Dijanjikan Kerja di Malaysia, Gadis Siak Ini Justru Terbaring Sakit di Kamboja
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Seorang perempuan muda asal Siak, Riau, terbaring lemah di rumah sakit di Kamboja setelah dijanjikan bekerja di Malaysia. Keluarga kini berjuang meminta bantuan pemerintah untuk memulangkan Susi Yanti br Sinaga yang kondisinya dikabarkan memprihatinkan.
Kisah ini bermula pada Desember 2025 ketika Susi Yanti br Sinaga, 23 tahun, berpamitan kepada keluarga untuk bekerja di Malaysia. Ia berangkat dari Pekanbaru bersama seorang kenalan bernama Bram Silitonga.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Namun perjalanan yang awalnya dijanjikan menuju Negeri Jiran berubah menjadi kisah memilukan. Tanpa diketahui keluarga, Susi justru berakhir di Kamboja dan kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi sakit.
Keluarga yang tinggal di Kabupaten Siak mengaku baru mengetahui lokasi sebenarnya setelah menerima kabar mengejutkan dari orang yang mendampingi Susi.

Berangkat Kerja ke Malaysia, Berakhir di Kamboja
Ayah korban, J Sinaga, masih mengingat jelas saat putrinya berpamitan meninggalkan rumah untuk merantau. Ia sempat memberi pesan agar sang anak segera memberi kabar ketika sudah tiba di Malaysia.
“Anak saya Desember lalu berangkat kerja ke Malaysia. Dari Pekanbaru terbang bersama temannya Bram Silitonga,” ujar J Sinaga.
Beberapa waktu setelah keberangkatan, Susi sempat menghubungi keluarga. Ia mengabarkan sudah tiba di Malaysia dan mulai bekerja.
Komunikasi itu sempat membuat keluarga merasa lega. Mereka percaya putrinya sudah bekerja dan menjalani kehidupan baru di luar negeri.“Saya bilang sama dia, kalau sudah sampai telepon ya. Dia telepon dan bilang sudah sampai di Malaysia,” kata J Sinaga.
Tak lama kemudian, Susi kembali menghubungi keluarga. Ia memperlihatkan uang hasil kerja dalam bentuk pecahan dolar. Namun saat itu Susi tidak menjelaskan secara rinci di mana ia bekerja atau jenis pekerjaannya.
Keluarga Diminta Kirim Uang Hingga Puluhan Juta
Beberapa waktu setelah komunikasi terakhir itu, kabar buruk datang dari Bram Silitonga. Ia memberi tahu keluarga Susi sedang sakit dan membutuhkan perawatan medis.
Keluarga diminta mengirimkan uang untuk biaya pengobatan. Tanpa banyak curiga, keluarga langsung berusaha membantu. “Bram minta biaya untuk berobat anak saya. Pertama kami kirim Rp40 juta,” kata J Sinaga.
Permintaan uang tidak berhenti di situ. Bram kembali meminta tambahan biaya hingga total yang dikirim keluarga mencapai sekitar Rp90 juta.
Situasi semakin membingungkan ketika keluarga mendapat informasi baru. Susi ternyata tidak berada di Malaysia, melainkan dirawat di rumah sakit di Kamboja.“Kami kaget dibilang dirawat di Kamboja. Kami tahunya kerja di Malaysia,” ujar J Sinaga.
Kabar tersebut membuat keluarga panik. Mereka tidak mengetahui bagaimana Susi bisa berada di negara lain tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Pemerintah Turun Tangan Menangani Kasus
Kasus ini kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Keluarga meminta bantuan agar keberadaan Susi dapat dipastikan dan korban segera dipulangkan ke Indonesia. Laporan telah disampaikan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta aparat kepolisian setempat.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Koordinasi langsung dilakukan dengan pemerintah pusat serta perwakilan Indonesia di Kamboja.
“BP3MI Riau sudah menerima laporan dari pihak keluarga. Kami sudah menyurati pimpinan pusat dan juga perwakilan RI di Kamboja,” ujar Fanny.
Menurut informasi sementara, Susi diduga menjadi korban penipuan pekerjaan luar negeri. Ia awalnya dijanjikan bekerja di Malaysia, namun justru dibawa ke Kamboja.
Di negara tersebut, korban diduga bekerja di industri daring yang berkaitan dengan praktik penipuan digital atau scammer.
Kondisi kesehatan Susi kemudian dilaporkan memburuk. Ia disebut menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kamboja.
Foto dan rekaman panggilan video yang beredar di media sosial memperlihatkan Susi terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Selang medis terlihat terpasang di hidung dan mulutnya.
Situasi ini membuat keluarga semakin khawatir. Mereka berharap pemerintah segera membantu proses pemulangan. “Kalau sudah tahu posisi anak saya, kami siap datang menjemput,” kata J Sinaga.
Saat ini BP3MI Riau masih menunggu hasil penelusuran dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban sekaligus menyiapkan langkah perlindungan lebih lanjut.
Bagi keluarga di Siak, harapan hanya satu. Susi bisa pulang dengan selamat ke tanah air setelah melewati pengalaman pahit yang tak pernah mereka bayangkan.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar