Tak Lagi Tertutup! Lapas Pekanbaru Dorong Masyarakat Terlibat dalam Pembinaan Narapidana
PEKANBARU, RIAUKU.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus mencari cara agar pembinaan warga binaan berjalan lebih efektif. Salah satunya dengan memperkuat kerja sama dengan masyarakat di luar tembok lapas.
Langkah ini terlihat saat jajaran Lapas Pekanbaru mengikuti Sosialisasi Pedoman Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Fungsi Pemasyarakatan yang digelar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (4/3/2026).
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Kegiatan tersebut diikuti lembaga pemasyarakatan dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya sederhana namun penting, membuka ruang kolaborasi antara lapas dengan masyarakat agar proses pembinaan warga binaan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Novindra P. Siahaan bersama pejabat struktural dan staf mengikuti kegiatan itu dari ruang rapat lapas. Selama kegiatan berlangsung, peserta menyimak penjelasan narasumber yang memaparkan pedoman terbaru terkait peran masyarakat dalam sistem pemasyarakatan.
Bagi Lapas Pekanbaru, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membuka sistem pemasyarakatan yang lebih transparan, terbuka, dan melibatkan banyak pihak.
“Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting. Pembinaan warga binaan tidak bisa berjalan maksimal jika hanya dilakukan oleh petugas lapas,” ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.
Peran Masyarakat Dinilai Sangat Penting
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan berbagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam mendukung proses pembinaan warga binaan. Ruang partisipasi itu cukup luas, mulai dari pelatihan keterampilan hingga program reintegrasi sosial.
Masyarakat dapat terlibat dalam program pelatihan kerja, pembinaan kemandirian, kegiatan keagamaan, hingga dukungan bagi warga binaan yang akan kembali ke lingkungan sosial. Dengan cara ini, warga binaan tidak hanya belajar selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal saat bebas nanti.
Konsep ini dinilai penting karena proses pembinaan tidak cukup berlangsung di dalam lapas saja. Dukungan lingkungan sosial menjadi faktor penting agar mantan warga binaan dapat kembali hidup normal di masyarakat.
Menurut pihak Lapas Pekanbaru, pedoman tersebut memberi arah yang jelas dalam membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. Lapas ingin menjalin kemitraan lebih luas dengan komunitas, organisasi sosial, hingga dunia usaha.
“Dengan dukungan masyarakat, proses pembinaan bisa berjalan lebih kuat. Warga binaan mendapat bekal keterampilan dan kepercayaan diri sebelum kembali ke masyarakat,” ujar perwakilan Lapas Pekanbaru.
Selain itu, keterlibatan masyarakat juga diyakini dapat mengurangi stigma terhadap mantan warga binaan. Dukungan sosial yang baik akan membantu mereka memulai kehidupan baru tanpa hambatan besar.
Menuju Sistem Pemasyarakatan Lebih Terbuka
Bagi Lapas Pekanbaru, sosialisasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem pemasyarakatan yang lebih modern dan humanis. Pendekatan pembinaan kini tidak lagi hanya fokus pada hukuman, tetapi juga pada proses perubahan perilaku.
Program pembinaan dirancang agar warga binaan memiliki keterampilan dan kesiapan mental ketika kembali ke masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak di luar lapas menjadi sangat penting.
“Kami ingin sistem pemasyarakatan berjalan lebih terbuka dan partisipatif. Masyarakat punya peran besar dalam mendukung proses pembinaan,” kata perwakilan Lapas Pekanbaru.
Dengan adanya pedoman terbaru ini, lapas diharapkan mampu membangun pola kerja sama yang lebih terstruktur. Kegiatan pelatihan, pembinaan mental, hingga program sosial dapat dilakukan bersama masyarakat secara berkelanjutan.
Lapas Pekanbaru menilai kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan pembinaan. Ketika masyarakat ikut terlibat, warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk memperbaiki diri dan menjalani hidup yang lebih baik setelah bebas nanti.
Melalui langkah ini, Lapas Pekanbaru ingin menunjukkan komitmen untuk terus beradaptasi dengan kebijakan baru. Tujuannya jelas, menghadirkan sistem pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan lebih manusiawi bagi semua pihak.*04/01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar