Afni Zulkifli Tantang 34 PKS di Siak: Serap 90 Persen Tenaga Kerja Lokal!
SIAK,RIAUKU — Afni Zulkifli melontarkan pesan tegas kepada seluruh perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Siak: industri harus tumbuh seiring dengan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pesan itu disampaikan Afni saat berdialog langsung dengan manajemen PT Sri Indrapura Sawit Lestari dan PT Berlian Inti Mekar di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (26/2/2026).
Berita Terkait
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya komitmen nyata perusahaan dalam menyerap tenaga kerja lokal.
"Kalau industri berkembang di Siak, masyarakat Siak juga harus merasakan manfaatnya. Salah satunya melalui pembukaan lapangan kerja bagi warga lokal,” tegas Afni.
Target Berani: 90 hingga 100 Persen Tenaga Lokal
Berdasarkan data 2023, terdapat 34 PKS yang memiliki izin dan aktif beroperasi di Siak. Saat ini, minimal 70 persen tenaga kerja di setiap PKS diharapkan berasal dari masyarakat lokal.
Namun Afni menilai angka itu belum cukup.
“Harapan kami bukan sekadar 60 atau 70 persen. Kalau bisa 90 persen bahkan mendekati 100 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat Siak,” ujarnya.
Menurutnya, posisi manajemen dan pemilik perusahaan wajar berasal dari luar daerah. Namun untuk posisi operasional, seharusnya bisa diisi oleh putra-putri daerah agar perputaran ekonomi benar-benar berdampak di tingkat lokal.
Ancaman Sosial Jadi Alarm.
Afni juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sosial jika angka pengangguran tak segera ditekan. Saat ini sekitar 180 ribu jiwa masyarakat Siak tergolong miskin.
"Penduduk terus bertambah. Kalau masyarakat lokal tetap menganggur sementara industri berkembang, ini bisa menimbulkan persoalan sosial,” katanya mengingatkan.
Pernyataan tersebut menjadi alarm bahwa persoalan ketenagakerjaan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan juga menyangkut stabilitas sosial daerah.
Tantangan: Kompetensi dan Kesiapan
Dalam dialog itu terungkap bahwa kendala utama bukan pada kemauan perusahaan menerima tenaga kerja lokal, melainkan pada kesiapan dan kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Siak berencana menggelar job fair untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, sekaligus memetakan kebutuhan riil industri.
Pemerintah juga akan mendorong proses rekrutmen yang transparan melalui koordinasi dengan pemerintah kampung dan perangkat daerah terkait.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT Sri Indrapura Sawit Lestari, M. Vaiz Rahman, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung penyerapan tenaga kerja lokal.
“Rekrutmen berbasis desa akan kami lakukan. Biasanya kami menunggu ada karyawan yang resign, lalu digantikan tenaga kerja lokal yang memenuhi kualifikasi,” jelasnya.
Langkah kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha ini diharapkan mampu menekan pengangguran, mengurangi angka kemiskinan, serta memastikan industri sawit di Siak benar-benar menjadi penggerak kesejahteraan masyarakatnya.
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar