Skrining Ketat di Lapas Pekanbaru, 45 Warga Binaan Baru Jalani Pemeriksaan Kesehatan
PEKANBARU,RIAUKU.COM – Upaya mencegah penyebaran penyakit di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melakukan skrining kesehatan menyeluruh terhadap 45 warga binaan baru yang dipindahkan ke dalam lapas, Sabtu (07/03/2026).
Pemeriksaan yang dilakukan tim medis Lapas Pekanbaru ini menjadi langkah deteksi dini untuk memastikan kondisi kesehatan para warga binaan sekaligus mencegah potensi penularan penyakit di dalam lapas yang memiliki tingkat interaksi tinggi.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Dalam proses skrining tersebut, para warga binaan menjalani berbagai tahapan pemeriksaan, mulai dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kesehatan, skrining Tuberkulosis (TB), pemeriksaan Hepatitis C dan HIV, hingga tes kesehatan jiwa.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan prosedur wajib bagi setiap warga binaan yang baru masuk atau dipindahkan ke Lapas Pekanbaru.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan sejak awal sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit menular yang dapat berdampak pada lingkungan lapas.
“Setiap warga binaan yang baru dipindahkan wajib menjalani skrining kesehatan sesuai SOP penerimaan. Ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus mencegah potensi penularan penyakit di dalam lapas,” jelas Yuniarto.
Sementara itu, Dokter Klinik Pratama Lapas Pekanbaru, dr. Yani, menjelaskan bahwa skrining dilakukan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya pada warga binaan.
“Melalui skrining ini kita dapat mengetahui lebih awal apabila terdapat indikasi penyakit seperti TB, Hepatitis C, HIV, gangguan kejiwaan, maupun penyakit lainnya sehingga dapat segera ditangani,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para warga binaan juga mendapatkan edukasi dari tim tenaga kesehatan mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta menerapkan pola hidup sehat selama menjalani masa pembinaan.
Mereka juga diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami keluhan kesehatan agar dapat segera mendapatkan penanganan medis.
Tak hanya itu, Lapas Pekanbaru juga memiliki kader kesehatan yang berasal dari warga binaan dan telah mendapatkan pelatihan dasar terkait penanganan kesehatan serta pertolongan pertama.
Melalui skrining kesehatan ini, Lapas Pekanbaru berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan bebas dari potensi penyebaran penyakit. (son)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar