Pesawat Netanyahu Diamankan ke Jerman Saat Iran Menyerang, PM Israel Dikabarkan Hilang?
BERLIN, RIAUKU.COM – Pesawat kenegaraan Israel mendarat di Berlin saat rudal dan klaim serangan bersahutan antara Tel Aviv dan Teheran. Namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap berada di dalam negeri dan memimpin rapat keamanan.
Pesawat resmi pemerintah Israel yang biasa digunakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dipindahkan ke Jerman pada Sabtu, 28 Februari 2026. Langkah ini terjadi ketika eskalasi konflik antara Israel dan Iran kian meningkat. Pergerakan pesawat memicu spekulasi luas di media sosial.
Berita Terkait
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
Konfirmasi datang dari juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz, Stefan Kornelius, dalam konferensi pers di Berlin pada Senin, 2 Maret 2026. “Pemerintah Israel bertanya apakah mereka bisa memarkir pesawat ini di sini. Kami dengan senang hati memenuhi permintaan tersebut,” ujar Kornelius. Ia menegaskan tidak ada pejabat negara Israel di dalam pesawat saat mendarat.
Pesawat yang dikenal sebagai “Wing of Zion” atau Knaf Tzion itu merupakan Boeing 767-338ER yang dilengkapi sistem komunikasi aman. Armada tersebut digunakan untuk perjalanan luar negeri Presiden dan Perdana Menteri Israel. Dalam situasi konflik terbuka, aset strategis seperti ini dinilai perlu diamankan.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat lepas landas dari Bandara Nevatim dekat Bersheba. Pesawat sempat berputar-putar di atas Laut Tengah sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jerman dan mendarat di Berlin pada malam hari. Kantor berita Reuters melaporkan pesawat dengan registrasi 4X-ISR mengganti kode panggilan menjadi OMM011 demi alasan keamanan.
Perubahan kode panggilan lazim dilakukan dalam misi sensitif. Langkah tersebut menandakan kerahasiaan rute dan perlindungan tambahan bagi penerbangan. Namun publik telanjur berspekulasi Netanyahu ikut berada di dalamnya.

Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv
Spekulasi makin menguat setelah Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengklaim menyerang kantor Perdana Menteri Israel. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut rudal balistik Kheybar Shekan menghantam kantor Netanyahu dalam gelombang serangan ke-10. “Kantor perdana menteri kriminal Israel diserang dalam serangan yang ditargetkan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
IRGC bahkan menyebut nasib Netanyahu “tidak jelas” usai serangan. Klaim itu beredar cepat di berbagai platform digital. Situasi semakin tegang karena sirene serangan udara terdengar di sejumlah wilayah Israel.
Pemerintah Israel segera membantah. Kantor Netanyahu menyebut klaim tersebut sebagai berita bohong. Tidak ada dampak rudal yang terkonfirmasi di Yerusalem dan kantor perdana menteri dilaporkan tetap utuh.
Pada Minggu, 1 Maret 2026, akun resmi Netanyahu menyatakan ia berada di Israel. Ia menggelar pertemuan keamanan tingkat tinggi di Tel Aviv bersama Menteri Pertahanan, Kepala Staf, dan Direktur Mossad. Foto-foto pertemuan dirilis untuk mempertegas kehadirannya di dalam negeri.
“Kemarin di Tel Aviv, dan hari ini di Beit Shemesh, kita kehilangan orang-orang terkasih,” ujar Netanyahu dalam pernyataan terpisah sambil menyampaikan belasungkawa kepada korban konflik. Ucapan itu memperlihatkan ia tetap menjalankan perannya di tengah ketegangan.
Pemindahan pesawat Wing of Zion ke Berlin dipandang sebagai langkah antisipatif atas risiko eskalasi militer. Pemerintah Jerman menegaskan hanya memberikan izin parkir tanpa keterlibatan lebih jauh. Di tengah perang informasi dan saling klaim, keberadaan pesawat dan pemimpinnya menjadi simbol yang disorot publik.
Konflik Israel dan Iran belum menunjukkan tanda mereda. Serangan dan pernyataan keras terus dilontarkan kedua pihak. Di antara deru rudal dan diplomasi yang tegang, pesawat kenegaraan Israel kini terparkir di Berlin, sementara Netanyahu tetap memimpin dari tanahnya sendiri. *04/01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar