DPR Minta TNI Jelaskan Instruksi Siaga 1 Prajurit di Timur Tengah

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin (ist)

JAKARTA - Dokumen Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berisi instruksi Siaga 1 ke seluruh prajurit. Perintah dimaksudkan sebagai antisipasi perkembangan dan situasi global saat ini, khususnya di Timur Tengah. Kok bisa?

Telegram dengan Nomor TR/283/2026 diteken oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun, pada 1 Maret 2026. Dalam dokumen tersebut, tertulis bahwa telegram yang tersebar merupakan perintah yang wajib dilaksanakan.

Merespons hal itu, Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mengaku bingung, sebab berdasarkan informasi yang diterimanya, ada dua jawaban yang berbeda.

“Kalau memang ada perbedaan penjelasan seperti yang muncul di publik, sebaiknya koordinasi di internal TNI diperbaiki. Jangan sampai informasi keluar justru membingungkan rakyat,” ujar TB Hasanuddin, dilansir liputan6, Minggu (8/3/2026).

TB Hasanuddin mengutip pernyataan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa instruksi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan operasional TNI sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang.

Baca juga: Panglima TNI Perintahkan Siaga Tingkat 1, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Namun di sisi lain, TB Hasanuddin juga mencatat pernyataan terpisah dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang menampik surat telegram Panglima TNI terkait status siaga tersebut saat dikonfirmasi media.

“Penting bagi TNI untuk memberikan penjelasan yang jelas, terkoordinasi, dan transparan kepada publik. Sebab isu yang berkaitan dengan kesiapsiagaan militer sering kali sensitif dan mudah menimbulkan spekulasi jika tidak dijelaskan dengan baik,” pesan purnawirawan pati TNI ini.

“Karena itu saya berharap TNI dapat menyampaikan informasi secara lebih terkoordinasi agar masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh dan tidak menimbulkan berbagai penafsiran,” imbuh TB Hasanuddin. *04

Tujuh Instruksi Telegram Panglima TNI

  1. Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan personel dan alutsista di jajaran dan melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.
  2. Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.
  3. Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan Atase Pertahanan (Athan) RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) bila diperlukan serta berkoordinasi dengan Kemlu (Kementerian Luar Negeri), KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), dan otoritas terkait sesuai eskalasi di Timur Tengah.
  4. Kodam Jaya/Jayakarta agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit strategis dan keduataan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.
  5. Satuan Intelijen TNI melaksanakan deteksi dini dan cegah dini adanya kelompok di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.
  6. Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) melaksanakan siaga di satuan masing-masing.
  7. Laporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi kepada Panglima TNI pada kesempatan.


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.