Iran Puji Langkah Prabowo, Dorong RI Kecam Serangan AS-Israel
JAKARTA, RIAUKU.COM – Pemerintah Iran menyambut tawaran mediasi dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada Minggu, 1 Maret 2026, menyatakan dukungan terhadap inisiatif diplomasi Indonesia sekaligus meminta pemerintah RI mengambil sikap tegas terhadap agresi militer di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Konflik itu terjadi setelah negosiasi program nuklir antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan. Situasi tersebut memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap Iran. Dalam rilis resmi yang dikeluarkan Minggu, perwakilan diplomatik Iran menyebut kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik sebagai langkah positif.
Pihak kedutaan juga menekankan pentingnya posisi tegas dari pejabat Indonesia. Mereka menilai agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel perlu mendapat kecaman dari komunitas internasional.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini,” tulis pernyataan resmi Kedubes Iran.
Kedutaan Iran juga mendorong pemerintah Indonesia bersuara tegas terhadap tindakan militer Washington dan Tel Aviv. Mereka menilai konflik ini memiliki dampak luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Ketegangan Panjang Iran dan Amerika Serikat
Dalam rilis tersebut, Kedubes Iran memaparkan sejarah panjang ketegangan dengan Amerika Serikat. Konflik disebut telah berlangsung lebih dari tujuh dekade. Titik awalnya merujuk pada peristiwa kudeta terhadap Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh pada 19 Agustus 1953.
Setelah peristiwa itu, hubungan kedua negara terus memburuk. Amerika Serikat memberlakukan sanksi ekonomi dan politik terhadap Iran. Iran juga menuduh Washington mendukung kelompok oposisi bersenjata yang melakukan serangan terhadap warga sipil dan pejabat negara.
Ketegangan meningkat dalam berbagai peristiwa lain. Salah satu insiden besar terjadi ketika kapal perang USS Vincennes menembak jatuh pesawat Airbus Iran di Teluk Persia. Insiden itu menewaskan seluruh penumpang pesawat.
Iran juga menyoroti sejumlah operasi militer terbaru yang dikaitkan dengan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Serangan udara di Damaskus pada April 2024 serta serangan terhadap fasilitas militer Iran pada Oktober 2024 menjadi bagian dari rangkaian konflik tersebut.
Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebelumnya menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog antara pihak yang bertikai. Pernyataan itu disampaikan setelah meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Sabtu, Kemlu menilai kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran telah memperburuk situasi keamanan regional. Pemerintah Indonesia mengajak semua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi.
Kemlu juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara. Penyelesaian konflik melalui dialog dinilai menjadi jalan terbaik untuk menjaga stabilitas kawasan.
“Presiden Republik Indonesia menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif apabila disetujui kedua pihak,” tulis keterangan Kemlu.
Pemerintah Indonesia bahkan membuka kemungkinan langkah diplomasi langsung. Presiden Prabowo Subianto disebut bersedia melakukan perjalanan ke Teheran jika kedua pihak menyetujui peran mediasi Indonesia.
Peringatan Jusuf Kalla
Di dalam negeri, wacana mediasi tersebut juga mendapat tanggapan dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Ia menilai niat Indonesia menjadi mediator merupakan langkah baik. Namun konflik yang terjadi saat ini dinilai jauh lebih kompleks.
Jusuf Kalla menyebut konflik di Timur Tengah memiliki dimensi geopolitik yang besar. Ia mencontohkan konflik panjang antara Palestina dan Israel yang hingga kini belum menemukan solusi damai.
“Rencana itu baik saja, tetapi masalahnya sangat besar,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Jakarta Selatan pada Minggu.
Ia juga menyinggung hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat yang dinilai tidak sepenuhnya seimbang. Kondisi tersebut menurutnya bisa mempengaruhi posisi Indonesia dalam upaya mediasi konflik internasional.
Konflik Memanas di Timur Tengah
Ketegangan terbaru dipicu serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut operasi militer tersebut sebagai serangan besar untuk menghancurkan fasilitas rudal dan kekuatan laut Iran.
Serangan dilaporkan terjadi di sejumlah kota Iran. Ledakan terdengar di Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta ibu kota Teheran. Eskalasi ini muncul setelah negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran berulang kali menemui jalan buntu.
Pemerintah Amerika Serikat menuntut pembatasan ketat terhadap program nuklir Iran. Washington juga menekan Iran agar menghentikan pengembangan rudal balistik.
Situasi tersebut membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam ketegangan tinggi. Banyak negara menyerukan de-eskalasi konflik agar tidak memicu krisis keamanan global.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar