Warga Rengat Serbu Pasar Murah Ramadan, Harga Beras dan Minyak Bikin Senyum Lebar

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, bercengkrama dengan warga di sela-sela Pasar Murah Pemprov Riau di Rengat, Jumat, 6 Mater 2026. (ist)

RENGAT, RIAUKU.COM - Sejak matahari baru naik, suasana di lokasi pasar murah di Rengat sudah ramai. Warga datang dari berbagai sudut kota untuk berburu kebutuhan dapur dengan harga terjangkau. Banyak yang membawa tas besar dan keranjang belanja.

Suasana terasa hangat dan penuh kegembiraan. Percakapan antarwarga terdengar di sela antrean panjang. Mereka saling berbagi informasi mengenai harga bahan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan pasar biasa.

Program pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Riau ini memang ditunggu masyarakat. Kegiatan tersebut hadir pada momentum Ramadan, saat kebutuhan rumah tangga meningkat. Kehadiran pasar murah memberi harapan bagi banyak keluarga.

Berbagai bahan pokok tersedia di lokasi pasar murah. Beras, minyak goreng, gula, hingga kebutuhan dapur lain dijual dengan harga lebih rendah dari pasar. Perbedaan harga ini membuat warga merasa sangat terbantu.

Siti Aminah, seorang ibu rumah tangga yang ikut mengantre sejak pagi, tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Ia datang bersama tetangga untuk membeli kebutuhan dapur. Tas belanja yang dibawanya perlahan terisi. 

“Alhamdulillah sangat membantu. Harga beras dan minyak di sini jauh lebih murah,” kata Siti sambil tersenyum.

Menurutnya, selisih harga cukup terasa bagi keluarga. Pengeluaran dapur bisa ditekan sehingga sisa uang dapat digunakan untuk kebutuhan lain selama Ramadan.

Antusiasme warga terlihat jelas dari antrean yang terus bertambah. Sejumlah warga bahkan datang sebelum kegiatan dimulai. Mereka ingin memastikan mendapat bahan pokok dengan harga murah.

Petugas yang berjaga di lokasi berusaha mengatur jalannya kegiatan agar tetap tertib. Warga pun mengikuti arahan dengan sabar. Suasana tetap kondusif meski jumlah pengunjung terus meningkat.

Tawa dan obrolan ringan membuat antrean terasa lebih menyenangkan. Banyak warga merasa kegiatan ini menjadi momen kebersamaan. Pasar murah tidak hanya soal harga murah, tetapi juga menghadirkan suasana yang hangat.

Program Menjaga Harga Pangan

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, hadir dalam kegiatan tersebut. Ia melihat langsung antusiasme masyarakat yang datang sejak pagi. Warga tampak gembira saat membawa pulang bahan kebutuhan pokok. “Pasar murah ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga stabilitas harga pangan. Momentum Ramadan sering memicu kenaikan harga bahan pokok. Pasar murah diharapkan mampu menekan lonjakan tersebut.

Kegiatan pasar murah tidak hanya membantu warga secara langsung. Program ini juga memiliki tujuan lebih luas. Pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Harga pangan sering mengalami perubahan menjelang Ramadan. Permintaan meningkat sementara pasokan harus tetap stabil. Kondisi ini membutuhkan intervensi agar harga tetap terkendali.

Pasar murah menjadi salah satu solusi yang sering digunakan pemerintah daerah. Dengan harga yang lebih rendah, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dapur tanpa terbebani.

Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu menyambut baik kegiatan tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Riau yang menghadirkan pasar murah di Rengat.

Program ini dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Warga dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini sangat membantu terutama pada bulan Ramadan. “Pasar murah sangat membantu masyarakat menjaga daya beli,” ujar Zulfahmi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah. Kehadiran program seperti ini dianggap mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Harapan Warga untuk Program Berkelanjutan

Siti Aminah berharap pasar murah dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang. Program ini dianggap sangat membantu keluarga dengan penghasilan terbatas. Selisih harga membuat pengeluaran rumah tangga lebih ringan. “Kalau bisa sering diadakan, terutama saat Ramadan,” ujarnya.

Bagi banyak ibu rumah tangga, pasar murah bukan sekadar kegiatan belanja. Program ini memberi rasa tenang saat menghadapi kebutuhan yang meningkat. Warga merasa pemerintah hadir membantu.

Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah. Program pasar murah menjadi salah satu langkah nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak termasuk pelaku usaha.

Kerja sama antara pemerintah dan sektor usaha sangat penting. Ketersediaan pasokan pangan harus tetap terjaga. Harga juga perlu dijaga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Kegiatan pasar murah di Rengat menjadi gambaran bagaimana program pemerintah dapat memberi dampak langsung. Antrean panjang warga bukan sekadar keramaian. Di baliknya ada harapan dan rasa syukur dari masyarakat.

Senyum Warga Menjadi Bukti

Menjelang siang, sebagian warga mulai meninggalkan lokasi pasar murah. Mereka pulang membawa beras, minyak goreng, gula, dan berbagai kebutuhan dapur lainnya. Senyum terlihat di wajah banyak orang.

Bagi warga Rengat, hari itu menjadi momen yang menyenangkan. Pasar murah menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah kebutuhan yang meningkat selama Ramadan.

Antrean panjang yang terlihat sejak pagi akhirnya berubah menjadi cerita penuh syukur. Warga pulang dengan hati ringan, membawa bahan pokok dan rasa bahagia yang sama. *01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.