Polisi Cek Harga Sembako di Pasar Kopro, Temukan Cabai dan Bawang di Atas HET

Petugas dari Polda Metro Jaya melakukan sidak di Pasar Kopro, Jakarta Barat, Rabu, 4 Maret 2026. (sumber: merahputih.com)

JAKARTA BARAT, RIAUKU.COM – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, aparat kepolisian turun langsung ke pasar tradisional. Mereka mengecek harga cabai, bawang, telur, hingga daging sapi. Langkah ini dilakukan agar harga sembako tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani saat Lebaran tiba.

Kegiatan pengawasan berlangsung di sejumlah pasar tradisional Jakarta Barat. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Pasar Kopro, pasar besar yang setiap hari dipadati pembeli.

Tim gabungan berasal dari Satgas Sapu Bersih (Saber) Subdirektorat Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Mereka datang untuk memastikan stok bahan pokok tersedia dan harga tidak melonjak liar.

Petugas berjalan dari satu lapak ke lapak lain. Mereka berbincang dengan pedagang, mencatat harga, serta memeriksa ketersediaan komoditas penting yang paling diburu warga menjelang Lebaran.

Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok

Operasi pasar dimulai dengan memeriksa sejumlah komoditas utama. Cabai, bawang merah, telur ayam, dan daging sapi menjadi fokus utama pengawasan.

Petugas membandingkan harga jual pedagang dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Data harga dicatat untuk melihat apakah terjadi lonjakan signifikan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Menjelang hari raya, permintaan bahan pangan biasanya meningkat tajam.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Muh Ardila Amry mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga stabilitas pasar. Aparat ingin memastikan aktivitas perdagangan berjalan sehat.

“Kami ingin memastikan pedagang menjual bahan pokok sesuai harga acuan pemerintah dan tidak menimbun barang,” kata Ardila Amry saat ditemui di lokasi inspeksi.

Ia menambahkan pengawasan dilakukan secara rutin menjelang hari besar keagamaan. Tujuannya memberi rasa aman bagi masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran.

Dari hasil pengecekan di Pasar Kopro, beberapa komoditas tercatat dijual sedikit di atas harga acuan. Cabai rawit merah menjadi salah satu yang paling tinggi.

Harga cabai rawit merah mencapai sekitar Rp140.000 per kilogram. Bawang merah berada di kisaran Rp52.000 per kilogram. Telur ayam dijual sekitar Rp32.000 per kilogram. Sementara daging sapi berkisar Rp150.000 per kilogram.

Petugas kemudian memberi arahan kepada para pedagang. Mereka diingatkan untuk menyesuaikan harga dengan ketentuan yang berlaku.

Pedagang dan Warga Sambut Pengawasan Pasar

Kehadiran aparat di pasar mendapat respons positif dari pedagang. Banyak pedagang merasa terbantu dengan penjelasan langsung mengenai harga acuan. Beberapa pedagang mengaku sering mengikuti harga dari distributor. Ketika pasokan dari pemasok naik, harga di pasar ikut berubah.

Dengan adanya pengawasan, pedagang mendapat gambaran lebih jelas tentang batas harga yang diperbolehkan. Mereka dapat menyesuaikan harga tanpa merugikan pembeli. “Kalau ada informasi langsung seperti ini, kami jadi tahu patokan harga. Jadi bisa menyesuaikan jualan,” ujar seorang pedagang bawang di Pasar Kopro.

Selain pedagang, para pembeli juga menyambut baik kegiatan tersebut. Warga berharap harga bahan pokok tetap stabil hingga Lebaran. Banyak keluarga mulai berbelanja lebih awal. Mereka khawatir harga melonjak jika mendekati hari raya.

Pengawasan pasar juga menjadi cara mencegah penimbunan bahan pokok. Praktik ini sering muncul saat permintaan meningkat. Jika ditemukan pelanggaran, aparat menegaskan akan mengambil tindakan sesuai aturan. Pedagang yang terbukti menimbun atau menaikkan harga secara tidak wajar dapat dikenai sanksi.

Selain memantau harga, petugas juga mengecek stok barang. Ketersediaan bahan pangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga. Jika stok cukup, potensi lonjakan harga dapat ditekan. Sebaliknya, kelangkaan barang sering memicu kenaikan harga secara drastis.

Aparat berharap distribusi bahan pangan berjalan lancar. Pasokan dari daerah produksi ke pasar harus tetap terjaga. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan. Tujuannya menjaga ketahanan pangan sekaligus stabilitas ekonomi masyarakat.

Ardila Amry mengajak masyarakat ikut mengawasi harga di pasar. Warga diminta melapor jika menemukan harga tidak wajar. “Jika masyarakat menemukan indikasi penimbunan atau harga tidak wajar, silakan laporkan agar bisa segera ditindak,” ujarnya.

Langkah pengawasan ini akan terus dilakukan hingga mendekati Idul Fitri. Aparat ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga tetap terkendali. Bagi masyarakat Jakarta Barat, sidak pasar ini menjadi kabar baik. Setidaknya ada jaminan pengawasan saat kebutuhan dapur meningkat menjelang Lebaran. *aris/01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.