Kantornya Dihantam Bom, Ali Khamenei Ternyata Sudah Dievakuasi

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.(ist)

TEHERAN, RIAUKU.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sudah dipindahkan dari Teheran sebelum gelombang serangan Israel mengguncang ibu kota Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Informasi itu muncul setelah sejumlah ledakan terdengar di pusat kota, termasuk di sekitar kompleks yang berkaitan dengan kepemimpinan Iran. Pemindahan tersebut memperlihatkan tingkat kewaspadaan tinggi di lingkaran kekuasaan Iran saat konflik dengan Israel memanas.

Seorang pejabat Iran mengonfirmasi kepada Reuters posisi Khamenei berada di luar Teheran ketika serangan terjadi. Lokasinya dirahasiakan demi keamanan. Langkah ini diambil setelah intelijen Iran menerima indikasi ancaman serangan terhadap pusat pemerintahan di ibu kota.

Ledakan pertama dilaporkan terjadi pada pagi hari. Asap tebal terlihat membubung dari beberapa titik kota. Media Iran menyebut sebagian serangan mengarah ke fasilitas yang berkaitan dengan Direktorat Intelijen Garda Revolusi Iran atau IRGC.

Salah satu lokasi yang terdampak berada tidak jauh dari kantor resmi Khamenei. Laporan sejumlah media internasional menyebut ledakan keras mengguncang kawasan tersebut. Tidak ada konfirmasi mengenai kerusakan pada bangunan yang berkaitan langsung dengan kantor pemimpin tertinggi.

Serangan tersebut memicu ketegangan besar di Teheran. Saluran televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran News Network, menyiarkan laporan kemunculan asap dan suara ledakan melalui teks berjalan di layar. Siaran itu sempat mengalami gangguan audio sebelum kembali normal beberapa saat kemudian.

Stasiun televisi tersebut kemudian menayangkan rekaman lama berisi demonstrasi pro-pemerintah. Cuplikan pidato arsip Khamenei ikut ditayangkan. Dalam potongan pidato itu, ia menyerukan persatuan nasional menghadapi musuh yang dianggap mengancam Republik Islam.

Sementara di luar layar televisi, situasi keamanan berubah drastis. Iran segera menutup wilayah udaranya sebagai langkah antisipasi. Otoritas keamanan meningkatkan pengawasan di berbagai fasilitas penting di ibu kota.

Serangan yang memicu situasi tersebut diluncurkan oleh Israel. Militer Israel menyebut operasi itu sebagai serangan pendahuluan. Tujuannya menghilangkan ancaman terhadap keamanan Israel.

Operasi tersebut dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas militer Iran. Target utama mencakup instalasi rudal balistik serta beberapa lokasi yang berkaitan dengan struktur pertahanan Iran. Penyiar publik Israel, Kan, menyebut beberapa titik militer strategis menjadi sasaran utama.

Ledakan di Teheran memunculkan dugaan keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi tersebut. Sejumlah pejabat Amerika mengakui operasi dilakukan secara terkoordinasi dengan Israel. Informasi itu disampaikan secara anonim karena operasi militer masih berlangsung.

Keterlibatan Washington terjadi setelah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan kekecewaan terhadap perkembangan perundingan nuklir dengan Teheran. Amerika kemudian meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah.

Beberapa minggu terakhir, armada besar jet tempur dan kapal perang Amerika dikerahkan ke kawasan tersebut. Langkah ini dipandang sebagai tekanan strategis terhadap Iran. Kehadiran militer itu juga membuka kemungkinan operasi gabungan dengan Israel.

Di Israel sendiri, sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah setelah serangan dimulai. Pemerintah Israel menetapkan status darurat nasional. Wilayah udara negara itu ditutup untuk seluruh penerbangan sipil sebagai langkah pencegahan.

Militer Israel juga mengirim peringatan nasional kepada warga agar tetap berada dekat ruang perlindungan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran menggunakan rudal atau drone.

Hingga Sabtu malam waktu setempat, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan rinci mengenai dampak serangan. Informasi mengenai korban maupun kerusakan juga belum diumumkan secara resmi. Dunia internasional kini menunggu langkah berikutnya dari Teheran, sementara keberadaan Khamenei tetap dirahasiakan di lokasi aman di luar ibu kota.*01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.