Sulap Kebun Sawit Jadi Ladang Emas: Terobosan Kapolda Riau Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
PELALAWAN, RIAUKU.COM - Lahan perkebunan sawit di Desa Sialang Indah, Kabupaten Pelalawan, kini berubah menjadi pusat perhatian nasional dalam upaya memacu kemandirian pangan Indonesia. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, secara resmi melaporkan pencapaian spektakuler terkait peningkatan produksi jagung yang melonjak hingga 385 persen sepanjang tahun 2025. Langkah strategis ini membuktikan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani mampu mengubah tantangan lahan menjadi peluang nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Penanaman jagung serentak yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi tonggak penting bagi jajaran Polda se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung khidmat melalui sambungan daring yang menghubungkan pusat dengan seluruh pelosok daerah termasuk Provinsi Riau. Khusus di Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, suasana penuh semangat menyelimuti kehadiran para pejabat daerah serta tokoh pertanian. Irjen Pol Herry Heryawan hadir langsung untuk memastikan setiap benih yang ditanam memberikan harapan bagi masa depan pangan daerah.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Metode tumpang sari dipilih secara khusus untuk memanfaatkan lahan perkebunan sawit yang sedang dalam masa peremajaan atau replanting. Strategi ini dianggap sangat efisien mengingat luasnya lahan kelapa sawit di Riau yang sedang tidak memproduksi hasil secara maksimal. Irjen Herry Heryawan menekankan pentingnya optimalisasi aset tanah agar tetap memberikan manfaat ekonomi bagi petani selama proses transisi tanaman keras. Penggunaan lahan seluas 40 hektare di Pelalawan ini menjadi percontohan nyata keberhasilan adaptasi pola tanam inovatif bagi wilayah lainnya.
Kolaborasi lintas sektoral terjalin erat antara Polda Riau, Pemerintah Provinsi, serta Himpunan Kelompok Tani Indonesia demi menyukseskan program ambisius ini. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan sektor pertanian guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan cadangan pangan lokal. Setiap jengkal tanah yang dimanfaatkan akan diintegrasikan dengan sistem penyerapan hasil oleh Bulog sebagai cadangan pangan daerah. Sinergi ini mencerminkan kehadiran negara dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor riil di pedesaan.
Potensi pengembangan lahan tumpang sari sawit di Riau sangat menjanjikan dengan target luas mencapai 2.000 hektare sepanjang tahun 2026. Angka ini diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan daerah sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani yang terlibat dalam program tersebut. Polda Riau kini menempati klaster tiga dalam program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Mabes Polri. Kepemimpinan Irjen Herry Heryawan terus mendorong agar setiap potensi lahan pertanian dikelola dengan standar kualitas tinggi demi mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Data Peningkatan Produksi yang Fantastis
Capaian penanaman jagung pipil sepanjang tahun 2025 memberikan gambaran nyata mengenai efektivitas pendampingan kelompok tani oleh jajaran Polda Riau. Tercatat luasan lahan yang berhasil digarap mencapai 1.690,37 hektare dari total potensi lahan tersedia sekitar 7.355,29 hektare. Angka tersebut mencerminkan peningkatan luas lahan tanam yang sangat masif dibandingkan dengan data pada tahun sebelumnya. Transformasi ini menjadi bukti bahwa kepolisian dapat berperan aktif sebagai motor penggerak sektor pertanian di luar tugas pokoknya.
Perbandingan data tahun 2024 dan 2025 menunjukkan hasil yang sangat impresif bagi pengembangan agribisnis di Provinsi Riau. Produksi jagung tercatat mencapai 294,43 ton pada tahun 2025 setelah melalui proses pembinaan intensif kepada masyarakat tani. Lonjakan angka sebesar 385 persen menjadi tolok ukur suksesnya intervensi program ketahanan pangan di wilayah hukum Polda Riau. Irjen Herry Heryawan menyatakan, “Keberhasilan ini menjadi kontributor utama lonjakan luas lahan tanam jagung di Provinsi Riau hingga 300 persen.”
Keberhasilan program ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi pedesaan di tengah tantangan global yang memengaruhi sektor pangan. Petani kini memiliki opsi baru dalam bercocok tanam yang lebih menguntungkan selama menunggu masa panen kelapa sawit kembali normal. Sistem pendampingan yang konsisten dari kepolisian membantu para petani dalam hal distribusi serta pengelolaan hasil panen yang lebih profesional. Dukungan penuh dari para pemimpin daerah seperti Bupati Pelalawan semakin memperkuat fondasi keberhasilan program ini di lapangan.
Ke depan, Polda Riau akan terus memperluas jangkauan pembinaan kepada kelompok tani lainnya agar dampak positif dapat dirasakan secara merata. Fokus utama tetap pada kualitas bibit, teknik perawatan tanaman, serta jaminan pasar yang stabil bagi hasil panen masyarakat. Infrastruktur pertanian akan terus dibenahi agar proses tanam hingga panen berjalan lancar tanpa hambatan teknis berarti. Harapan besar ditumpukan pada kemandirian pangan yang kuat agar daerah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan pangan dari luar wilayah.*son/01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar