Garuda Indonesia: Suara Aneh Terdengar Saat Pesawat GA-176 Mau Mendarat di Pekanbaru
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Detik-detik menjelang pendaratan sering menjadi momen paling krusial dalam sebuah penerbangan. Pada Sabtu sore, 7 Maret 2026, lalu, suasana di kokpit penerbangan Garuda Indonesia GA-176 berubah tegang setelah kru mendengar suara tidak biasa dari bagian depan pesawat.
Pekanbaru Branch Manager Corporate Communications PT Garuda Indonesia, Daniel Valentino, menuturkan suara tersebut terdengat ketika pesawat mulai menurunkan ketinggian untuk mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. "Indikasi adanya objek asing tersebut diketahui setelah kru pesawat mendengar suara tidak biasa saat proses persiapan pendaratan," tulis Daniel dalam siaran persnya, Minggu, 8 Maret 2026.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Walau begitu, pesawat yang terbang dari Jakarta itu tetap melanjutkan prosedur pendaratan sesuai standar keselamatan. "Pilot menjalankan langkah mitigasi setelah mendengar bunyi asing yang tidak pernah muncul dalam kondisi normal. Seluruh prosedur keselamatan dilakukan secara hati-hati agar pendaratan tetap aman," tambah Daniel.
Roda pesawat Garuda akhirnya menyentuh landasan Bandara Sultan Syarif Kasim II pada pukul 17.14 WIB. Pesawat yang diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15.35 WIB itu membawa 116 penumpang bersama tujuh kru penerbangan. Seluruh penumpang dipastikan mendarat dengan selamat tanpa ada korban.
Setibanya di bandara tujuan, lanjut Daniel, pesawat langsung menjalani pemeriksaan teknis dan proses investigasi oleh tim terkait. Tindak lanjut berupa inspeksi menyeluruh serta perawatan armada akan dilakukan sebelum pesawat dinyatakan laik operasi kembali sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang berlaku.
Garuda Indonesia memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan secara ketat selama proses tersebut. Maskapai nasional itu juga menegaskan keselamatan penerbangan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap operasional armada.
Sebelumnya diberitakan insiden benturan moncong pesawat Garuda terjadi ketika mulai memasuki fase pendekatan menuju landasan Pekanbaru. Pada fase ini pilot biasanya melakukan pengaturan kecepatan dan konfigurasi sayap untuk pendaratan. Di tengah proses tersebut, kru kokpit mendengar suara asing dari bagian depan pesawat.
Suara tersebut terdengar singkat namun cukup jelas bagi kru yang sudah berpengalaman. Pilot segera mengidentifikasi kemungkinan sumber suara tersebut sambil tetap menjaga stabilitas pesawat. Prosedur keselamatan langsung dijalankan sesuai standar operasional penerbangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan serius pada sistem pesawat. Pilot mempertahankan kendali penuh hingga pesawat akhirnya mendarat dengan mulus di landasan Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Setelah pesawat berhenti sempurna, tim teknis maskapai segera melakukan pemeriksaan awal. Area sekitar pesawat langsung diamankan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan.
Garuda Indonesia kemudian mengumumkan adanya indikasi Foreign Object Debris atau benda asing yang diduga mengenai pesawat. Pemeriksaan lebih lanjut langsung dilakukan untuk memastikan sumber suara yang terdengar dari kokpit.
Dugaan Benturan Benda Asing
Investigasi awal mengarah pada kemungkinan benturan benda asing di bagian hidung pesawat. Bagian ini dikenal sebagai radome yang melindungi radar cuaca pesawat. Perangkat radar tersebut memiliki peran penting bagi navigasi dan keselamatan penerbangan.
Benturan pada radome bisa terjadi akibat berbagai faktor. Salah satu kemungkinan yang sering muncul dalam dunia penerbangan adalah tabrakan dengan burung atau bird strike. Namun hingga pemeriksaan awal selesai dilakukan, tidak ditemukan noda darah maupun sisa bulu di area kerusakan.
Tim teknis kemudian membuka beberapa panel untuk memeriksa struktur internal pesawat. Pemeriksaan dilakukan secara teliti karena radar cuaca berada tepat di balik bagian hidung pesawat. Sistem tersebut menjadi “mata” bagi pilot saat menembus awan tebal atau cuaca buruk.
