Iran Gempur Pangkalan AS, Ledakan Menggema di Riyadh, Abu Dhabi dan Dubai
RIYADH, RIAUKU.COM - Langit Timur Tengah kembali bergemuruh. Ledakan keras terdengar di sejumlah kota pada Sabtu, 28 Februari 2026, di tengah rentetan serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Dentuman mengguncang Riyadh, sementara rudal dan sistem pertahanan udara saling berkejaran di langit Qatar, Kuwait, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab. Situasi ini menandai eskalasi konflik yang kian meluas dan menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran ketegangan regional.
Suara ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu malam. Dua koresponden AFP di kota itu melaporkan dentuman keras menggema beberapa kali. Getaran terasa di sejumlah kawasan permukiman. Hingga kini, otoritas Arab Saudi belum menjelaskan sumber maupun lokasi pasti ledakan tersebut.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Ledakan itu terjadi tidak lama setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Serangan tersebut dipicu operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang lebih dulu menggempur wilayah Iran. Ketegangan pun meningkat tajam dalam hitungan jam.
Media pemerintah Iran melaporkan Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) meluncurkan rentetan rudal balistik. Sasaran utamanya sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Laporan CNN menyebut target mencakup Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, serta markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.
Langit kawasan Teluk berubah menjadi jalur pertempuran udara. Sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan negara sekutu bekerja keras mencegat proyektil yang datang. Beberapa rudal berhasil dihancurkan di udara. Namun sebagian serpihan jatuh di kawasan perkotaan.
Di Uni Emirat Arab, satu orang dilaporkan tewas akibat jatuhnya pecahan rudal di Abu Dhabi. Pemerintah setempat menyatakan sebagian besar proyektil berhasil dicegat sebelum mencapai target. Informasi itu disampaikan sejumlah pejabat UEA seperti dikutip Al Jazeera.
Pemerintah Uni Emirat Arab mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataan resmi, otoritas UEA menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Pemerintah juga menegaskan hak penuh untuk merespons setiap eskalasi yang mengancam keamanan nasional.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lain di kawasan Teluk. Al Jazeera melaporkan suara dentuman terdengar di Dubai dan Abu Dhabi. Sementara di Bahrain, pemerintah menyebut serangan Iran sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan warga serta stabilitas negara.
Bahrain bahkan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan pengkhianatan. Pernyataan resmi kerajaan menegaskan serangan terhadap fasilitas dan wilayah negara merupakan pelanggaran serius terhadap keamanan nasional.
Situasi ini memicu langkah darurat di beberapa negara Teluk. Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab menutup sementara wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil. Kebijakan itu diambil karena kawasan tersebut dinilai menjadi zona pertempuran aktif antara rudal Iran dan sistem pertahanan udara militer Amerika Serikat.
Ketegangan yang meningkat juga memicu kekhawatiran konflik akan meluas menjadi perang regional. Operasi militer besar yang dipicu keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah. Pangkalan militer di berbagai negara sekutu Amerika Serikat menjadi target balasan Iran.
Di Teheran, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan negara mana pun yang menyerang Iran akan menghadapi balasan setimpal. Pernyataan itu kini terasa nyata di langit Timur Tengah yang dipenuhi suara sirene, ledakan, dan jejak rudal.
Sementara itu, penyebab pasti ledakan di Riyadh masih menjadi misteri. Otoritas Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun suara dentuman yang terdengar di ibu kota kerajaan itu memperlihatkan satu hal: konflik Timur Tengah sedang memasuki babak baru yang lebih berbahaya.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar