mampu menahan. Stadion langsung meledak. Suporter Milan bersorak keras. Gol itu tercipta menit ke-35.

Estupinan berlari merayakan gol. Rekan setim langsung memeluknya. Senyum lebar terlihat jelas. Bek asal Ekuador itu bicara singkat. “Ini malam yang indah,” katanya. Ia tampak sangat bahagia.

Gol tersebut mengubah arah laga. Tempo permainan meningkat. Kedua tim saling menekan. Alexis Saelemaekers mendapat peluang. Tembakan keras dilepaskan cepat. Bola masih melebar tipis.

Inter juga menciptakan peluang. Nicolo Barella menembak dari luar kotak. Bola melintas dekat tiang. Babak pertama akhirnya selesai. Skor masih bertahan tipis. Milan unggul satu gol penting.

Inter Menekan Tanpa Henti

Babak kedua langsung memanas. Inter tampil lebih agresif. Tekanan datang bertubi-tubi. Serangan sayap menjadi andalan. Umpan silang terus dikirim. Pertahanan Milan bekerja keras. Federico Dimarco mendapat peluang emas. Ia melepas tendangan keras. Bola melambung tipis. 

Pelatih Inter melakukan perubahan. Dua pemain baru masuk. Tempo permainan makin meningkat. Petar Sucic turun membantu serangan. Denzel Dumfries memperkuat sisi kanan. Tekanan semakin terasa.

Pertahanan Milan tetap disiplin. Bek bekerja tanpa henti. Bola berkali-kali disapu keluar. Sebuah insiden terjadi menit ke-68. Alessandro Bastoni terjatuh keras. Ia mengalami cedera.

Bastoni tidak melanjutkan laga. Carlos Augusto masuk menggantikan. Permainan kembali dilanjutkan. Milan bertahan dengan rapi. Garis pertahanan tetap rapat. Inter kesulitan masuk kotak penalti. Waktu terus berjalan cepat. Skor masih bertahan sama. Ketegangan terasa di setiap detik.

Drama Menit Akhir Pertandingan

Menit akhir berlangsung dramatis. Inter terus menggempur pertahanan. Milan bertahan habis-habisan. Pio Esposito sempat terjatuh. Insiden terjadi di kotak penalti. Pemain Inter meminta pelanggaran.

Wasit tidak menunjuk titik putih. Laga tetap berlanjut cepat. Suasana stadion semakin panas. Inter memperoleh sepak sudut. Bola diarahkan ke depan gawang. Para pemain berebut keras.

Dimarco sempat mencetak gol. Bola masuk ke gawang Milan. Sorakan Inter sempat meledak. Namun peluit lebih dulu berbunyi. Gol tersebut dianulir wasit. Keputusan memicu protes pemain.

Inter mengajukan klaim handball. Pemain meminta pemeriksaan VAR. Wasit tetap pada keputusan awal. Pertandingan akhirnya selesai. Skor tetap 1-0. Milan memastikan kemenangan penting.

Pelatih Milan memberi komentar singkat. “Ini kemenangan besar,” katanya. Para pemain tersenyum lega. 

Rekor Baru Sang Penentu

Gol Estupinan memberi catatan sejarah. Ia mencetak gol penting. Namanya langsung dikenang. Bek kiri tersebut tampil luar biasa. Ia menjaga sisi kiri dengan disiplin. Inter sulit menembus.

Beberapa tekel sukses dilakukan. Sapuan bola juga sangat penting. Pertahanan Milan tetap solid. Statistik mencatat performa impresif. Tiga tekel sukses terjadi. Tiga sapuan penting dilakukan.

Nilai tertinggi diberikan pengamat. Penampilan Estupinan dipuji luas. Ia disebut pahlawan laga. Gol itu juga mencatat sejarah unik. Estupinan berasal dari Ekuador. Ia mencetak sejarah derby.

Ia menjadi pemain Ekuador pertama. Gol tercipta dalam Derby Milan. Catatan itu sangat bersejarah. Estupinan kembali memberi komentar. “Saya hanya membantu tim,” ujarnya. Ia merendah usai laga.

Persaingan Gelar Kembali Memanas

Kemenangan ini sangat penting. Milan mengoleksi enam puluh poin. Persaingan gelar kembali terbuka. Inter masih memimpin klasemen. Namun jarak kini menipis. Tekanan mulai terasa besar.

Derby ini memberi pesan kuat. Milan belum menyerah. Perburuan gelar masih panjang. Suporter Milan pulang bahagia. Stadion tetap bergemuruh lama. Malam derby terasa sangat emosional.

Inter harus segera bangkit. Jadwal liga masih panjang. Persaingan bakal semakin panas. Derby Milan selalu penuh drama. Gol tunggal cukup menentukan. Malam ini milik Rossoneri. *01*


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.