Kolaborasi TNI dan PSMTI Riau: Sinergi Kemanusiaan Menembus Batas di Tengah Ramadan

Aster Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Inf Victor Andhyka Tjokro, bersama Dr Devy Marisca, Wakil Ketua PSMTI Riau Bidang Kesehatan, dan para peserta donor darah. (ridhwan)

PEKANBARU, RIAUKU.COM - Lantai satu Mal Pekanbaru yang biasanya riuh dengan gemerlap aktivitas perbelanjaan, Sabtu (7/3/2026), mendadak berubah menjadi ruang perjuangan kemanusiaan yang sunyi namun begitu sarat makna. Di tengah teriknya siang bulan Ramadan 1447 Hijriah, saat sebagian besar orang memilih menghemat energi dengan menahan lapar dan dahaga, puluhan lengan justru terulur dengan sukarela. Tidak ada keraguan di wajah para pendonor, meski tubuh menahan lapar sejak fajar menyingsing. Inilah potret nyata solidaritas yang melampaui sekat-sekat perbedaan, sebuah bukti nyata saat kepedulian menjadi bahasa utama di bulan yang suci.

Agenda besar ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Serentak di seluruh penjuru negeri, organisasi ini memobilisasi kepedulian untuk satu tujuan mendesak: menjaga ketersediaan kantong darah yang seringkali berada di titik kritis selama bulan puasa. Di Pekanbaru, perhelatan ini menjadi lebih megah berkat kolaborasi lintas sektoral yang solid, menyatukan kekuatan dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja), serta manajemen Mal Pekanbaru sebagai penyedia ruang strategis.

Donor darah 1.jpg

Dr. Devy Marisca, Wakil Ketua PSMTI Riau Bidang Kesehatan, menatap barisan pendonor dengan penuh optimisme di sela-sela kesibukan kegiatan. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pengabdian yang sudah mendarah daging bagi setiap insan yang terlibat. Setiap kantong darah yang terkumpul memiliki cerita harapan untuk mereka yang tengah berjuang melawan penyakit di ruang perawatan.

"Hari ini perwujudan nyata komitmen untuk membantu sesama. Walaupun sebagian pendonor sedang menjalankan ibadah puasa, antusiasme tetap tidak surut. Target 600 kantong darah menjadi sasaran yang sangat ingin dicapai demi memastikan stok di Unit Transfusi Darah tetap aman," ujar dr. Devy.

Kehadiran aparat militer memberikan suntikan semangat tersendiri bagi suasana di lokasi. Aster Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Inf Victor Andhyka Tjokro, terjun langsung memantau jalannya kegiatan. Beliau tidak hanya datang sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendorong moral bagi puluhan prajuritnya yang ikut mendonorkan darah secara sukarela.

Donor darah 2.jpg

Kolonel Victor memahami betul tantangan ketersediaan darah di wilayah Pekanbaru. Bulan Ramadan seringkali menjadi periode krusial bagi stok darah nasional karena mobilitas pendonor sukarela cenderung menurun drastis akibat kekhawatiran akan kondisi fisik selama berpuasa. Inilah alasan mengapa Kodam XIX/Tuanku Tambusai bergerak cepat, mengerahkan personel dari satuan batalyon hingga Kodim untuk hadir di Mal Pekanbaru.

“Kolaborasi bersama PSMTI merupakan langkah strategis. Kehadiran sekitar 50 personel, ditambah dukungan keluarga besar TNI dan anggota Persit, menjadi bukti nyata dukungan institusi terhadap kesehatan masyarakat. Harapannya, langkah kecil ini mampu menambal defisit stok darah yang terjadi selama Ramadan,” ungkap Kolonel Victor dengan nada mantap.

Di sisi lain, Mal Pekanbaru sebagai tuan rumah memberikan dukungan penuh. Megawati, General Manager Mal Pekanbaru, menegaskan peran institusinya bukan hanya sebagai ruang bisnis, melainkan juga sebagai katalisator kegiatan sosial. Kerja sama yang sudah terjalin bertahun-tahun ini menjadi fondasi kepercayaan yang kuat antara pihak mal dan organisasi sosial.

