Langit Israel Ditutup Total! Serangan Mendadak ke Iran Picu Siaga Perang
TEL AVIV, RIAUKU.COM - Langit Israel mendadak sunyi pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Pemerintah menutup seluruh wilayah udara untuk penerbangan sipil setelah militer melancarkan serangan pendahuluan ke Iran. Status keadaan darurat diberlakukan di seluruh negeri, menandai kesiagaan penuh pertahanan Israel menghadapi potensi serangan balasan.
Kementerian Pertahanan Israel menyatakan operasi militer itu ditujukan untuk mengantisipasi ancaman terhadap keamanan nasional. Sirene peringatan meraung di sejumlah kota. Warga di Yerusalem dan berbagai wilayah lain menerima notifikasi ancaman serius melalui sistem peringatan nasional.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, memerintahkan penutupan wilayah udara segera setelah serangan dilancarkan. Otoritas Penerbangan Sipil menghentikan seluruh penerbangan sipil yang masuk dan keluar dari Israel. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko terhadap pesawat komersial jika terjadi serangan balasan menggunakan rudal atau drone.
Keputusan itu menandai perubahan drastis dalam sistem pertahanan sipil Israel. Bandara utama menghentikan operasional sementara. Militer dan otoritas keamanan meningkatkan kesiagaan di berbagai fasilitas strategis, termasuk pangkalan udara dan pusat komando pertahanan.
Pada saat bersamaan, militer Israel mengumumkan serangan pendahuluan terhadap Iran telah dimulai. Pemerintah menyebut operasi tersebut sebagai tindakan defensif untuk menetralkan ancaman. Pernyataan resmi menyebut Menteri Pertahanan Israel Katz menetapkan keadaan darurat khusus di seluruh wilayah negara.
Beberapa jam setelah pengumuman itu, ledakan keras terdengar di Teheran. Wartawan internasional melaporkan dua dentuman kuat mengguncang ibu kota Iran. Kepulan asap terlihat membubung dari beberapa titik kota, terutama di wilayah pusat dan timur.
Kantor berita Iran melaporkan ledakan dipicu serangan rudal. Informasi rinci mengenai target belum diumumkan. Otoritas Iran juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut.
Ketegangan meningkat ketika laporan menyebut salah satu ledakan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Tidak ada konfirmasi mengenai keberadaan pemimpin berusia 86 tahun itu saat serangan berlangsung. Dalam beberapa hari terakhir, Khamenei juga tidak muncul di hadapan publik.
Operasi militer Israel disebut berlangsung terkoordinasi dengan Amerika Serikat. Sejumlah pejabat Washington mengakui keterlibatan militer Amerika dalam serangan terhadap target di Iran. Target utama dilaporkan berupa fasilitas militer yang dianggap berkaitan dengan kemampuan strategis Teheran.
Seorang pejabat Amerika mengatakan operasi ini bukan tindakan kecil. Ia menolak mengungkap detail target maupun metode serangan. Operasi militer disebut masih berlangsung sehingga informasi resmi dibatasi.
Ketegangan regional sebenarnya telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirim jet tempur dan kapal perang tambahan. Langkah ini dipandang sebagai tekanan strategis terhadap Iran terkait program nuklirnya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengeluarkan kebijakan keras terhadap Iran. Pemerintah Amerika juga meningkatkan peringatan keamanan bagi warganya yang berada di negara tersebut. Washington menilai situasi keamanan di Iran semakin tidak stabil.
Menteri Luar Negeri Amerika, Marco Rubio, meminta warga Amerika segera meninggalkan Iran. Ia menegaskan tidak ada alasan bagi warga Amerika melakukan perjalanan ke negara tersebut. Pemerintah bahkan mempertimbangkan pembatasan penggunaan paspor Amerika untuk perjalanan yang berkaitan dengan Iran.
Iran sebelumnya telah memperingatkan akan melakukan balasan jika wilayahnya diserang. Ancaman itu mencakup kemungkinan serangan terhadap pangkalan militer Amerika di Timur Tengah. Situasi ini membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik yang lebih luas.
Hingga Sabtu malam waktu setempat, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban akibat serangan tersebut. Pemerintah Iran juga belum mengumumkan respons militer langsung. Dunia internasional kini menunggu langkah berikutnya dari Teheran, sementara sistem pertahanan Israel tetap berada dalam kondisi siaga penuh. *01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar