Video Kedekatan Pelaku dan Korban Viral, Kekasih Korban Muncul Beri Pesan Haru
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Kasus pembacokan mahasiswi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau terus memunculkan fakta baru. Video kedekatan antara korban dan terduga pelaku beredar luas di media sosial, sementara unggahan terbaru dari kekasih korban juga menarik perhatian publik. Dua arus cerita ini memperlihatkan sisi lain dari peristiwa kekerasan yang mengguncang kampus tersebut.
Sejumlah potongan video yang beredar disebut berasal dari akun TikTok dengan nama pengguna @_mzfrr. Dalam beberapa rekaman pendek, korban tampak bersama seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembacokan. Mereka terlihat mengikuti kegiatan kampus hingga menghabiskan waktu bersama di luar aktivitas akademik.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Dalam salah satu video, keduanya tampak bermain PlayStation di sebuah tempat rental. Rekaman lain memperlihatkan mereka berada di lingkungan kampus bersama beberapa teman. Video-video itu memicu perdebatan di kalangan warganet yang mencoba menafsirkan hubungan antara keduanya sebelum kejadian.
Akun tersebut tercatat memiliki puluhan ribu pengikut dan ratusan ribu tanda suka. Setidaknya enam video yang menampilkan kebersamaan korban dan terduga pelaku beredar kembali setelah insiden pembacokan terjadi.
Perhatian publik tidak berhenti di situ. Warganet juga menyoroti sejumlah unggahan ulang di akun tersebut. Beberapa di antaranya berisi animasi bernuansa kekerasan, kutipan tentang perasaan, hingga potongan video yang dianggap berkaitan dengan peristiwa yang kemudian terjadi.
Spekulasi semakin berkembang setelah polisi mengungkap dugaan bahwa aksi kekerasan tersebut telah direncanakan sejak lama. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Anggi Rian Diansyah, mengatakan pelaku berinisial R telah memiliki niat melakukan penganiayaan sejak November 2025.
Menurut Anggi, pelaku sempat menyiapkan senjata sebelum menjalankan aksinya. Ia mengasah kapak dan parang di rumah sebelum mendatangi kampus.
“Dari keterangan pelaku memang ada niat sejak November 2025 untuk melakukan pembacokan. Senjata itu diasah sebelum dibawa ke kampus,” kata Anggi, Jumat, 27 Februari 2026.
Peristiwa pembacokan terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026. Saat itu korban datang ke kampus untuk menemui dosen pembimbing di Fakultas Hukum Syariah. Di lokasi itulah pelaku mendatangi korban dan melakukan serangan menggunakan kapak.
Korban mengalami luka serius pada bagian kaki dan dahi. Ia segera dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.
Dokter yang menangani korban, Nadia, mengatakan korban telah menjalani operasi. Kondisinya kini stabil dan masih menjalani masa pemulihan pascaoperasi. “Korban sudah menjalani tindakan operasi dan saat ini kondisinya stabil,” ujar Nadia.
Di tengah sorotan publik terhadap pelaku, muncul pula unggahan dari seorang pria yang disebut sebagai kekasih korban. Akun TikTok bernama @d.ferrr mempublikasikan rangkaian foto kebersamaan dengan korban.
Dalam keterangan unggahan itu, ia menuliskan doa agar korban segera pulih. Ia juga berharap korban bisa kembali ke kampung halamannya di Bintan, Kepulauan Riau, untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Unggahan tersebut menggambarkan rencana sederhana yang belum sempat terwujud. Sang kekasih menulis bahwa ia telah menyiapkan pakaian baru untuk Lebaran dan bahkan membeli tiket agar korban bisa pulang ke kampung halaman.
Ia juga meminta korban tidak memikirkan persoalan yang sedang terjadi. Baginya, yang terpenting saat ini adalah kesembuhan dan kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
Kasus pembacokan yang terjadi di lingkungan kampus itu kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Sementara korban menjalani pemulihan, kisah tentang pelaku, hubungan masa lalu, dan dukungan dari orang terdekat terus menjadi perhatian publik.*son/01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar