4.000 ASN Disiapkan Jadi Komcad, Latihan Militer Dimulai April 2026 di Pasukan Marinir 1

4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi Komponen Cadangan (Komcad). (ist)

JAKARTA, RIAUKU.COM – Pemerintah akan melatih 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi Komponen Cadangan (Komcad) mulai April 2026. Program ini digelar bertahap dalam dua gelombang dan ditegaskan bersifat sukarela, tanpa unsur paksaan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyebutkan gelombang pertama akan diikuti 2.000 ASN selama kurang lebih 1,5 bulan.

Setelah itu, gelombang kedua dengan jumlah peserta yang sama akan menyusul dalam durasi serupa. "Garis bawahi, ini sukarela. Tidak ada paksaan atau kewajiban,” tegas Rico.

Kementerian Pertahanan menetapkan kuota peserta dari 49 kementerian/lembaga, disesuaikan dengan jumlah pegawai di masing-masing instansi.Kementerian dengan 1.000 pegawai bisa mendapat kuota sekitar 50 orang, sementara yang memiliki 500 pegawai kemungkinan hanya sekitar 10 orang.

Proses seleksi dilakukan ketat. Peserta wajib lolos pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesegaran jasmani, psikologi, hingga penilaian mental ideologi. Hingga kini, tercatat 987 ASN telah mendaftar untuk gelombang pertama. "Seleksi ini guna memastikan kesiapan peserta mengikuti pelatihan Komcad,” ujarnya.

Komcad merupakan bagian dari sistem pertahanan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Pertahanan Negara.

Dalam regulasi tersebut, pertahanan negara terdiri atas tiga komponen: Komponen Utama (TNI), Komponen Cadangan, dan Komponen Pendukung. Komcad dipersiapkan sebagai sumber daya nasional yang dapat dimobilisasi untuk memperkuat kekuatan TNI saat negara membutuhkan.

Namun, Rico menegaskan, pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif. "Tujuannya membentuk kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pemahaman sistem pertahanan negara. Jika negara memanggil, mereka sudah memiliki dasar pembekalan,” jelasnya.

Selain di lingkungan Pasukan Marinir 1, pelatihan juga akan digelar di sejumlah satuan pendidikan TNI, seperti Pusat Pendidikan Kesehatan, Satuan Pendidikan 301, Pusat Bahasa TNI Angkatan Udara, serta Komando Daerah Militer Jayakarta.

Fasilitas yang disiapkan meliputi barak atau akomodasi, ruang kelas, lapangan latihan, fasilitas kesehatan, hingga dapur lapangan. Peserta juga akan menjalani pembinaan fisik, mental, serta penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara.

Dengan target 4.000 ASN, program ini menjadi langkah strategis pemerintah memperluas basis pertahanan nasional berbasis sumber daya manusia sipil tanpa mengubah status mereka sebagai pegawai negeri. *04*


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.