Kemendikdasmen Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Terpengaruh Kenaikan Anggaran

Menteri Pendidikan, Abdul Mu’ti.

JAKARTA, RIAUKU.COM – Anggaran pendidikan nasional melonjak tahun ini, membuka peluang untuk digitalisasi sekolah, revitalisasi satuan pendidikan, dan tunjangan guru. Meski ada kenaikan besar, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Menteri dan pejabat Kemendikdasmen menegaskan prioritas pendidikan tidak terganggu.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyebut tambahan anggaran dimaksudkan untuk program direktif Presiden Prabowo Subianto. Penambahan ini mencakup penambahan 60 ribu satuan pendidikan, serta penyaluran papan interaktif digital (PID) tiga unit per sekolah.

“Ini semua sedang dalam proses pembahasan dan tentu tidak akan mengganggu alokasi MBG,” kata Suharti usai membuka Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Tangerang Selatan, Banten, Senin, 2 Maret 2026.

Revitalisasi Sekolah dan Papan Digital Jadi Prioritas

Pemerintah memfokuskan sebagian besar anggaran pada revitalisasi sekolah. Satuan pendidikan yang direvitalisasi tersebar di seluruh Indonesia, termasuk wilayah terpencil. Tujuannya agar fasilitas belajar lebih modern dan layak bagi guru serta murid.

Selain fisik sekolah, transformasi digital menjadi perhatian utama. Penyaluran PID dimaksudkan untuk mendukung pembelajaran interaktif. Satu sekolah mendapat tiga papan interaktif digital, mempercepat adopsi teknologi pendidikan.

Kesejahteraan guru juga mendapat perhatian serius. Tunjuan tunjangan tambahan diberikan agar guru memiliki motivasi dan sarana mengajar lebih optimal. Semua program prioritas ini mendapat arahan langsung Presiden. 

Suharti menegaskan, penambahan anggaran bukan hanya formalitas. Anggaran dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program, memastikan kualitas pendidikan merata. “Kami ingin semua program strategis pendidikan berjalan sebaik mungkin,” ujarnya.

Pendidikan 2 - infografis.jpg

MBG Bagian Tak Terpisahkan dari Pendidikan Karakter

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi fokus utama. Menteri Abdul Mu’ti menekankan MBG bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga pembentukan karakter. Program ini masuk dalam Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, meliputi hidup sehat, gemar belajar, beribadah, dan berperan di masyarakat.

“MBG mendukung pendidikan anak secara menyeluruh,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Kamis (19/2) seperti dilansir antaranews.com. Ia menekankan MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan lainnya. Semua program strategis berjalan bersamaan. 

Program ini juga memastikan anak-anak mendapatkan gizi seimbang selama jam sekolah. Nutrisi yang baik meningkatkan konsentrasi belajar dan pertumbuhan fisik. MBG dirancang agar anak tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga sehat dan berkarakter.

Sekolah di daerah terpencil maupun perkotaan menerima manfaat program ini. Guru dan tenaga pendidikan dibekali pelatihan agar penyajian makanan sehat berjalan lancar. Anak-anak mendapatkan porsi sesuai kebutuhan gizi harian.

Dukungan Presiden dan Perluasan Program Strategis

Kenaikan anggaran pendidikan juga mendukung program digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi fisik sekolah. Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperluas akses pendidikan berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia. Program-program strategis ini dimaksudkan agar semua anak memiliki fasilitas belajar setara.

Suharti menyebut, ada rencana tambahan unit pembelajaran interaktif di setiap sekolah. Digitalisasi dimaksudkan untuk mempercepat adaptasi teknologi dalam kurikulum nasional. Guru pun dilatih mengoptimalkan papan interaktif digital untuk metode belajar inovatif.

Selain fasilitas, pemerintah menekankan peningkatan kualitas guru. Guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter siswa. Tunjuan tambahan dan program pelatihan diharapkan meningkatkan motivasi dan efektivitas mengajar.

Program revitalisasi dan digitalisasi diharapkan rampung tahun ini. Sekolah-sekolah yang mendapat pembaruan fisik dan digital tersebar di seluruh provinsi, termasuk Riau, Sumatera Utara, Jawa, dan Sulawesi. Pemerintah ingin semua anak Indonesia belajar nyaman dan efektif.

Pendidikan Berkelanjutan dan Akses Merata

Kebijakan ini menekankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Peningkatan fasilitas fisik dan digital, tunjangan guru, serta MBG memastikan pendidikan berkualitas bisa dirasakan merata. Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat memperkuat integrasi karakter, nutrisi, dan literasi.

“Seluruh program strategis ini berjalan bersamaan, tidak ada yang terganggu,” kata Abdul Mu’ti. Fokusnya pada pendidikan menyeluruh, dari gizi anak hingga teknologi pembelajaran. Langkah ini dianggap krusial untuk mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Dengan penambahan anggaran, pemerintah berupaya memastikan pendidikan nasional siap menghadapi tantangan era modern. Anak-anak Indonesia diharapkan mendapatkan fasilitas belajar memadai, guru berkompeten, dan nutrisi yang mendukung perkembangan optimal. Semua program ini diharapkan menyiapkan generasi unggul menjelang Indonesia Emas 2045. *01*


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.