Empat Penumpang Bus PMH Korban Tewas Kecelakaan Maut di Pelalawan Teridentifikasi
PANGKALAN KERINCI, RIAUKU.COM — Empat penumpang bus PMH bernama Yantono (43), Mila Rani Pangaribuan (22), Pardomuan Banjar Nahor (56), dan Martinus Sitohang (46) tewas dalam kecelakaan bus Mercedes-Benz PMH BK 7552 LD dengan truk Colt Diesel BM 9142 GU di Jalan Lintas Timur KM 122+900, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Minggu 1 Maret 2026 pukul 09.10 WIB, setelah bus menyalip kendaraan di jalur turunan dan menghantam truk dari arah berlawanan.
Pagi cerah di Jalan Lintas Timur Kabupaten Pelalawan berubah menjadi suasana darurat. Benturan keras antara bus penumpang dan truk logistik memecah ketenangan jalur utama Sumatra. Warga sekitar berlarian mendekat ketika suara tabrakan menggema dari arah kilometer 122.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Bus Mercedes-Benz PMH bernomor polisi BK 7552 LD melaju dari arah Pangkalan Kuras menuju Ukui. Dari arah berlawanan datang truk Colt Diesel BM 9142 GU yang dikemudikan Aprianto, 47 tahun, warga Pekanbaru. Kedua kendaraan bertabrakan keras di ruas jalan Desa Dusun Tua, Kecamatan Pangkalan Lesung.
Benturan terjadi begitu cepat. Bodi bus penyok di sisi kanan sementara bagian depan truk hancur. Truk kehilangan kendali lalu terperosok ke jurang di sisi kiri jalan.
Suasana lokasi kejadian mendadak riuh. Warga bersama polisi berusaha membuka pintu bus untuk mengevakuasi penumpang. Beberapa korban ditemukan terjepit di antara kursi dan rangka kendaraan.
Identitas Korban Tewas
Polisi memastikan empat penumpang bus meninggal di tempat kejadian perkara. Keempat korban mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan keras. Identitas korban telah diverifikasi oleh petugas.
Korban meninggal dunia bernama Yantono, 43 tahun. Mila Rani Pangaribuan, 22 tahun, juga ditemukan meninggal di lokasi kejadian. Dua korban lain bernama Pardomuan Banjar Nahor, 56 tahun, dan Martinus Sitohang, 46 tahun.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan AKP Tatit Rizkiyan Hanafi mengatakan seluruh korban merupakan penumpang bus PMH. Tubuh korban dievakuasi menggunakan ambulans. Petugas membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Tercatat empat orang penumpang meninggal dunia di tempat kejadian akibat benturan keras,” kata Tatit Rizkiyan Hanafi seperti dikutip dari Mediacenter Riau, Minggu 1 Maret 2026.
Korban Luka dan Evakuasi
Selain korban meninggal, dua orang penumpang mengalami luka berat. Seorang penumpang lain mengalami luka ringan. Seluruh korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan medis.
Korban luka berat dirujuk ke RSUD Selasih setelah mendapat pertolongan awal di Puskesmas Pangkalan Lesung. Tenaga medis memberikan penanganan intensif untuk menstabilkan kondisi korban. Beberapa penumpang lain selamat tanpa luka serius.
Sopir truk bernama Aprianto juga mengalami luka pada bagian kepala dan kening. Ia sempat mendapat perawatan di Puskesmas Pangkalan Lesung. Setelah itu ia dirujuk ke RSUD Selasih untuk pemeriksaan lanjutan.
Kronologi Tabrakan
Menurut AKP Tatit Rizkiyan Hanafi, kecelakaan bermula ketika bus PMH melaju dari arah Pangkalan Kuras menuju Ukui. Bus melintasi ruas jalan dengan kontur menurun dan menanjak. Arus kendaraan pada Minggu pagi terbilang ramai.
Pengemudi bus berusaha menyalip kendaraan di depannya. Bus melebar ke jalur kanan saat melewati garis kuning utuh. Marka jalan tersebut menandakan larangan mendahului kendaraan lain.
Pada saat bersamaan truk Colt Diesel melaju dari arah berlawanan. Jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat. Benturan keras terjadi di tengah badan jalan.
Sopir Bus Menghilang
Benturan kuat membuat bagian samping kanan kedua kendaraan rusak. Bus berhenti di badan jalan sebelah kiri. Truk kehilangan kendali lalu terjun ke jurang.
Setelah kecelakaan terjadi, sopir bus tidak ditemukan di lokasi kejadian. Polisi menduga pengemudi bus meninggalkan tempat kejadian perkara. Aparat kini melakukan pencarian terhadap sopir tersebut.
“Sopir bus sedang kami dalami keterangannya melalui pemeriksaan saksi,” kata Tatit Rizkiyan Hanafi kepada TribunPekanbaru.com.
Penyelidikan Polisi
Polisi memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian. Salah satu saksi yang dimintai keterangan bernama Charles Bronson Siahaan, 34 tahun. Ia merupakan sopir cadangan bus PMH.
Penyidik mendalami siapa yang mengemudikan bus saat kecelakaan terjadi. Polisi juga menelusuri alasan pengemudi utama tidak berada di lokasi setelah tabrakan. Pemeriksaan masih berlangsung. “Kami masih mendalami siapa yang mengemudikan bus saat kejadian,” kata Tatit.
Kerugian dan Imbauan Polisi
Kecelakaan ini menimbulkan kerugian material sekitar Rp50 juta. Kerusakan bus diperkirakan mencapai Rp30 juta. Kerusakan truk diperkirakan sekitar Rp20 juta.
Kedua kendaraan kini diamankan sebagai barang bukti penyelidikan. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta pendataan korban. Data kecelakaan dimasukkan ke sistem DORS dan IRSMS.
Polisi mengingatkan pengemudi kendaraan umum agar mematuhi marka jalan. Jalur Lintas Timur dikenal padat kendaraan logistik dan transportasi antarkota. Keselamatan pengemudi dan penumpang harus menjadi prioritas utama.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar