Viral Video Pesta Waria di Pekanbaru, DPRD Desak Penindakan Tegas
PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Andry Saputra, menyampaikan kecaman keras atas dugaan kegiatan pesta Waria di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Pekanbaru. Hal ini dinilai bertentangan dengan nilai adat Melayu Riau.
Peristiwa ini terjadi saat media sosial di Pekanbaru diguncang beredarnya video pesta Waria. Video berdurasi 28 detik itu diduga memperlihatkan pesta Waria (laki-laki bergaya perempuan).
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Video tersebut memicu gelombang reaksi publik, mulai dari keprihatinan hingga kemarahan, karena dinilai tidak sejalan dengan nilai budaya dan agama.
Video diunggah akun TikTok @welia398, itu terlihat sejumlah individu berpesta di dalam ruangan tempat hiburan malam. Diiringi musik dan cahaya lampu dengan acara khusus seperti ajang penghargaan.
Terlihat pula seseorang membawa piala dan bunga yang kemudian diberikan kepada peserta lain, sehingga memunculkan dugaan adanya kegiatan semacam pemilihan atau penganugerahan seperti "Ratu Waria".
Peristiwa ini menuai sorotan tajam dari pimpinan DPRD Kota Pekanbaru. Adalah Wakil Ketua DPRD, Andry Saputra, menyampaikan kecaman keras atas dugaan kegiatan tersebut.
Menurut Andry, hal ini dinilai bertentangan dengan nilai adat Melayu dan norma agama yang selama ini menjadi identitas masyarakat daerah. Ia menegaskan mayoritas masyarakat Pekanbaru dikenal menjunjung tinggi nilai agama dan budaya lokal.
Pernyataannya, Andry juga menyebut sebagian masyarakat mengaitkan fenomena tersebut dengan kisah moral dalam ajaran agama tentang kaum Nabi Luth. Ia menekankan pentingnya menjaga moralitas sosial agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Kita tidak ingin perbuatan segelintir pihak berdampak pada citra masyarakat Pekanbaru secara keseluruhan,” ujar dia.
Ia pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polresta Pekanbaru, untuk segera mengusut kebenaran video tersebut dan menindak jika ditemukan pelanggaran hukum.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan evaluasi ketat terhadap operasional tempat hiburan malam. Jika terbukti terjadi pelanggaran, ia mendorong pencabutan izin usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
Politisi dari Partai Gerindra tersebut menegaskan DPRD akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap aktivitas tempat hiburan malam agar tidak bertentangan dengan aturan, norma sosial, serta perizinan yang berlaku.
Sebelumnya, video yang beredar luas di media sosial tersebut diunggah oleh akun TikTok dan memicu beragam reaksi warganet. Dalam narasi video, terdapat ungkapan keprihatinan terhadap kondisi moral generasi saat ini.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengelola tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi kejadian. (gn/dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar