Iran Balas Israel dengan Rudal Menghancurkan, Israel Panik Sirene Berbunyi!

Warga Israel bergegas ke tempat perlindungan setelah sirene peringatan serangan udara berbunyi di Tel Aviv pada Sabtu (28/2) waktu setempat (AFP)

TEL AVIV, RIAUKU.COM - Iran membalas serangan Israel dan Amerika Serikat dengan rentetan rudal yang digambarkan akan "sangat menghancurkan". Sejumlah wilayah Israel terguncang oleh sirene peringatan serangan udara usai rudal-rudal Iran terdeteksi melintas. Tindakan balasan ini muncul setelah Tel Aviv dan Washington menggempur Teheran, menargetkan fasilitas kepresidenan, kementerian, dan lokasi militer pada Sabtu (28/2/2026).

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut serangan gabungan itu dilakukan untuk menghilangkan ancaman eksistensial dari rezim Iran. Dalam pernyataan video, Netanyahu menyerukan rakyat Iran agar berani melawan pemerintahnya sendiri. "Waktunya telah tiba bagi masyarakat Iran untuk melepaskan belenggu tirani dan mewujudkan Iran yang bebas dan cinta damai," katanya. Ia juga menegaskan rezim pembunuh Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir.

Serangan Israel mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menegaskan, negaranya akan menghancurkan industri rudal Iran dan memusnahkan angkatan lautnya. Langkah ini dilakukan setelah kehadiran militer AS di wilayah Timur Tengah meningkat lebih dari sepekan terakhir. Israel menyebut operasi ini dengan nama 'Singa Mengaum', melanjutkan operasi sebelumnya 'Singa Bangkit' pada Juni lalu.

Sejumlah laporan dari media Iran menyebut ledakan terdengar di berbagai kota, termasuk jalan-jalan Teheran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengakui telah melancarkan serangan pendahuluan, menegaskan tindakan tersebut sebagai pencegahan terhadap ancaman dari Iran. Wilayah udara Israel ditutup dan keadaan darurat diumumkan di seluruh negeri. Komando militer Israel mengirim pesan peringatan kepada warga untuk segera mencari perlindungan.

Menanggapi serangan, Iran langsung meluncurkan serangan balasan ke Israel. Militer Iran menyatakan rudal-rudal mereka akan menghancurkan target dengan presisi. Angkatan Bersenjata Israel (IDF) melaporkan sistem pertahanan udara dikerahkan untuk mencegat rudal, sementara Angkatan Udara Israel siap merespons jika serangan berlanjut. Sirene berbunyi di Yerusalem dan berbagai wilayah lainnya sebagai peringatan ancaman yang dianggap serius.

Serangan balasan Iran juga menimbulkan kecemasan internasional. Ancaman eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat, dengan potensi serangan lintas batas yang lebih luas. Iran menegaskan tindakan ini sebagai respons terhadap agresi Israel-AS, menunjukkan kesiapan militer dan tekad mempertahankan wilayahnya. Masyarakat internasional memantau situasi dengan ketat, mengingat ketegangan ini bisa berdampak pada keamanan regional dan perdagangan global.

Situasi ini menandai salah satu titik paling panas dalam hubungan militer Israel-Iran dalam beberapa tahun terakhir. Tindakan balasan Iran memperlihatkan kemampuan militer yang tangguh dan kesiapan menghadapi tekanan eksternal. Sementara itu, warga Israel bergegas mencari perlindungan dan pemerintahnya memperketat keamanan dalam negeri, menunggu perkembangan lebih lanjut dari rudal-rudal Iran. Konflik ini membuka babak baru dalam ketegangan Timur Tengah, diwarnai serangan presisi dan respons cepat dari kedua belah pihak.*01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.