Indonesia Berduka! Try Sutrisno Wafat, Negara Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional

Mantan Wakil Presiden RI, Jenderal Purn TNI Try Soetrisno, dimakamkan dengan upacara militer di Taman Pahlawan Kalibata, Jakarta. (ist)

JAKARTA, RIAUKU.COM - Indonesia berduka. Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir pada usia 90 tahun setelah menjalani perawatan selama 16 hari. Ia wafat pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Pemerintah segera menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari. Bendera Merah Putih diminta berkibar setengah tiang sejak 2 hingga 4 Maret 2026. Instruksi itu berlaku di seluruh wilayah Indonesia serta kantor perwakilan RI di luar negeri.

Kabar wafatnya tokoh militer dan negarawan tersebut menyebar cepat sejak pagi. Rumah duka di Menteng dipenuhi keluarga, sahabat, serta pejabat negara. Suasana hening menyelimuti kawasan Jalan Purwakarta, Jakarta Pusat.

Negara Tetapkan Tiga Hari Berkabung

Keputusan berkabung nasional tercantum dalam surat resmi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Surat bernomor B-02/M/S/TU.00.00/03/2026 itu ditandatangani pada 2 Maret 2026. Isinya menginstruksikan seluruh lembaga negara dan pemerintah daerah mengibarkan bendera setengah tiang.

Instruksi tersebut ditujukan kepada pimpinan lembaga negara hingga kepala daerah di seluruh Indonesia. Termasuk pula gubernur Bank Indonesia, pimpinan BUMN, serta perwakilan diplomatik RI di luar negeri. Pemerintah meminta penghormatan nasional dilakukan serentak selama tiga hari.

“Dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang di seluruh pelosok tanah air selama tiga hari berturut-turut terhitung mulai 2 sampai 4 Maret 2026,” tulis Prasetyo dalam surat tersebut. Ia juga menetapkan kurun waktu itu sebagai Hari Berkabung Nasional.

Indonesia berkabung2.jpg

Wafat Setelah Dirawat 16 Hari

Try Sutrisno menjalani perawatan intensif selama lebih dari dua pekan di RSPAD Gatot Soebroto. Kondisi kesehatannya terus dipantau tim dokter. Keluarga setia mendampingi selama masa perawatan tersebut.

Pada Senin pagi, kabar duka akhirnya datang dari rumah sakit militer tersebut. Sang jenderal purnawirawan menghembuskan napas terakhir pukul 06.58 WIB. Usianya genap 90 tahun.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Menteng, Jakarta Pusat. Rumah di Jalan Purwakarta Nomor 6 menjadi tempat keluarga, kerabat, serta tokoh nasional memberikan penghormatan terakhir. Karangan bunga berjejer di sepanjang jalan kecil kawasan itu.

Dimakamkan Secara Militer

Pemerintah memutuskan pemakaman dilakukan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Upacara kenegaraan digelar dengan tata cara militer lengkap. Para prajurit TNI berdiri berjajar memberikan penghormatan terakhir.

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi pemakaman sebagai inspektur upacara. Ia membacakan apel persada di hadapan keluarga dan para pejabat negara. Suasana khidmat menyelimuti pemakaman tersebut.

Sejumlah tokoh nasional hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono serta Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Para pimpinan TNI dan pejabat tinggi negara juga tampak mengikuti prosesi.

Indonesia berkabung4.jpg

Prajurit dan Negarawan

Try Sutrisno dikenal sebagai salah satu tokoh militer penting dalam sejarah Indonesia modern. Karier militernya panjang dan penuh pengalaman strategis. Ia pernah menjabat Panglima ABRI pada periode 1988–1993.

Setelah itu ia dipercaya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998. Jabatan tersebut diemban pada masa pemerintahan Presiden Suharto. Masa kepemimpinannya dikenal disiplin serta kuat pada nilai pengabdian militer.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenang Try sebagai prajurit sekaligus negarawan. “Beliau dikenal sederhana, disiplin, dan loyal kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya. Sosoknya dinilai memberi teladan bagi generasi prajurit maupun pemimpin bangsa.

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan jejak panjang dalam sejarah militer dan pemerintahan Indonesia. Puluhan tahun hidupnya dihabiskan untuk mengabdi kepada negara. Banyak kalangan menilai warisan kepemimpinannya tetap relevan hingga kini.

Di tengah masa berkabung nasional, bendera Merah Putih berkibar setengah tiang di berbagai sudut negeri. Tanda hormat bagi seorang prajurit yang mengabdikan hidupnya untuk Indonesia. Nama Try Sutrisno kini tercatat dalam sejarah sebagai tokoh yang pernah berdiri di barisan terdepan menjaga republik. *01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.