Mencari Buluh Perindu Asli atau Palsu di Air Mengalir
Bagaimana cara membedakan antara buluh perindu asli dengan palsu? Mudah. Menurut petuah orangtua dahulu, cukup dengan membuktikan pada air mengalir. Bagaimana caranya?
Di media sosial, banyak kalangan mencari buluh perindu asli? Tapi netizen juga bingung, bagaimana membuktikan bahwa buluh perindu itu asli? Kalau tidak pandai atau tidak mengerti, bisa saja tertipu oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
Untuk menunjukkan bahwa buluh perindu itu asli, sangatlah mudah. Intinya kalau berlawan dengan arus atau sungai itulah asli. Lalu bagaimana dengan buluh yang diperlihatkan oleh seseorang pada wadah piring yang berisi air agak panas, lalu benda itu bergerak-gerak dan akhirnya menjadi lurus seperti jarum?
Nah, itu bukan buluh perindu. Tapi bulu perindu (tanpa pakai huruf "H"). Khasiat atau kegunaannya pun jelas berbeda. Tak sehebat buluh perindu. Kok bisa?
Orantua bernama Wak Cekau, saat bertemu dengan riauku.com sudah mengingatkan bahwa buluh perindu yang asli tak akan diperjualbelikan, begitu pula dengan dalih uang atau emas sebagai mahar.
"Kita harus hati-hati. Bila buluh perindu memang sudah dijodohkan (nasib) yang diberi sama di Atas (Tuhan), maka dengan sendirinya akan datang. Maka jangan berharap, bila mencari sampai jauh. Yang didapat seperti sejauh air mengalir," ingat dia.
Wak Cekau mengingatkan, bahwa asal dari buluh perindu itu dapat dengan mudah ditemui pada sarang burung elang yang sudah ditinggal anaknya.
"Jika sarang elang itu jatuh di depan kita, maka apa yang harus diperbuat?" tanya Wak.
Cara mendapatkan pada sarang burung elang, tambah Wak Cekau, biasanya anak burung elang meninggalkan sarang atau terbang. Yang letaknya di ujung pohon besar (di Sumatera pada Pohon Sialang) di tepi sungai, bukit atau pergunungan.
Sarang elang diambil atau dibawa semuanya. Tapi, bila ada anak elang di dalamnya, maka induk elang akan tahu. Biasanya induknya marah dan segera menyerang.
Wak Cekau juga mengingatkan, bahwa tidak mudah membawa sarang elang itu. Selain adanya ancaman dari induk elang, juga di batang besar itu ada binatang berbisa, seperti lebah, ular, kalajengking, dan lipan (kelabang). Mengapa induk elang memilih pohon besar dan tinggi, karena untuk menjaga anaknya agar terlindung dari bahaya.
Baca juga: Misteri Kekuatan Buluh Perindu, antara Ilmiah dan Nyata?
Dijelaskannya, ketika menemukan atau mendapatkan sarang burung elang ini, maka pisahkan satu persatu jalinan sarang tersebut. "Ciri-ciri fisik buluh perindu ini, ada yang berbentuk ranting bambu seukuran setengah korek api, ada pula ditemukan seperti pucuk daun buluh atau pucuk daun bambu," jelas dia.
Bila berhasil memisahkannya, lanjut Wak Cekau, maka satu-satu jalinan sarang itu di bawa ke tempat air mengalir atau sungai kecil, atau parit yang mengalir. Sarang yang berbentuk bambu, daun bambu, ranting-ranting kayu kecil itu dimasukan dengan pelan-pelan ke permukaan air mengalir.
"Nah, jika salah satu ditemui melawan air atau menongkah air (melawan arus) atau posisi benda itu diam saja, maka inilah yang disebut dengan buluh perindu," ungkap dia.
Jika ditemui jenis seperti ini, maka ukuran yang ditemukan sebesar dan sepanjang korek api. Disimpan dalam dompet atau dalam lemari, tergantung niat yang akan digunakan.
"Biasanya, buluh perindu itu disimpan di dalam botol kecil yang berisi minyak hijau. Jenis minyak hijau ini berasal pati sari dari kelapa hijau. Nangi bisa beranak atau semakin banyak jumlahnya," kata dia.
Sementara bulu perindu (tanpa huruf 'H'), berukuran kecil dan bentuk seperti jarum kecil. Benda seperti ini umum di dapat di pasaran. Bahkan dengan mahar (uang).
"Inilah bedanya antara buluh perindu dengan bulu perindu, antara asli dan palsu," kata Wak Cekau kepada riauku.com, mengakhiri. (dmy)
Ciri-ciri Fisik Buluh Perindu Asli:
- Ukuran Asli: Panjang 5-7 cm, ketebalan 0,5-1 mm. Palsu lebih kecil dan halus.
- Warna Asli dan Palsu sama: Coklat kehitaman atau hitam.
- Tekstur Asli: Kaku seperti rambut atau benang. Palsu lebih lentur.
- Bentuk Asli: Pangkal tebal, ujung tipis. Palsu ujung pangkal halus.
Misteri Kekuataan Buluh Perindu Asli:
- Bisa melawan arus (menongkah arus) mempertahan diri. Palsu tidak bisa.
- Ketika disimpan buluh perindu asli akan beranak atau bertambah jumlahnya, sedangkan yang palsu tidak bisa.
- Memiliki energi sehingga bisa bergerak, menggeliat, atau saling mendekat saat dipertemukan pasangannya di air hangat kuku. Palsu hanya bergerak di atas piring.
- Fisik asli ditemukan di sarang burung elang. Palsu di sela-sela ruang pohon bambu.
- Digunakan untuk vokal bernyanyi, bisnis, penangkal, memancing/menangkap ikan.
- Digunakan sebagai sarana penyayang, pengasihan atau penarik lawan jenis.
- Dipercaya juga untuk lawan bicara sehingga menjadi iba atau kasihan.
Imbauan:
Klaim mengenai kekuatan bulu perindu adalah mitos dan kepercayaan tradisional, dan budaya sejak turun temurun, yang belum terbukti secara ilmiah.
Banyak beredar buluh perindu dengan produk palsu yang didapat dengan dalih mahar.
Tidak semua orang bisa memilikinya. Buluh perindu tidak bisa 'dipaksakan', karena kepemilikan bersifat 'jodoh' kesesuaian dan niat hati si pemilik.
Ketidakcocokan kepemilikan buluh perindu ini akan berakibat benda tersebut hilang dengan sendirinya, meskipun disimpan dalam botol dan ditutup rapat.
Nah, semoga informasi bermanfaat. (dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar