Rp62 Miliar Digelontorkan, Ribuan Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa 2026
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Pemerintah Provinsi Riau mengalokasikan Rp62 miliar untuk program Beasiswa Riau tahun anggaran 2026. Sebanyak 3.644 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima manfaat. Kebijakan ini diarahkan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menekan angka pengangguran di masa depan.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan anggaran tersebut telah disiapkan dalam struktur APBD 2026. Ia menilai investasi di sektor pendidikan menjadi langkah strategis membangun kualitas sumber daya manusia. Pendidikan tinggi dipandang sebagai pintu masuk peningkatan daya saing daerah.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Menurutnya, semakin banyak anak Riau melanjutkan pendidikan sesuai bakat dan kemampuan akan semakin besar peluang terserap di dunia kerja. Keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah ingin memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar.
SF Hariyanto menekankan beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Program ini diharapkan membentuk generasi mandiri, terampil, siap menghadapi perubahan ekonomi. Ia menyebut kontribusi pendidikan terhadap penurunan pengangguran bersifat jangka panjang. Dampaknya tidak instan, namun berkelanjutan.
Selain beasiswa, pemerintah daerah juga menyoroti penguatan inklusi keuangan di kalangan pelajar. Melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR, dari target 1.459.227 pelajar di Riau, sebanyak 1.293.997 telah memiliki rekening. Angka itu setara sekitar 89 persen capaian.
Capaian tersebut dinilai sebagai fondasi penting membangun literasi keuangan sejak dini. Akses perbankan membuka peluang generasi muda memahami sistem keuangan formal. Transaksi digital menjadi lebih aman. Pengelolaan uang dapat dilakukan secara bertanggung jawab.
SF Hariyanto melihat perubahan perilaku generasi muda berlangsung cepat. Pelajar kini akrab dengan dompet digital. Transaksi non tunai menjadi kebiasaan. Sebagian telah mengenal saham, reksa dana, aset digital sejak usia sekolah. Fenomena ini menunjukkan keterbukaan terhadap perkembangan ekonomi modern.
Namun ia mengingatkan bahwa kecerdasan finansial tidak cukup hanya memahami instrumen investasi. Literasi yang benar menjadi kunci. Pemahaman risiko harus sejalan dengan semangat inovasi. Generasi muda diminta tidak terjebak euforia tanpa dasar pengetahuan memadai.
Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan semangat Cinta, Bangga, Paham Rupiah dalam setiap aktivitas ekonomi. Rupiah disebut bukan sekadar alat transaksi. Mata uang nasional menjadi simbol kedaulatan bangsa. Kesadaran itu perlu dijaga di tengah derasnya arus digitalisasi serta globalisasi ekonomi.
Program beasiswa senilai Rp62 miliar dipandang sebagai salah satu langkah konkret pemerintah daerah mempersiapkan generasi unggul. Dukungan anggaran menjadi bukti komitmen memperluas akses pendidikan tinggi. Harapannya, semakin banyak lulusan berkualitas lahir dari berbagai kabupaten kota di Riau.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar