Indonesia Berduka! Try Sutrisno Tutup Usia, Istana Sampaikan Penghormatan Terakhir
JAKARTA, RIAUKU.COM – Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin pagi, 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta setelah menjalani perawatan medis; kabar duka dikonfirmasi Istana dan pihak rumah sakit, jenazah disemayamkan di Menteng.
Kabar wafatnya tokoh militer senior ini langsung menyebar di kalangan pejabat negara dan purnawirawan TNI. Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menyampaikan duka mendalam. Sosok Try Sutrisno selama puluhan tahun dikenal sebagai perwira militer sekaligus pemimpin negara.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa atas kepergian mantan orang nomor dua di Indonesia tersebut. “Benar, kita berduka sangat mendalam,” ujar Prasetyo kepada wartawan pada Senin pagi. Pernyataan itu dikutip dari laporan Kompas.com.
Wafat di RSPAD
Informasi wafatnya Try Sutrisno pertama kali dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya. Ia memastikan mantan wakil presiden tersebut menghembuskan napas terakhir di rumah sakit militer tersebut. Keterangan ini juga dimuat dalam laporan Kompas.com.
Menurut informasi dari pihak keluarga dan rumah sakit, Try Sutrisno meninggal dunia pukul 06.58 WIB. Jenazah kemudian dimandikan di rumah duka RSPAD. Setelah itu jenazah dibawa ke kediamannya di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Rumah duka di kawasan Menteng sejak pagi mulai didatangi kerabat, pejabat, serta sejumlah tokoh militer. Suasana duka menyelimuti kediaman mantan wakil presiden tersebut. Banyak pelayat mengenang pengabdian panjangnya bagi negara.

Istana Sampaikan Duka Mendalam
Istana Kepresidenan langsung merespons kabar wafatnya Try Sutrisno. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pemerintah memberi perhatian khusus terhadap proses penanganan jenazah almarhum. Ia juga meminta pihak rumah sakit memberikan pelayanan terbaik.
“Aku sudah minta RSPAD garnisun Setneg memberikan atensi terbaik,” ujar Prasetyo seperti dikutip dari Kompas.com. Pemerintah menilai Try Sutrisno sebagai tokoh nasional yang memiliki jasa besar. Kariernya di militer dan pemerintahan meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Indonesia.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai tokoh politik dan militer. Banyak pihak mengenang sosoknya sebagai figur sederhana dan disiplin. Kepergiannya dianggap kehilangan besar bagi bangsa.
Dari Surabaya ke Istana Wakil Presiden
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai sopir ambulans sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga.
Setelah menamatkan pendidikan menengah pada 1956, ia diterima di Akademi Teknik Angkatan Darat. Pendidikan militernya berlangsung pada masa awal konsolidasi negara. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan Try Sutrisno sejak muda.
Karier militernya dimulai ketika ia terlibat operasi penumpasan pemberontakan PRRI pada 1957. Pengalaman tempur tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya sebagai prajurit. Nama Try Sutrisno mulai dikenal di lingkungan militer.
Karier Militer yang Cemerlang
Sepanjang kariernya di TNI, Try Sutrisno menduduki berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat Kepala Staf Kodam XVI Udayana pada 1978. Setahun kemudian ia dipercaya memimpin Kodam IV Sriwijaya.
Kariernya terus menanjak hingga menjadi Pangdam Jaya pada 1982. Pada 1985 ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Setahun kemudian ia diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.
Pada 1988 Try Sutrisno dipercaya menjabat Panglima ABRI. Jabatan tersebut ia emban hingga 1993. Pada masa itu ABRI masih mencakup TNI dan Kepolisian Republik Indonesia.

Menjadi Wakil Presiden
Karier Try Sutrisno mencapai puncaknya ketika Majelis Permusyawaratan Rakyat memilihnya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Ia mendampingi Presiden Soeharto setelah Sidang Umum MPR 1993. Masa jabatan itu berlangsung hingga 1998.
Try Sutrisno tercatat sebagai wakil presiden ketiga dari kalangan militer. Masa kepemimpinannya berlangsung pada periode penting menjelang perubahan politik nasional. Ia menjadi bagian dari fase akhir pemerintahan Orde Baru.
Setelah purnatugas sebagai wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif dalam kegiatan kebangsaan. Ia pernah memimpin Persatuan Purnawirawan ABRI atau Pepabri. Aktivitas tersebut memperlihatkan perannya dalam kehidupan publik setelah pensiun.
Sosok Sederhana di Balik Jabatan Tinggi
Banyak orang mengenang Try Sutrisno sebagai sosok sederhana. Salah satu kisah yang sering disebut ialah rumah pribadinya yang dicicil selama bertahun-tahun setelah pensiun dari militer. Cerita ini kerap dikutip dalam berbagai profilnya di media.
Perjalanan hidupnya mencerminkan mobilitas sosial yang panjang. Dari keluarga sederhana di Surabaya hingga mencapai jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia. Kisah tersebut menjadikan Try Sutrisno salah satu figur penting dalam sejarah militer dan politik Indonesia.
Kepergiannya pada Senin pagi menutup perjalanan panjang seorang prajurit dan negarawan. Indonesia kehilangan tokoh yang pernah berdiri di garis depan pertahanan negara. Nama Try Sutrisno kini tercatat sebagai bagian penting sejarah republik.
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar