Suzuki Pastikan Ertiga Masih akan Diproduksi, Kabar Baik Ertiga Club

Suzuki Indomobil Sales memastikan akan tetap memproduksi Ertiga meski tren pasar beralih ke SUV. (ist)

JAKARTA - Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan tidak akan meninggalkan model low multi purpose vehicle (MPV) Ertiga. Meski tren pasar otomotif nasional perlahan bergeser ke arah sport utility vehicle (SUV). Lo, kok bisa?

Dony Ismi Saputra, 4W Deputy Managing Director SIS menjelaskan penjualan Low MPV Ertiga selama 2025 terlihat mengalami masa sulit. Posisi merek ini di antara para rivalnya cenderung berada pada papan bawah klasemen.

Diketahui, data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Ertiga selama 12 bulan 2025 hanya berjumlah 1.895 unit, yang artinya distribusi ke dealer hanya sekitar 150-an unit sebulan," terang dia.

"Kalau bicara Ertiga, saya bilang bahwa sekarang ini trend memang bergeser ke arah SUV, tapi bukan serta-merta kami meninggalkan Ertiga," kata Dony kepada wartawan di Jakarta, di akhir pekan.

Ertiga tetap diproduksi karena menjadi salah satu model yang dirakit di dalam negeri. Faktor produksi lokal tersebut menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam mempertahankan Ertiga di tengah penurunan penjualan.

"Ertiga kami masih produksi karena ini diproduksi di Indonesia. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua, kalau kami melihat, sekarang memang ada pergeseran, pergeseran minat dari konsumen (ke suv)," ucap Dony.

Untuk menjaga daya saing Ertiga, Suzuki berencana menyiapkan sejumlah stimulus guna mendorong minat pasar. Namun, perusahaan belum mengungkapkan secara rinci stimulus yang dimaksud.

Stimulus ini diduga mengarah kepada penyegaran terhadap Ertiga, baik itu dalam bentuk facelift maupun all new.

"Akan tetapi karena produk tersebut kami produksi di dalam negeri, tentunya kami siapkan stimulus-stimulus," ujar dia.

"Nanti kapan dan waktunya, nanti kami informasikan kepada rekan-rekan sekalian. Detilnya nanti dulu ya," kata Dony.


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.