“Pihak manajemen sangat kooperatif menyediakan fasilitas dan lokasi agar kegiatan berjalan nyaman. Kebutuhan darah bersifat sangat mendesak dan tidak bisa menunggu. Memberikan ruang bagi aksi kemanusiaan adalah bentuk tanggung jawab sosial yang selalu diutamakan,” kata Megawati.

Suasana di lokasi donor darah pun jauh dari kesan kaku atau menegangkan. Panitia menyiapkan apresiasi sederhana berupa bingkisan bagi setiap pendonor yang berhasil menyumbangkan darahnya. Mulai dari tumbler cantik, handuk lembut, hingga bantal dan guling, semuanya disiapkan untuk memberi kesan manis setelah prosesi donor selesai.

Donor darah 5.jpg

Bagi para pendonor, hadiah-hadiah itu hanyalah pelengkap kecil. Esensi sesungguhnya terletak pada senyum lega dari petugas UTD PMI Kota Pekanbaru yang melihat kantong-kantong darah terus bertambah. Ronald, perwakilan dari UTD PMI Kota Pekanbaru, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PSMTI Riau atas konsistensi mereka.

Menurut pihak UTD PMI, kegiatan ini sangat membantu efisiensi pengelolaan stok darah. Tanpa partisipasi rutin dari organisasi seperti PSMTI, pemenuhan kebutuhan medis selama bulan Ramadan akan menghadapi tantangan berat. Mereka berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi organisasi lainnya untuk tidak tinggal diam dan aktif terlibat dalam aksi serupa.

Menjelang sore, kegiatan perlahan mulai menyepi. Namun, semangat yang tertinggal di lokasi tersebut begitu besar. Apa yang terjadi di Mal Pekanbaru hari ini membuktikan secara nyata di hadapan publik, rasa lapar dan dahaga selama puasa bukanlah penghalang bagi semangat berbagi.

Donor darah 6.jpg

Darah yang terkumpul hari ini akan menjadi napas baru bagi mereka yang membutuhkan di rumah sakit, sebuah hadiah tak ternilai dari para relawan yang memilih untuk memberi di bulan penuh berkah. Semangat solidaritas ini adalah pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat, saat tangan saling berpegangan dalam aksi nyata, tidak ada beban yang terasa berat untuk dipikul bersama. Di Pekanbaru, pesan kemanusiaan telah tersampaikan dengan sangat indah, melampaui perbedaan latar belakang dan profesi.

Ke depan, koordinasi antara pihak militer, organisasi masyarakat, dan sektor swasta seperti mal diharapkan terus berlanjut. Model kolaborasi ini menjadi cetak biru sukses bagi upaya pemenuhan stok darah nasional yang berkelanjutan. Ketika instansi negara seperti Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersatu dengan komunitas seperti PSMTI, dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat luas terasa jauh lebih signifikan dan terukur.

Setiap tetes darah yang terdonorkan menjadi simbol kemenangan bagi kemanusiaan. Dalam kesederhanaan prosesi donor di mal tersebut, terselip pesan agung tentang pengorbanan diri untuk orang asing yang mungkin tidak akan pernah ditemui. Inilah esensi sebenarnya dari berbagi, tidak memandang siapa yang memberi dan siapa yang menerima, melainkan fokus pada kemanusiaan itu sendiri.

Donor darah 3.jpg

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini sukses meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung Mal Pekanbaru. Banyak dari mereka yang akhirnya tergerak untuk ikut mendonor setelah melihat antusiasme para pendonor awal. Keberhasilan mencapai target 600 kantong darah bukanlah akhir dari perjalanan ini, melainkan pemantik bagi aksi-aksi kemanusiaan selanjutnya di masa mendatang.

Semoga semangat yang terpancar dari Mal Pekanbaru hari ini menjadi api yang terus menyala, menerangi hari-hari di sisa bulan Ramadan dengan aksi-aksi kebaikan yang lebih besar dan luas jangkauannya. Bagi kota Pekanbaru, hari ini mencatatkan satu babak sejarah kecil namun berarti, di mana keberagaman bersatu demi kelangsungan hidup sesama manusia. *ridhwan/01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.