Trump: Negara Arab Berbalik Dukung Perang Lawan Iran Usai Jadi Sasaran Serangan
WASHINGTON,RIAUKU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim sejumlah negara Arab yang sebelumnya memilih menjaga jarak dari konflik militer melawan Iran, kini justru mendesak untuk ikut bertempur secara aktif setelah wilayah mereka diserang Teheran.
Dalam wawancara dengan CNN, Trump mengungkapkan perubahan sikap tersebut terjadi secara dramatis.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- 29 Hektar Lahan di Pekanbaru dan Sekitarnya Terbakar Akibat Cuaca Panas
“Kami terkejut. Kami bilang kepada mereka, ‘Kami akan mengatasinya.’ Sekarang mereka ingin berperang dan mereka melakukannya secara agresif,” ujar Trump.
Serangan Balasan Iran Picu Eskalasi
Ketegangan memuncak setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu.
Teheran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone bersenjata ke Tel Aviv serta sejumlah instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Situasi semakin memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama serangan AS-Israel.
Kabar tersebut menjadi titik balik konflik dan memicu respons balasan yang lebih luas dari Iran.
Tak hanya menargetkan Israel dan pangkalan militer AS, Iran juga meluncurkan serangan ke beberapa negara Arab, di antaranya:
Bahrain
Yordania
Kuwait
Arab Saudi
Qatar
Uni Emirat Arab
Trump menyebut langkah Iran menyerang negara-negara tersebut sebagai “kejutan terbesar” dalam kampanye militer saat ini.
"Mereka menembak hotel, mereka menembak gedung apartemen. Itu membuat negara-negara itu marah,” kata Trump.
AS Klaim Unggul dan Lebih Cepat dari Jadwal
Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan operasi militer berjalan lebih cepat dari rencana awal.
Ia menyebut proyeksi awal memperkirakan kampanye berlangsung empat hingga lima minggu.
"Kami sudah jauh lebih maju dari jadwal. Ini sangat kuat. Kita memiliki militer terhebat di dunia, dan kita menggunakannya,” tegasnya.
Trump juga memastikan Amerika Serikat siap melanjutkan operasi jika konflik berlangsung lebih lama.
Pernyataan Bersama Kutuk Iran
Amerika Serikat bersama enam negara Arab pada Senin mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras serangan Iran. Negara-negara tersebut menyebut tindakan Teheran sebagai serangan “tanpa pandang bulu” yang membahayakan warga sipil dan melanggar kedaulatan.
Pernyataan itu menyatakan:
“Serangan yang tidak dapat dibenarkan ini menargetkan wilayah kedaulatan, membahayakan penduduk sipil, dan merusak infrastruktur sipil.”
Ketujuh negara menegaskan mereka bersatu membela wilayah dan keselamatan warga masing-masing, serta memperingatkan bahwa tindakan Iran berpotensi mengguncang stabilitas kawasan.
Konflik yang terus berkembang ini kini menjadi sorotan dunia. Dengan semakin banyak negara terseret, Timur Tengah menghadapi babak baru ketegangan yang bisa berdampak luas terhadap keamanan regional hingga ekonomi global.
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar