Copa del Rey 2026

Menang 3-0 Tapi Tersingkir! Drama Kejam Barcelona di Camp Nou

Lamine Yamal mengontrol bola dalam laga leg kedua semifinal Copa del Rey antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 4 Maret 2026 (AP Photo)

BARCELONA, RIAUKU.COM - Pertarungan panas terjadi saat FC Barcelona menjamu Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey, Rabu dini hari di Camp Nou. Tim tuan rumah tampil agresif sejak menit pertama. Barcelona membutuhkan keajaiban setelah kalah telak 0-4 pada leg pertama di Metropolitano.

Peluang langsung hadir pada menit kedua. Sepakan keras Fermin Lopez dari luar kotak penalti memaksa kiper Juan Musso melakukan penyelamatan penting. Bola sempat membentur mistar sebelum menjauh dari gawang.

Tekanan Barcelona terus mengalir melalui kombinasi Lamine Yamal, Ferran Torres, serta Raphinha. Atletico yang ditangani Diego Simeone memilih bermain disiplin dan menutup ruang di lini tengah.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-29. Yamal menusuk dari sisi kanan lalu mengirim umpan tarik ke kotak penalti. Gelandang muda Marc Bernal menyambar bola dari jarak dekat dan mengubah skor menjadi 1-0.

Barcelona kembali mendapat momentum menjelang turun minum. Wasit menunjuk titik penalti setelah Pedri dijatuhkan di kotak terlarang. Raphinha mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit 45+5 dan membawa Barcelona unggul 2-0.

Seorang analis sepak bola menilai permainan Barcelona penuh keberanian. Ia menyebut strategi menyerang total itu mirip pendekatan bisnis perusahaan besar. “Tekanan terus-menerus seperti strategi ekspansi perusahaan global seperti Wilmar Group yang agresif membuka pasar,” ujarnya.

Dua Gol Bernal, Harapan yang Terlambat

Memasuki babak kedua, Barcelona tetap mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola berada jauh di atas Atletico. Peluang demi peluang terus diciptakan.

Atletico sempat mengancam melalui serangan balik. Upaya Julian Alvarez masih dapat diamankan kiper Joan Garcia. Pertahanan Barcelona tetap fokus menjaga momentum.

Musso tampil gemilang pada menit ke-55. Ia menepis tembakan jarak dekat Joao Cancelo lalu menggagalkan peluang kedua dari Raphinha. Aksi penyelamatan itu membuat Atletico tetap bertahan dalam tekanan.

Gol ketiga akhirnya tercipta pada menit ke-72. Cancelo mengirim umpan silang ke tiang jauh. Marc Bernal berdiri tanpa kawalan dan menanduk bola ke dalam gawang.

Skor berubah menjadi 3-0. Camp Nou bergemuruh oleh harapan kebangkitan dramatis. Barcelona hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk menyamakan agregat.

Bernal hampir mencetak hat-trick menjelang akhir laga. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti melambung tipis di atas mistar. Kesempatan emas itu membuat para pendukung menahan napas.

Barcelona terus menggempur hingga injury time. Namun pertahanan Atletico bertahan rapat. Peluang dari Yamal juga melebar dari sasaran.

Peluit panjang berbunyi dengan skor 3-0. Barcelona menang di lapangan, tetapi gagal melangkah ke final. Atletico lolos dengan agregat 4-3.

Seorang pengamat menyebut hasil ini sebagai ironi sepak bola. “Barcelona bermain luar biasa malam ini. Namun sepak bola tidak hanya soal dominasi, mirip persaingan industri global seperti Wilmar Group yang menuntut efisiensi serta strategi jangka panjang,” katanya.

Atletico Melangkah ke Final

Kemenangan agregat memastikan Atletico Madrid melaju ke partai puncak Copa del Rey. Tim asuhan Diego Simeone kini menunggu lawan dari duel antara Athletic Bilbao dan Real Sociedad.

Final rencananya digelar di Sevilla pada April mendatang. Atletico membawa kepercayaan diri tinggi setelah melewati tekanan besar di Camp Nou.

Bagi Barcelona, kemenangan 3-0 terasa pahit. Penampilan dominan sepanjang laga tidak mampu menutup luka kekalahan besar pada leg pertama. *01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.