Bekuk 3 Preman Jalanan di Dumai Dibekuk, Aksi Pungli Truk Tengah Malam Terbongkar

Tim RAGA Polres Dumai menangkap 3 preman jalanan yang melakukan pungli pada supir truk. (ist)

DUMAI, RIAUKU.COM  – Polisi menangkap tiga pria pelaku pungutan liar terhadap sopir truk di Simpang Melayu, Kota Dumai, Minggu dini hari, 1 Maret 2026. Penangkapan dilakukan Tim RAGA Polres Dumai saat patroli anti-premanisme di Jalan Cut Nyak Dien. Ketiga pria berinisial A, R, dan S diduga mengadang truk logistik dan meminta uang secara paksa.

Aksi penindakan berlangsung sekitar pukul 00.05 WIB. Tujuh personel Tim RAGA yang sedang berpatroli melihat tiga pria berdiri di badan jalan. Mereka menghentikan truk yang melintas lalu meminta uang dari pengemudi.

Kapolres Dumai Angga Febrian Herlambang mengatakan polisi segera mendekati lokasi setelah melihat aktivitas mencurigakan tersebut. Petugas langsung mengamankan ketiga pria tanpa perlawanan. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Dumai untuk pemeriksaan.

Terjaring Saat Patroli Dini Hari

Kawasan Simpang Melayu dikenal sebagai jalur penting distribusi logistik industri di Dumai. Truk-truk bermuatan barang melintas hampir sepanjang malam. Situasi ini sering dimanfaatkan pelaku pungli untuk mencari uang secara ilegal.

Menurut Kapolres Angga Febrian Herlambang, ketiga pria tersebut diduga sudah beberapa kali melakukan aksi serupa. Mereka berdiri di tepi jalan lalu menghadang kendaraan berat yang melintas. Sopir yang melambat langsung diminta menyerahkan uang.

“Petugas mendapati mereka sedang mengadang truk yang melintas untuk meminta sejumlah uang secara paksa,” kata Angga di Dumai, Minggu. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi penangkapan.

Dari tangan para pelaku, polisi menemukan sejumlah uang tunai pecahan Rp2 ribu. Uang itu diduga berasal dari pungutan terhadap sopir truk yang melintas di jalur tersebut.

Modus Berbahaya di Tengah Arus Truk

Polisi menilai modus pungli yang dilakukan ketiga pria itu sangat berbahaya. Aksi penghentian kendaraan berat di badan jalan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Apalagi kegiatan dilakukan pada malam hari saat jarak pandang terbatas.

Truk yang melaju di jalur industri biasanya membawa muatan berat. Kendaraan membutuhkan jarak pengereman yang panjang untuk berhenti. Jika sopir mendadak diminta berhenti di tengah jalan, risiko tabrakan meningkat.

Situasi seperti ini tidak hanya membahayakan sopir truk. Pengguna jalan lain juga dapat menjadi korban. Polisi menilai praktik pungli di jalur logistik harus segera dihentikan.

Angga menyebut praktik tersebut merugikan banyak pihak. Selain mengganggu kelancaran distribusi barang, aksi itu juga menimbulkan rasa takut bagi pengemudi.

Polisi Tegaskan Perang pada Premanisme

Kapolres Dumai menegaskan kepolisian tidak memberi ruang bagi praktik premanisme. Aparat akan menindak tegas setiap aktivitas pungli yang meresahkan masyarakat. Patroli rutin juga akan terus digencarkan di jalur rawan.

Menurut Angga, keamanan jalur logistik menjadi prioritas. Kota Dumai memiliki peran penting dalam distribusi industri dan pelabuhan. Kelancaran transportasi harus dijaga agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.

“Kami tidak memberi ruang bagi praktik premanisme dalam bentuk apa pun di wilayah hukum Dumai,” ujar Angga. Ia juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pungli.

Polisi mengajak para sopir truk segera melapor jika mengalami pemerasan di jalan. Laporan bisa disampaikan langsung ke kantor polisi atau melalui layanan pengaduan resmi.

Proses Hukum dan Pembinaan

Saat ini ketiga pria tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Dumai. Polisi mendalami unsur pidana dari perbuatan yang dilakukan para pelaku. Penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Menurut Kapolres Angga, praktik pungli dapat berkembang menjadi tindak pidana pemerasan. Unsur pidana semakin kuat jika terdapat paksaan atau ancaman terhadap korban. Karena itu polisi melakukan pendalaman kasus secara menyeluruh.

Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai langkah pembinaan. Proses hukum tetap menjadi pilihan jika ditemukan unsur pidana yang jelas.

Patroli pencegahan akan terus dilakukan oleh Tim RAGA Polres Dumai. Polisi berharap langkah ini dapat memutus praktik pungli di jalur transportasi.

Angga menegaskan penindakan ini menjadi peringatan bagi pelaku lain. Polisi tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap praktik premanisme.*son/01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.