Langit Yerusalem Bergemuruh! Serangan Balasan Iran Tewaskan 6 Orang
TEL AVIV, RIAUKU.COM - Serangan rudal balistik Iran menghantam kawasan permukiman di Kota Beit Shemesh, wilayah tengah Israel, Minggu (1/3/2026). Sedikitnya enam warga sipil tewas dan hampir 20 orang terluka setelah rudal menghantam bangunan perumahan sekitar 30 kilometer dari Yerusalem. Serangan terjadi ketika konflik militer Iran–Israel memanas menyusul operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat di Iran sehari sebelumnya.
Ledakan keras mengguncang langit wilayah Yerusalem pada pagi hari. Sirene peringatan udara meraung di berbagai kawasan sebelum suara dentuman terdengar berulang kali. Warga berhamburan keluar rumah sementara tim darurat bergerak menuju titik dampak rudal.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
Laporan media internasional menyebut rudal jatuh tepat di area permukiman padat. Bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan berat setelah terkena hantaman langsung. Puing beton berserakan di jalanan, sementara asap tebal membubung dari lokasi kejadian.
Data korban terus diperbarui sepanjang hari. Menurut laporan Al Jazeera yang dikutip berbagai media internasional, jumlah korban tewas meningkat menjadi enam orang. Hampir dua puluh warga lain mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Permukiman Hancur, Tim Penyelamat Dikerahkan
Layanan ambulans nasional Israel, Magen David Adom, segera mengirimkan tim medis ke lokasi. Petugas membawa korban keluar dari bangunan yang runtuh menggunakan tandu darurat. Ambulans dan helikopter medis disiagakan untuk mempercepat evakuasi.
Militer Israel mengonfirmasi serangan rudal melalui pernyataan resmi di Telegram. Sistem pertahanan udara diaktifkan segera setelah peluncuran rudal terdeteksi. Namun sebagian proyektil tetap berhasil menembus pertahanan dan menghantam kawasan sipil.
Menurut laporan CNN, polisi Israel menyebut kerusakan bangunan sangat parah akibat hantaman langsung rudal balistik. Sebagian struktur rumah runtuh dan memicu kebakaran di beberapa titik. Tim pemadam kebakaran bekerja berjam-jam memadamkan api serta mengevakuasi korban yang terjebak.
Rekaman video yang beredar menunjukkan situasi kacau di lokasi serangan. Petugas pemadam terlihat menyemprotkan air ke bangunan yang masih mengeluarkan asap. Warga yang selamat berdiri di tepi jalan menyaksikan proses penyelamatan.
Korban Luka Termasuk Anak-anak
Laporan layanan darurat menyebut hampir 20 orang mengalami luka. Dua korban berada dalam kondisi kritis setelah terkena reruntuhan bangunan. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans darurat.
Dua korban lain mengalami luka berat, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Satu korban dilaporkan mengalami luka sedang akibat serpihan material bangunan. Tim medis terus memantau kondisi korban di sejumlah rumah sakit wilayah Yerusalem.
Sensor militer Israel melarang media mengungkap lokasi detail titik dampak rudal. Kebijakan tersebut diterapkan untuk alasan keamanan nasional. Informasi rinci hanya diberikan kepada otoritas militer dan layanan darurat.
Meski begitu, sejumlah video amatir dari warga tersebar luas di media sosial. Rekaman menunjukkan bangunan apartemen yang hancur sebagian. Debu tebal menutupi jalan sementara kendaraan darurat memadati area tersebut.

Eskalasi Perang Iran–Israel dan AS
Serangan rudal Iran terjadi setelah operasi militer besar yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2). Operasi itu menargetkan fasilitas militer Iran termasuk pangkalan udara, peluncur rudal, dan sistem pertahanan udara. Laporan berbagai media menyebut serangan tersebut menewaskan ratusan orang di Iran.
Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara tersebut. Kematian tokoh penting itu memicu ketegangan baru di Timur Tengah. Iran kemudian meluncurkan serangkaian serangan balasan ke wilayah Israel.
Menurut laporan detikNews yang mengutip AFP, militer Israel mendeteksi peluncuran rudal dari Iran menuju wilayah Israel pada Minggu pagi. Sistem pertahanan udara segera diaktifkan untuk mencegat ancaman. Namun beberapa rudal tetap mencapai sasaran di daratan Israel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran dapat berlangsung hingga empat pekan. Pernyataan itu disampaikan kepada surat kabar Inggris Daily Mail seperti dilaporkan AFP. Ia memperkirakan konflik masih akan berlangsung intens dalam beberapa minggu ke depan.
Ketegangan yang terus meningkat membuat situasi keamanan kawasan Timur Tengah semakin rapuh. Serangan ke Beit Shemesh menjadi salah satu serangan langsung paling mematikan terhadap permukiman Israel dalam gelombang konflik terbaru ini. *01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar