Sempat Terluka Parah, Mahasiswi UIN Suska Kini Bisa Duduk dan Tersenyum Lagi
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Suasana ruang perawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tampak lebih tenang pada Senin, 2 Maret 2026. Farradhilla Ayu Pramesti, mahasiswi korban pembacokan di kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, mulai menunjukkan tanda pemulihan. Setelah menjalani operasi akibat luka serius, perempuan berusia 23 tahun itu kini sudah bisa duduk, makan, dan berbicara dengan keluarga.
Pantauan di ruang perawatan lantai dua rumah sakit memperlihatkan Farradhilla mengenakan jilbab dengan tangan kiri masih terbalut perban coklat. Ia duduk bersandar di tempat tidur sambil menikmati makanan yang disiapkan keluarga. Raut wajahnya tampak lebih tenang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Kondisi ini menjadi kabar baik setelah insiden pembacokan yang mengguncang lingkungan kampus UIN Suska Riau. Dukungan dari keluarga, tenaga medis, serta aparat kepolisian terus mengalir selama proses pemulihan berlangsung. Doa juga dipanjatkan agar Farradhilla segera pulih sepenuhnya.
Dukungan dan Doa dari Polda Riau
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, kembali menjenguk Farradhilla di RSUD Arifin Achmad. Kehadiran Pandra membawa pesan dukungan dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan kepada korban dan keluarganya. Dalam kunjungan tersebut, suasana haru terasa ketika keluarga dan polisi bersama-sama memanjatkan doa.
Doa kesembuhan dipimpin oleh ayah Farradhilla dan diikuti ibundanya, Nova, serta beberapa anggota keluarga. Lantunan doa berlangsung khusyuk di ruang perawatan. Momen tersebut memperlihatkan solidaritas antara keluarga korban dan aparat kepolisian yang ikut memberikan dukungan moral.
Pandra mengatakan pihaknya terus memberikan pendampingan terhadap Farradhilla selama proses perawatan. Dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap korban. Ia berharap kondisi Farradhilla segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas normal.
“Saya menyampaikan pesan Kapolda Riau agar Farradhilla dan keluarganya tetap kuat serta terus berikhtiar untuk kesembuhan,” kata Pandra saat menjenguk korban di RSUD Arifin Achmad seperti dikutip dari riauaktual.com.
Selain memberikan motivasi, Polda Riau juga membantu proses perawatan korban. Atas instruksi Kapolda, Farradhilla dipindahkan dari ruang perawatan kelas II ke kelas I. Langkah ini diambil agar korban mendapatkan kenyamanan lebih selama masa pemulihan.
Pandra berharap perhatian dan pendampingan tersebut dapat membantu pemulihan kondisi psikologis korban. Trauma akibat kejadian di kampus menjadi perhatian penting selama masa perawatan. Kepolisian ingin memastikan Farradhilla kembali ceria dan mampu menjalani kehidupan seperti sebelumnya.
“Semoga setiap pendampingan yang kami lakukan dapat membantu Farradhilla pulih dan kembali menjalani aktivitas dengan normal,” ujar Pandra.
Kondisi Medis Korban Berangsur Stabil
Tim medis RSUD Arifin Achmad memastikan kondisi Farradhilla terus membaik setelah menjalani operasi. Dokter jaga, dr Nadya Dwi Astari, menjelaskan perkembangan kesehatan korban menunjukkan kemajuan signifikan. Luka yang dialami korban sudah dalam tahap pemulihan.
Menurut dr Nadya, Farradhilla kini sudah mampu berkomunikasi dengan baik. Ia juga mulai dapat melakukan aktivitas ringan di dalam kamar perawatan. Kondisi tersebut menandakan masa kritis telah berhasil dilewati.
“Farradhilla sudah bisa berbicara dengan baik, duduk, dan berjalan sedikit menuju kamar mandi,” kata dr Nadya Dwi Astari.
Meski demikian, tim medis masih terus memantau perkembangan luka operasi. Pemulihan fisik membutuhkan waktu agar jaringan tubuh kembali pulih sepenuhnya. Dokter juga memperhatikan kondisi mental korban setelah mengalami peristiwa kekerasan.
Proses pemulihan psikologis menjadi bagian penting dalam perawatan. Trauma pasca kejadian sering muncul pada korban tindak kekerasan. Pendampingan keluarga dan dukungan lingkungan sekitar sangat membantu proses penyembuhan.
Tim rumah sakit juga memberikan edukasi kepada keluarga terkait perawatan lanjutan. Farradhilla disarankan menjalani masa istirahat yang cukup selama beberapa waktu. Aktivitas berat masih perlu dihindari sampai kondisi benar-benar stabil.
Harapan Keluarga untuk Kesembuhan
Ibunda Farradhilla, Nova, tampak mendampingi anaknya selama masa perawatan di rumah sakit. Ia tidak menyembunyikan rasa syukur melihat kondisi putrinya yang semakin membaik. Dukungan dari berbagai pihak membuat keluarga merasa tidak sendirian menghadapi situasi ini.
Nova mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan tenaga medis yang memberikan perhatian besar terhadap anaknya. Menurutnya, bantuan yang diberikan sejak awal kejadian sangat berarti bagi keluarga. Penanganan cepat juga membantu mempercepat proses pemulihan.
“Saya berterima kasih kepada kepolisian dan RSUD Arifin Achmad yang sudah membantu anak saya dengan sangat baik,” kata Nova.
Ia berharap putrinya dapat segera pulih sepenuhnya dan melanjutkan kehidupan seperti biasa. Hal yang paling ia khawatirkan saat ini adalah trauma psikologis yang mungkin masih membekas. Keluarga terus memberikan dukungan agar Farradhilla kembali percaya diri.
Nova juga berharap kejadian serupa tidak terulang di lingkungan pendidikan. Kampus seharusnya menjadi tempat aman bagi mahasiswa untuk belajar dan beraktivitas. Insiden kekerasan yang terjadi di lingkungan akademik meninggalkan luka mendalam bagi korban dan keluarga.
Kini keluarga hanya fokus pada proses pemulihan Farradhilla. Hari-hari di ruang perawatan menjadi momen penting untuk membangun kembali kekuatan mental. Senyum yang mulai kembali terlihat di wajah Farradhilla menjadi tanda harapan baru setelah melewati peristiwa yang mengubah hidupnya.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar