Warga AS Minta Presiden Kirim Anaknya Barron Trump ke Perang Timur Tengah

Warga AS minta Presiden segera mengirim anaknya, Barron Trump ke medan perang. (l6)

JAKARTA - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang Iran dan membunuh Ayatollah Ali Khomenei dan keluarganya, bersama Israel, tak serta-merta didukung warganya. Malah Donald segera mengirim anaknya, Barron Trump ke medan perang.

Mereka yang kontra menunjukkan protes lewat beragam medium, termasuk menyuarakan tagar #SendBarron di media sosial.

Mengutip Euronews, Kamis (5/3/2026), Donald Trump dikritik karena ketidakpeduliannya terhadap korban jiwa yang jatuh akibat Operasi Epic Fury, proyek serangan militernya yang memicu perang dengan Iran.

Selama pidato singkatnya pada upacara pemberian Medali Kehormatan, Selasa, 3 Maret 2026, sejumlah komentator mencatat bahwa Trump tampak tak acuh terhadap kematian, lebih memilih membicarakan rencananya untuk ruang dansa baru di Gedung Putih.

Hal itu memicu spekulasi apakah pria yang menyebut dirinya 'Presiden Perdamaian' itu akan bereaksi berbeda jika putra bungsunya sendiri dikerahkan. Dengan pemikiran itu, mantan penulis South Park, Toby Morton meluncurkan situs web satir, DraftBarronTrump.com yang kini viral.

Situs tersebut menantang Donald Trump untuk mengirim putra bungsunya, Barron, ke medan perang. Situs itu mengutip 'keberanian' dan 'gen yang terbukti' Trump sebagai argumen untuk mengirim putranya yang berusia 19 tahun ke medan perang - sambil menampilkan foto-foto Barron yang sedang tidur siang.

"Amerika kuat karena para pemimpinnya kuat," demikian subjudul situs web tersebut. "Presiden Trump membuktikannya setiap hari. Tentu saja, putranya Barron lebih dari siap untuk membela negara yang dipimpin ayahnya dengan begitu berani."

"Pengabdian adalah kehormatan. Kekuatan diwariskan. Semoga Barron diberkati".

Meme bertagar #SendBarron beredar di media sosial untuk menyindir Donald Trump agar mengirim Barron Trump ke Perang Iran. (dok. Tangkapan layar X@donkoclock)

Situs yang digambarkan 'didedikasikan untuk menghormati suara-suara terkuat dan paling berani dalam perang', juga menampilkan kesaksian yang absurd. Salah satunya dari saudara laki-laki Barron, Donald Trump Jr.

"Momen ini sebenarnya tentang Barron, oke? Selalu begitu. Dia mewakili kekuatan, keberanian, dan pengabdian. Saya akan menghormati pengorbanan itu dengan cara saya sendiri, terutama dengan membicarakannya dari jarak yang aman," tulisan satir di laman itu.

Beda lagi pesan yang seolah-olah ditandatangani Eric Trump. "Orang selalu mengatakan saya bodoh, yang sama sekali tidak adil, karena saya mengerti banyak tentang pancake. Pancake itu rumit. Ada adonan, panas, dan waktu. Jika Anda terburu-buru, Anda akan merusak semuanya. Saya banyak memikirkan pancake. Kebanyakan pancake".

Morton, yang terkenal karena membeli nama situs web dan membuat situs satir, telah mempromosikan situs web tersebut di media sosial, bersama dengan situs lain: ResignChuck.com. Situs itu menyerukan pengunduran diri pemimpin Partai Demokrat Chuck Schumer karena dugaan kurangnya penentangan terhadap tindakan Trum. *04


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.