Malam-malam Digerebek! Dua Pria di Kontrakan Pekanbaru Nyaris Diamuk Warga

Ilustrasi penggrebekan dua pria yang diduga berbuat asusila di kontrakan. (ai)

PEKANBARU, RIAUKU.COM - Malam di kawasan permukiman Jalan Budidaya, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, mendadak ricuh pada Jumat, 27 Februari 2026. Dua pria diamankan warga setelah diduga melakukan perbuatan asusila di sebuah rumah kontrakan gandeng nomor 7. Kecurigaan seorang warga yang hendak membeli makan sahur berujung pada penggerebekan yang memancing kemarahan warga sekitar.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Jalan kecil di lingkungan padat penduduk tersebut awalnya tampak tenang. Lampu rumah berpendar redup, sebagian warga mulai bersiap menyambut waktu sahur.

Seorang warga yang melintas di depan rumah kontrakan itu mendadak berhenti. Tirai jendela rumah tampak terbuka. Dari celah kain yang tersibak, ia melihat bayangan gerakan mencurigakan di dalam rumah.

"Saya tadi keluar mau beli sahur. Pas lewat depan rumah mereka, terlihat samar-samar karena hordennya terbuka," kata warga tersebut.

Rasa penasaran berubah menjadi kecurigaan. Ia segera memberi tahu pemuda setempat. Informasi itu cepat menyebar dari mulut ke mulut. Beberapa warga kemudian berkumpul di depan rumah kontrakan yang dimaksud.

Rumah itu berdiri di deretan kontrakan sederhana. Cat dinding mulai pudar. Pintu kayu tertutup rapat. Lampu di dalam rumah menyala temaram.

Warga yang sudah lama menyimpan rasa curiga akhirnya memutuskan melakukan pengecekan. Mereka mengetuk pintu. Tidak ada jawaban. Suasana semakin tegang ketika beberapa orang mendengar suara gaduh dari dalam rumah.

Beberapa pemuda akhirnya mendobrak pintu. Kayu pintu terbuka keras. Warga yang masuk mendapati pemandangan yang membuat suasana semakin memanas.

Di dalam rumah, dua pria terlihat tanpa busana. Keduanya tampak panik ketika sejumlah warga masuk.

Emosi warga pun memuncak. Teriakan terdengar di dalam rumah. Sebagian warga menuntut penjelasan. Situasi nyaris berubah menjadi aksi main hakim sendiri.

Ketika didesak warga, kedua pria itu mengaku sebagai saudara. Pengakuan tersebut justru memicu kemarahan yang lebih besar.

Ketua RW 018 Kelurahan Tuah Karya, Yurni Elok, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kedua pria itu memang sudah lama tinggal di lingkungan tersebut.

"Yang satu sudah sekitar delapan tahun tinggal di sini, yang satunya lagi sekitar empat tahun. Warga memang sudah lama curiga dengan aktivitas mereka," kata Yurni.

Menurut dia, sejumlah warga sebenarnya sudah beberapa kali memperhatikan aktivitas mencurigakan di rumah kontrakan itu. Namun tidak ada yang memiliki bukti jelas.

Kecurigaan itu akhirnya terjawab pada malam kejadian. Ketika pintu terbuka, warga merasa dugaan mereka terbukti.

Situasi di lokasi sempat sangat tegang. Beberapa warga terlihat emosi. Mereka mengepung kedua pria tersebut di dalam rumah.

Di tengah situasi yang semakin panas, seorang warga akhirnya mengambil inisiatif menghubungi call center 110 milik kepolisian. Laporan tersebut langsung mendapat respons.

Tidak lama berselang, sejumlah personel kepolisian tiba di lokasi. Kedatangan polisi membuat suasana perlahan mereda.

Petugas segera mengamankan kedua pria tersebut. Warga diminta menjauh untuk menghindari kericuhan yang lebih besar.

Kedua pria itu sempat berusaha melarikan diri ketika situasi mulai kacau. Namun warga yang berada di sekitar rumah berhasil mencegah upaya tersebut.

Setelah situasi terkendali, polisi membawa keduanya dari lokasi. Mereka kemudian dibawa menggunakan kendaraan patroli untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa itu menyisakan perbincangan panjang di lingkungan sekitar. Hingga larut malam, sejumlah warga masih berkumpul di depan rumah kontrakan tersebut, membicarakan kejadian yang baru saja mereka saksikan.*01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.