UPT Parkir Dishub Pekanbaru Tertibkan Parkir di Kawasan Pasar Buah

Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru menegur petugas parkir di depan Pasar Buah. (ist)

PEKANBARU, RIAUKU.COM - Penertiban parkir di kawasan Pasar Buah Jalan Jenderal Sudirman menjadi fokus utama Dinas Perhubungan Pekanbaru. Langkah ini diambil menyusul keluhan warga mengenai kendaraan yang memakan bahu hingga badan jalan. UPT Parkir memastikan pengawasan diperketat demi kelancaran arus lalu lintas di salah satu ruas tersibuk kota itu.

Di bawah terik siang, deretan kendaraan kerap terlihat berhimpitan di depan Pasar Buah. Mobil parkir berlapis. Sepeda motor menyusup di sela ruang sempit. Ruas jalan menyempit. Klakson bersahutan. Situasi itu memicu kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk.

Pelaksana Tugas Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Pekanbaru, Rafit Dwi Febri, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan. Pengawasan dilakukan setiap hari, terutama di titik rawan macet. Petugas berjaga, memberi arahan, menegur juru parkir yang masih menerapkan sistem parkir berlapis.

Menurut Rafit, kawasan Pasar Buah di Jalan Jenderal Sudirman memang memiliki intensitas kendaraan tinggi. Lokasinya berada di jalur utama kota. Aktivitas perdagangan berlangsung sejak pagi hingga malam. Volume kendaraan meningkat tajam saat akhir pekan, terlebih menjelang Ramadan serta Lebaran.

Ia menegaskan penertiban bukan sekadar respons sesaat. UPT Parkir memaksimalkan pengawasan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola parkir. Petugas diminta bertindak persuasif namun tegas. Juru parkir yang melanggar diarahkan agar mengikuti aturan yang berlaku.

Sebelumnya, kondisi parkir semrawut di kawasan itu menuai sorotan publik. Warga mengeluhkan sulitnya melintas. Kendaraan yang berhenti sembarangan dianggap membahayakan pengguna jalan lain. Pengendara sepeda motor terpaksa mengambil jalur lebih ke tengah. Risiko kecelakaan meningkat.

Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu nadi transportasi di Pekanbaru. Arus kendaraan menghubungkan pusat bisnis, perkantoran, kawasan perdagangan. Gangguan kecil pada titik tertentu dapat berdampak panjang pada lalu lintas kota. Karena itu, pengaturan parkir dinilai krusial.

Rafit menyebut pihaknya tidak hanya menempatkan petugas. Evaluasi berkala dilakukan untuk melihat efektivitas pengawasan. Titik-titik rawan lain juga masuk pemantauan. Fokus diarahkan pada kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi.

Penataan parkir diharapkan menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan. Ruang gerak kendaraan lebih lega. Pejalan kaki tidak lagi terpaksa turun ke badan jalan. Wajah pelayanan parkir diharapkan tampil lebih profesional, responsif terhadap keluhan warga.

Di lapangan, tantangan tetap ada. Kesadaran sebagian pengendara dinilai masih rendah. Keinginan parkir sedekat mungkin dengan lokasi tujuan kerap mengabaikan aturan. Di sisi lain, juru parkir menghadapi tekanan untuk menampung kendaraan sebanyak mungkin.

UPT Parkir menilai penertiban membutuhkan kolaborasi. Pengendara diminta mematuhi rambu. Juru parkir diminta menjalankan tugas sesuai ketentuan. Pengawasan akan terus dilakukan, terutama memasuki periode meningkatnya aktivitas masyarakat.

Upaya ini menjadi bagian dari penataan ruang kota yang lebih tertib. Pemerintah kota berharap kelancaran lalu lintas dapat terjaga. Pasar Buah tetap ramai tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan. Penertiban parkir menjadi langkah awal menuju pengelolaan transportasi yang lebih disiplin di Pekanbaru.*son/01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.