Polisi Kejar Mobil Tanpa Plat, Ternyata Supirnya Pasien Gagal Ginjal
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Suasana dini hari di Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) berubah menjadi operasi penyelamatan tak terduga. Polisi semula hendak menindak pelanggaran lalu lintas justru menemukan seorang pengemudi dalam kondisi darurat medis. Nyawa pria itu terselamatkan setelah petugas memutuskan mengabaikan penilangan dan membawanya ke rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa dini hari, 24 Februari 2025, sekitar pukul 00.45 WIB di ruas Tol Pekanbaru–Dumai. Saat itu personel patroli dari Direktorat Lalu Lintas Polda Riau sedang melakukan pengawasan rutin di jalur bebas hambatan tersebut.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Malam terasa sunyi. Lampu penerangan jalan menyinari aspal panjang yang hampir kosong. Dalam patroli tersebut, perhatian petugas tertuju pada sebuah mobil pikap yang melaju cukup kencang.
Kecurigaan muncul karena kendaraan itu tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau pelat nomor. Bagi petugas patroli jalan raya, kondisi tersebut termasuk pelanggaran serius.
Mobil patroli kemudian mengikuti kendaraan tersebut dari belakang. Melalui pengeras suara, petugas memberi peringatan agar pengemudi segera menepi ke bahu jalan.“Mobil pikap di depan, mohon menepi,” terdengar instruksi dari dalam kendaraan patroli.
Petugas menduga ada pelanggaran lalu lintas berat atau kemungkinan kendaraan bermasalah. Namun dugaan itu berubah ketika mobil akhirnya berhenti dan pintunya dibuka.
Di balik kemudi, petugas menemukan seorang pria paruh baya dalam kondisi sangat lemah. Wajahnya pucat. Tubuhnya tampak kehilangan tenaga.
Polisi juga melihat selang kateter masih terpasang pada tubuh pengemudi tersebut. Situasi itu langsung mengubah pendekatan petugas.
Dari percakapan singkat di lokasi, diketahui pria itu merupakan pasien gagal ginjal. Ia sedang berusaha menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pria tersebut diketahui berangkat dari rumahnya di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Ia memilih mengemudi sendiri karena tidak ada orang lain yang bisa mengantarnya saat itu.
Namun kondisi fisik yang menurun membuatnya kesulitan mengendalikan kendaraan. Fokus berkendara terganggu. Ia juga tidak sempat memperhatikan kelengkapan kendaraan.
Situasi darurat itu membuat petugas patroli mengambil keputusan cepat. Prosedur penindakan lalu lintas langsung dikesampingkan.Bagi petugas, keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Penilangan terhadap kendaraan tanpa pelat nomor dianggap tidak relevan dalam kondisi tersebut. Salah satu polisi senior segera memberi instruksi kepada rekannya. “Bantu bapak ini turun. Kita pindahkan ke mobil patroli,” ujarnya.
Petugas kemudian memapah pria tersebut keluar dari mobil pikap. Dengan hati-hati, ia dipindahkan ke kendaraan patroli agar perjalanan menuju rumah sakit dapat dilakukan lebih cepat.
Mobil patroli kemudian melaju menuju pusat Kota Pekanbaru. Sirene dinyalakan untuk membuka jalan di ruas tol yang masih lengang. Perjalanan darurat itu berakhir di Rumah Sakit Safira Pekanbaru. Sesampainya di sana, pasien langsung diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan intensif.
Bagi para petugas patroli, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak selalu berhenti pada penegakan aturan. Ada situasi tertentu yang menuntut pendekatan kemanusiaan.
Di tengah gelapnya malam Tol Pekanbaru–Dumai, tindakan spontan para polisi itu menyelamatkan seorang warga yang sedang bertaruh nyawa. Di balik seragam yang tegas, tersimpan tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dalam arti yang paling nyata.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar