Misteri Makam Keramat Syech Al Azhar Teluk Kuantan Riau, Disesak Peziarah
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Mendung menghitam dan tiba-tiba angin bertiup kencang, di Makam Syech Al Azhar di depan Pasar Rakyat Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Ini terjadi sebelum rombongan ziarah membacakan ayat suci di Makam keramat itu.
Tak terelakkan, Makam Syech Al Azhar banyak dikunjungi ratusan penziarah dari berbagai tempat. Ada yang sekedar mencari wangsit, tak sedikit pula mencari berkah menyambung hidup. Namun, banyak pula mendoakan kyai yang dikenal Datuk Keramat itu.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Syech Al Azhar tokoh ulama yang mengembangkan agama Islam di Kuantan Singingi ini, berasal dari Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Makamnya yang dikenal sejak lama itu dinilai masyarakat termasuk salah satu makam yang ada di Kuansing sebagai makam keramat dengan nama Datuk Keramat, yang banyak diminati para peziarah.
Sebut saja, ketika siang pukul 11.00 WIB, ratusan peziarah sudah antri untuk masuk ke lokasi makam. Itu pun berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Untuk menunggu, kadang mereka berkumpul di salah satu pondik dan pepohonan di sekitar lokasi.
Ketika menemui pimpinan rombongan penziarah Syahrial Efendi, mengakui bahwa penziarah banyak mengunjungi makam ini dari berbagai tempat, seperti Sitiung, Guntur, Pulau Punjung (Sumatera Barat), Lubuk Jambi, Inuman, Kopah, Pangean (Kuansing) dengan nama jamaah Syatariah. Mereka mengaku sebagai murid dari jemaah Syatariah. Sementara Al Azhar merupakan guru mereka, dengan harapan adanya limpahan berkat.
Terkait keahlian Al Azhar, jemaah Syatari lainnya Jamaluddin asal Sitiuang mengatakan berdasarkan sejarah yang diterima, sewaktu mengembangkan agama waktu dulu menjadi tukang angkat barang di pasar Teluk Kuantan (buruh angkat, red).
System menjadi tukang angkat, Al Azhar tidak sama dengan buruh-buruh lainnya, melainkan Al Azhar menerapkan sistem setiap barang yang diangkat, diminta syarat atau upah agar orang itu membaca dua kalimat syahadat.
Sekelompok rombongan datang. Mereka asyik mengumpulkan sejumlah uang untuk keperluan ziarah. Ada pula dengan mendengar dengan simak atas pengarahan dari pimpinan rombongan.
Adanya aksi pengumpulan uang ini diakui Juru kunci makam keramat, Hendriadi, bahwa jemaah Syatariah ini datang berziarah setiap tahun, kalau tahun sebelumnya, jemaah beriuran membelikan kaca makam.
Setelah mengumpulkan uang, rombongan itu duduk sembari pembacaan tahlil, tahmid dan yasin. Ketika satu ayat dibaca, tiba-tiba pembacaan tahlil terhenti. Rombongan gusar. Semua mata menatap ke atas langit yang terlihat menghitam. Ada yang berpindah duduk, banyak pula termenung menatap langit mendung.
Keterpanaan mereka disadari dengan angin kencang selama satu menit. Suasana jadi hening. Angin yang bertiup sesaat itu, tiba-tiba sirna. Prosesi tahlilan kembali dilanjutkan. Semua diam. Tak ada yang memulai untuk bertanya. Satu sama lain hanya membisu dengan sejuta pertanyaan di benak kepala. Namun suara ayat-ayat mulai terdengar dengan lembut. Begitu syahdu.

Lokasi Makam Keramat Syech Al Azhar
Makam Keramat Syech Al Azhar berada di Dusun Keramat, Desa Sawah, Teluk Kuantan, Riau, ramai dikunjungi ratusan peziarah, terutama saat momen bulan Ramadan atau pun saat ziarah kubur di hari-hari biasa.
Makam keramat ini menjadi situs wisata religi ini menjadi destinasi populer, di mana pengunjung datang untuk mendoakan almarhum Datuk Shaykh al-Azhar, seorang tokoh penyebar Islam di wilayah Riau daratan.
Makam Keramat Syech Al Azhar berlokasi berada di Dusun Keramat, Desa Sawah, Kecamatan Kuantan Tengah, Teluk Kuantan. Selama ini menjadi daya tarik dan pusat wisata religi di Kabupaten Kuantan Singingi yang ramai dikunjungi untuk berziarah.
Diketahui, makam ini adalah tempat peristirahatan Datuk Shaykh al-Azhar, yang dikenal sebagai salah satu penyebar agama Islam di Riau.
Kondisi saat ini sering disesaki pengunjung, terutama saat ziarah tradisional menjelang bulan suci Ramadan.
SK Penetapan No SK : Kpts. 966/XII/2017 pada Tanggal SK : 2017-12-29 sebagai Peringkat Cagar Budaya Provinsi. Jenis Cagar Budaya: Situs, Nama Cagar Budaya Makam Datuk Keramat Syech Al-Azhar. Keberadaan Provinsi Riau, Kabupaten Kuantan Singingi. *04
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar