Tidur Cuma 6 Jam? Hati-hati, Otak Bisa “Drop” Tanpa Disadari
JAKARTA,RIAUKU.COM – Merasa tubuh tetap bugar meski hanya tidur enam jam setiap malam? Jangan buru-buru merasa aman.
Para ahli mengingatkan, otak bisa mengalami penurunan fungsi serius meski tubuh terlihat baik-baik saja.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Dilansir dari Hindustan Times, Minggu (1/3), ahli neurologi dari Apollo Hospitals Hyderabad, Dr.
Sudhir Kumar, MD, DM, mengungkapkan bahwa kurang tidur selama dua pekan berturut-turut dapat berdampak signifikan pada fungsi kognitif.
Dalam studi terkontrol, partisipan yang hanya tidur enam jam per malam selama dua minggu menunjukkan performa kognitif setara dengan orang yang terjaga selama 24 hingga 48 jam tanpa henti.
"Banyak orang merasa baik-baik saja secara fisik, tetapi otak mereka sebenarnya mengalami perubahan signifikan,” ujar Dr. Kumar.
Percaya Diri, Padahal Fungsi Otak Menurun
Yang lebih mengkhawatirkan, para peserta penelitian justru merasa tetap berfungsi normal.
Padahal, secara objektif, terjadi penurunan kemampuan berpikir.
Beberapa dampak kurang tidur terhadap otak antara lain:
Rentang perhatian menurun
Waktu reaksi lebih lambat
Gangguan memori kerja
Pengambilan keputusan yang memburuk
Menariknya, kurang tidur tidak selalu membuat seseorang merasa lelah seperti orang mabuk.
Sebaliknya, kondisi ini bisa memunculkan rasa percaya diri berlebihan seolah-olah semuanya berjalan normal.
"Tidur enam jam bukanlah strategi meningkatkan produktivitas. Itu adalah akumulasi stres neurologis,” tegasnya.
Kebutuhan Tidur Berdasarkan Usia
Sementara itu, menurut Mayo Clinic, kebutuhan tidur berbeda-beda tergantung usia:
Bayi 4–12 bulan: 12–16 jam
Usia 1–2 tahun: 11–14 jam
Usia 3–5 tahun: 10–13 jam
Usia 6–12 tahun: 9–12 jam
Usia 13–18 tahun: 8–10 jam
Dewasa: minimal 7 jam atau lebih
Sebagian besar orang dewasa idealnya membutuhkan 7–9 jam tidur setiap malam untuk menjaga kesehatan kognitif dan fungsi otak tetap optimal.
“Tidur bukanlah perawatan opsional. Tidur adalah perbaikan otak harian,” tutup Dr. Kumar.
Jadi, masih mau bangga begadang demi produktivitas? Bisa jadi, yang menurun bukan cuma jam tidur tapi juga kualitas otak Anda.(*04*)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar