Investor Panik! Harga Emas Antam Tembus Rp3,135 Juta Saat Konflik AS & Israel-Iran Memanas

Ilustrasi

RIAUKU.COM - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk melonjak tajam pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, ketika konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga emas dunia. Logam mulia Antam naik Rp50.000 menjadi Rp3.135.000 per gram di Jakarta pagi hari. Kenaikan dipicu lonjakan emas global serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik.

Lonjakan harga tercatat di butik Logam Mulia Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta. Data resmi situs Logam Mulia milik PT Antam menunjukkan harga emas satu gram mencapai Rp3.135.000 pada pukul 08.30 WIB. Angka ini lebih tinggi Rp50.000 dibanding perdagangan sebelumnya.

Sumber data harga tersebut tercantum dalam laman resmi logammulia.com yang dipantau CNBC Indonesia pada Senin pagi. Media ekonomi tersebut melaporkan kenaikan terjadi setelah harga emas Antam sebelumnya sudah naik Rp40.000 pada perdagangan Sabtu. Kenaikan beruntun ini menguatkan tren bullish logam mulia sejak akhir Februari.

Harga Buyback Ikut Menguat

Kenaikan tidak hanya terjadi pada harga jual emas. Harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami peningkatan. Nilainya naik Rp50.000 menjadi Rp2.914.000 per gram.

Data ini dirilis dalam laporan harga emas harian yang dikutip dari laman resmi Logam Mulia serta dirangkum oleh Kontan.co.id. Harga buyback menjadi patokan bagi investor ketika menjual kembali emas mereka. Perbedaan harga jual dan buyback hari ini tercatat Rp221.000 per gram.

Selisih harga tersebut sering disebut sebagai spread dalam perdagangan emas. Investor perlu memahami perbedaan itu sebelum membeli emas batangan. Tanpa perhitungan matang, potensi keuntungan bisa salah diprediksi.

Harga emas Antam berlaku ketika investor membeli emas di gerai resmi Logam Mulia. Sementara harga buyback berlaku ketika emas dijual kembali kepada Antam. Selisih tersebut menjadi faktor penting dalam strategi investasi logam mulia.

emas1.jpg

Harga Emas Dunia Ikut Melejit

Pergerakan emas domestik sejalan dengan tren emas global. Berdasarkan data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia, harga emas dunia naik hingga 1,4 persen. Pada perdagangan Senin pagi, logam mulia diperdagangkan di sekitar US$5.360,49 per troy ons.

Kenaikan ini membuat harga emas kembali menembus level psikologis US$5.300. Level tersebut terakhir kali tercapai pada Desember 2025. Dalam sepekan terakhir, harga emas global bahkan menguat lebih dari tiga persen.

Data Refinitiv juga mencatat harga emas ditutup di US$5.277,29 per troy ons pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026. Angka tersebut menjadi level tertinggi dalam sebulan terakhir. Tren kenaikan memperlihatkan meningkatnya minat investor terhadap logam mulia.

Konflik Timur Tengah Picu Permintaan Safe Haven

Lonjakan harga emas tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Investor global mulai mengalihkan portofolio ke aset yang dianggap aman.

Laporan Kompas.com menyebut konflik tersebut meningkatkan premi risiko di pasar keuangan. Ketika ketidakpastian geopolitik meningkat, emas dan perak sering menjadi tujuan utama investor. Fenomena ini dikenal sebagai pergerakan menuju aset safe haven.

Analis pasar internasional melihat lonjakan permintaan logam mulia sebagai reaksi alami terhadap konflik. Risiko geopolitik biasanya mendorong investor mengurangi eksposur terhadap saham atau aset berisiko. Sebagai gantinya, mereka memilih komoditas bernilai lindung seperti emas.

Kontrak emas berjangka di Chicago Mercantile Exchange juga ikut melonjak. Harga kontrak emas sempat mencapai sekitar US$5.296 per ons pada awal Maret 2026. Kenaikan tersebut memperlihatkan ekspektasi pasar terhadap meningkatnya permintaan logam mulia.

Prospek Harga Emas Masih Menguat

Sejumlah analis memperkirakan harga emas masih berpotensi naik jika konflik geopolitik berlanjut. Target berikutnya diperkirakan berada di sekitar US$5.450 per ons. Perkiraan ini muncul dalam sejumlah laporan pasar internasional.

Analis Blue Line Futures, Phillip Streible, menilai investor sedang mengalami fenomena “flight to safety”. Modal global bergerak menuju aset yang lebih stabil ketika ketidakpastian meningkat. Emas menjadi pilihan utama dalam kondisi tersebut.

Meski begitu, pergerakan harga emas tetap dipengaruhi banyak faktor. Kebijakan suku bunga, inflasi global, serta kondisi ekonomi dunia ikut menentukan arah pasar. Perkembangan geopolitik hanya menjadi salah satu pendorong utama dalam jangka pendek.

Bagi investor ritel di Indonesia, kenaikan harga emas Antam memberi sinyal kuat mengenai perubahan dinamika pasar global. Logam mulia kembali menunjukkan perannya sebagai pelindung nilai saat krisis. Tren ini membuat emas kembali menjadi incaran banyak investor pada awal 2026.

Daftar harga emas Antam hari ini di Logam Mulia per 2 Maret 2026

  • Harga emas batangan 0,5 gram: Rp1.617.500
  • ?Harga emas batangan 1 gram: Rp3.135.000
  • ?Harga emas batangan 2 gram: Rp6.210.000
  • ?Harga emas batangan 3 gram: Rp9.290.000
  • ?Harga emas batangan 5 gram: Rp15.450.000
  • ?Harga emas batangan 10 gram: Rp30.845.000
  • ?Harga emas batangan 25 gram: Rp76.987.000
  • ?Harga emas batangan 50 gram: Rp153.895.000
  • ?Harga emas batangan 100 gram: Rp307.712.000
  • ?Harga emas batangan 250 gram: Rp769.015.000
  • Harga emas batangan 500 gram: Rp1.537.820.000
  • ?Harga emas batangan 1000 gram: Rp3.075.600.000


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.