Executive General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad, menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Ia menjelaskan tim teknis maskapai dan otoritas penerbangan bekerja bersama untuk mencari sumber benturan tersebut. “Kami masih menunggu tim yang berwenang menyelidiki kejadian ini,” ujar Achmad.
Pemeriksaan juga mencakup analisis data penerbangan untuk mengetahui kapan benturan kemungkinan terjadi. Penyelidik berusaha menentukan apakah peristiwa tersebut terjadi saat pesawat berada di ketinggian jelajah atau saat mendekati landasan.
Investigasi Mendalam Tim Teknis
Setelah pesawat diparkir, area sekitar langsung diisolasi oleh petugas bandara. Tim teknis maskapai bersama otoritas penerbangan melakukan inspeksi menyeluruh pada badan pesawat. Setiap bagian diperiksa untuk memastikan tidak ada kerusakan lain yang tersembunyi.
Investigasi teknis seperti ini memerlukan waktu yang tidak singkat. Setiap komponen pesawat harus diperiksa dengan detail agar penyebab kejadian dapat dipastikan secara akurat. Dokumentasi kerusakan juga dilakukan sebagai bagian dari prosedur keselamatan penerbangan.
Para ahli struktur pesawat mulai memeriksa komponen di balik moncong pesawat. Radar cuaca yang berada di balik radome termasuk perangkat sensitif yang harus diuji kembali. Pengujian dilakukan sebelum pesawat dinyatakan layak terbang kembali.
Selain pemeriksaan fisik, tim juga menganalisis data dari sistem penerbangan pesawat. Data tersebut merekam berbagai parameter penerbangan yang dapat membantu mengungkap kronologi kejadian.
Garuda Indonesia menegaskan investigasi dilakukan sesuai standar keselamatan penerbangan nasional maupun internasional. Maskapai tersebut juga berkoordinasi intensif dengan otoritas penerbangan selama proses penyelidikan berlangsung.
Jadwal Penerbangan Terganggu
Insiden teknis tersebut berdampak langsung pada jadwal penerbangan lanjutan. Pesawat GA-176 yang seharusnya kembali ke Jakarta dengan nomor penerbangan GA-179 akhirnya tidak dapat dioperasikan sementara waktu. Pembatalan tersebut dilakukan demi memastikan keselamatan operasional.
Sebanyak 143 penumpang yang sudah menunggu di ruang keberangkatan harus mengalami perubahan rencana perjalanan. Manajemen maskapai segera menyiapkan solusi agar penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Sebagian besar penumpang akhirnya dialihkan ke penerbangan Citilink QG033. Pesawat tersebut dijadwalkan menuju Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta. Proses pengalihan dilakukan secara bertahap oleh petugas bandara.
Suasana di loket check-in sempat ramai saat petugas memproses perubahan tiket dan bagasi. Meski demikian proses berjalan cukup tertib berkat koordinasi antara maskapai dan pihak bandara.
Pesawat Citilink akhirnya lepas landas dari Pekanbaru pada pukul 19.12 WIB. Keberangkatan tersebut memastikan penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa penundaan terlalu lama.
Kesaksian Penumpang
Sebagian penumpang baru mengetahui adanya kerusakan setelah pesawat mendarat. Dari dalam kabin, sebagian besar hanya merasakan guncangan kecil yang dianggap sebagai turbulensi ringan. Situasi di dalam pesawat tetap tenang selama proses pendaratan berlangsung.
Seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut setelah melihat kondisi pesawat dari jendela terminal. Ia melihat bagian depan pesawat tampak mengalami penyok di salah satu sisi. “Tadi sempat kaget, pas lihat ke luar ternyata kepala pesawatnya sudah dalam kondisi penyok,” ujarnya.
Meski demikian, penumpang memuji profesionalisme kru penerbangan. Pilot dinilai mampu mengendalikan pesawat dengan sangat tenang sehingga tidak menimbulkan kepanikan di dalam kabin.
Keberhasilan pendaratan tersebut menjadi bukti pentingnya standar keselamatan dalam dunia penerbangan. Prosedur yang ketat memungkinkan situasi tidak biasa tetap dapat ditangani secara aman.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar