Teheran Meledak! Israel dan AS Serang Iran
TEHERAN, RIAUKU.COM - Serangan militer mengguncang Teheran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Israel melancarkan serangan pendahuluan yang diikuti operasi militer Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran. Ledakan terdengar di ibu kota negara itu, sementara ketegangan di Timur Tengah melonjak tajam.
Pemerintah Israel segera menutup wilayah udaranya setelah serangan berlangsung. Keputusan itu diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran berupa drone atau rudal. Militer Israel juga menetapkan status keadaan darurat sebagai langkah pengamanan di dalam negeri.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Juru bicara militer Israel menyebut operasi tersebut sebagai serangan pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap keamanan negara. Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah dua ledakan keras dilaporkan terdengar di Teheran. Asap terlihat membubung di beberapa titik kota, memicu kepanikan warga.
Laporan kantor berita internasional menyebutkan salah satu ledakan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Belum ada kepastian apakah tokoh berusia 86 tahun itu berada di lokasi ketika serangan terjadi. Khamenei juga tidak terlihat di hadapan publik selama beberapa hari terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Sumber-sumber pejabat Amerika Serikat mengungkapkan Washington turut terlibat dalam operasi tersebut. Serangan Amerika disebut dilakukan secara terkoordinasi dengan Israel. Target yang disasar dilaporkan merupakan fasilitas militer di wilayah Iran.
Seorang pejabat Amerika yang mengetahui operasi itu mengatakan serangan yang dilakukan bukan operasi kecil. Namun ia menolak memberikan rincian lebih lanjut karena operasi militer masih berlangsung. Pemerintah Amerika hingga kini juga belum mengeluarkan pernyataan resmi melalui Pentagon.
Operasi militer tersebut terjadi di tengah tekanan besar terhadap Iran terkait program nuklirnya. Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat mengerahkan armada jet tempur dan kapal perang ke kawasan Timur Tengah. Langkah itu dipandang sebagai upaya meningkatkan tekanan diplomatik sekaligus militer terhadap Teheran.
Situasi tersebut membuat potensi konflik terbuka semakin besar. Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan dapat menjadi target jika negara itu diserang. Ancaman tersebut menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke wilayah yang lebih luas.
Pemerintah Amerika Serikat juga telah memperingatkan warganya agar segera meninggalkan Iran. Menteri Luar Negeri Marco Rubio meminta seluruh warga Amerika yang masih berada di negara tersebut untuk keluar secepat mungkin. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada warga Amerika yang boleh melakukan perjalanan ke Iran dengan alasan apa pun.
Rubio mengatakan pemerintah Amerika terus memantau keselamatan warganya di luar negeri. Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah yang menetapkan Iran sebagai negara pendukung penahanan tidak sah terhadap warga Amerika. Penetapan itu didasarkan pada perintah eksekutif yang sebelumnya dikeluarkan Presiden Donald Trump.
Pemerintah Amerika bahkan mempertimbangkan langkah tambahan berupa pembatasan penggunaan paspor Amerika untuk perjalanan ke, melalui, atau dari Iran. Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah perlindungan bagi warga negaranya. Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran pun kembali meningkat.
Sampai Sabtu malam waktu setempat, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban akibat serangan tersebut. Pemerintah Iran juga belum mengumumkan respons militer langsung. Namun peringatan keras dari Teheran membuat dunia internasional menunggu kemungkinan eskalasi berikutnya.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar