Hujan Tak Berhenti, Banjir Meluas di Jakarta Barat dan Selatan

Banjir di sejumlah ruas jalan di Jakarta akibat hujan dari Sabtu malam (7/3/2026) hingga Minggu pagi (8/3/2026). (ist)

JAKARTA, RIAUKU.COM - Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi memicu banjir di sejumlah wilayah ibu kota. Genangan air merendam puluhan rukun tetangga serta beberapa ruas jalan utama yang menjadi jalur mobilitas masyarakat. Aktivitas warga terganggu sejak pagi saat air mulai masuk ke permukiman.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan genangan terjadi di puluhan titik. Setidaknya 39 RT dan 13 ruas jalan dilaporkan terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Di beberapa lokasi, tinggi air bahkan mencapai lebih dari satu meter.

Situasi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran lama warga ibu kota setiap musim hujan tiba. Jalan-jalan padat kendaraan berubah menjadi genangan yang memperlambat lalu lintas. Aktivitas ekonomi warga pun ikut terganggu akibat kondisi tersebut.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menjelaskan hujan deras menjadi pemicu utama genangan di berbagai wilayah. Curah hujan tinggi berlangsung cukup lama sejak Sabtu malam. Kondisi tersebut membuat debit air meningkat di sejumlah saluran.

“Banjir terjadi akibat hujan deras di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu sampai dengan Minggu,” ujar Yohan.

BPBD terus memantau kondisi genangan yang tersebar di beberapa wilayah. Petugas lapangan dikerahkan untuk memastikan situasi tetap terkendali. Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan hujan lanjutan.

Hujan Deras Picu Banjir di Permukiman Warga

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sejak malam menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan. Air mulai naik ketika aliran drainase tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat. Beberapa kawasan bahkan mengalami genangan cukup tinggi.

BPBD mencatat wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan menjadi daerah yang paling terdampak. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai lebih dari satu meter. Kondisi ini membuat sebagian warga harus meningkatkan kewaspadaan.

Petugas juga memantau pergerakan air dari wilayah penyangga ibu kota. Curah hujan yang tinggi di kawasan sekitar turut memengaruhi kondisi aliran sungai. Dampaknya terasa pada sejumlah daerah permukiman yang berada di dataran rendah.

Selain merendam rumah warga, genangan juga menghambat aktivitas pagi hari. Beberapa warga harus menunda perjalanan karena jalan yang dilalui terendam air. Situasi ini sering terjadi ketika hujan deras turun dalam waktu lama.

Sebaran Banjir di Jakarta Barat

Wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup besar. BPBD mencatat setidaknya 19 RT terendam genangan air. Tinggi genangan bervariasi tergantung kondisi wilayah.

Kelurahan Kedaung Kali Angke termasuk kawasan yang terdampak. Empat RT di wilayah ini terendam dengan ketinggian air sekitar 60 hingga 70 sentimeter. Warga terlihat berusaha mengamankan barang-barang dari genangan.

Genangan juga terjadi di Kelurahan Kedoya Selatan dan Kedoya Utara. Masing-masing wilayah mencatat empat RT terdampak banjir. Tinggi air di kawasan tersebut berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter.

Sementara itu, Kelurahan Sukabumi Selatan mengalami genangan yang cukup tinggi. Dua RT di wilayah tersebut terendam air hingga sekitar 120 sentimeter. Kondisi ini membuat beberapa rumah terendam hampir setengah dinding.

Wilayah lain seperti Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara juga ikut terdampak. Genangan air di kawasan tersebut berkisar antara 50 hingga 65 sentimeter. Petugas terus melakukan pemantauan di lokasi tersebut.

Jakarta Selatan Juga Terdampak

Banjir juga melanda sejumlah wilayah Jakarta Selatan. BPBD mencatat setidaknya 20 RT terendam genangan air. Tinggi air di beberapa titik bahkan mencapai lebih dari satu meter.

Kelurahan Cilandak Barat termasuk wilayah yang terdampak. Satu RT di kawasan tersebut mengalami genangan hingga sekitar 120 sentimeter. Air mulai naik sejak dini hari.

Genangan juga terjadi di Kelurahan Cipete Utara. Tiga RT di wilayah ini terendam air setinggi sekitar satu meter. Warga terlihat berjaga di depan rumah untuk memantau kondisi air.

Kelurahan Petogogan menjadi lokasi dengan jumlah RT terdampak terbanyak. Sebanyak 12 RT mengalami genangan dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Meski tidak terlalu tinggi, air tetap mengganggu aktivitas warga.

Titik genangan tertinggi tercatat di Kelurahan Pela Mampang. Ketinggian air di satu RT mencapai sekitar 150 sentimeter. Lokasi ini menjadi salah satu area dengan dampak paling serius.

Jalan Utama Ikut Terendam

Banjir tidak hanya terjadi di permukiman warga. Sejumlah ruas jalan utama di Jakarta juga ikut terendam genangan air. Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas di beberapa jalur penting.

BPBD mencatat sedikitnya 13 ruas jalan terdampak banjir. Beberapa di antaranya merupakan jalur yang sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Genangan membuat kendaraan harus melambat bahkan mencari jalur alternatif.

Jalan Srengseng Raya dan Jalan Daan Mogot menjadi dua titik yang mengalami genangan cukup tinggi. Selain itu, kawasan sekitar Halte Taman Kota juga dilaporkan tergenang air. Kondisi tersebut memperlambat pergerakan kendaraan.

Jalan Kapten Pierre Tendean juga tidak luput dari genangan. Jalan tersebut merupakan salah satu jalur penting di Jakarta Selatan. Genangan air membuat arus kendaraan menjadi tersendat.

Beberapa ruas Jalan Cileduk Raya juga ikut terdampak. Titik genangan terjadi di sekitar kawasan Seskoal hingga Pom Bensin Shell Ulujami. Ketinggian air di sejumlah jalan berkisar antara 10 hingga 120 sentimeter.

BPBD Kerahkan Personel Tangani Genangan

BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan personel ke lokasi terdampak banjir. Tim lapangan bekerja untuk memantau kondisi genangan serta membantu proses penanganan. Koordinasi dilakukan dengan berbagai instansi terkait.

Langkah yang dilakukan antara lain memantau perkembangan genangan di setiap titik. Petugas juga mengoperasikan pompa air untuk mempercepat proses penyedotan. Saluran drainase dibersihkan agar aliran air kembali lancar.

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Bina Marga. Selain itu, petugas pemadam kebakaran turut dilibatkan dalam penanganan genangan. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat surutnya air.

Petugas lapangan juga memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali. Jika hujan kembali turun, langkah antisipasi akan segera dilakukan.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir. Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan terutama saat hujan deras terjadi. Informasi resmi dari pemerintah juga disarankan untuk terus dipantau. *01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.